Search results for: cara+cari+rejeki
World is Just a Game
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan sendagurau. Dan jika kamu beriman dan bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (QS.47:36).
Banyak ustad atau kyai yang mengartikan ayat itu dengan menjadikan akherat sebagai tujuan utama hidup ini. Dunia ini hanyalah jalan saja yang akan segera berlalu. Rata-rata ulama membahas masalah keutamaan akherat dibandingkan dunia. Tapi ketika ayat ini saya dengar dulu, saya lebih suka pada kata-kata permainan dan senda gurau.
Intinya sih sebenarnya sama antara yang saya tangkap dan yang disampaikan oleh para ulama kita. Tapi mungkin kalau anda melihatnya dari sisi saya, anda akan lebih asyik menjalani kehidupan di dunia ini.
Coba telan ayat itu mentah-mentah atau kalau anda tak suka istilah ini, anggap saja itu ayat yang matang dan siap santap tanpa perlu penjelasan lebih dalam lagi. Dunia hanyalah permainan. Atau boleh juga kita katakan Dunia adalah Permainan. Kalau mau lebih keren lagi World is Just a Game. Nah, saya yakin anda tahu apa itu game dan apa itu permainan. Saya yakin anda semua pasti pernah bermain-main tak peduli waktu kecil atau sampai usia kepala 3 seperti saya.
Diakses dengan kata kunci:
Read MoreDua Cara Mencari Rejeki
Ini cerita lama yang dulu diceritakan oleh guru ngaji saya waktu kecil. Beliau berkisah tentang dua orang yang sedang berkemah di sebuah gunung. Lama kelamaan bekal yang mereka bawa sudah habis. Akhirnya salah seorang diantaranya sebut saja Panjul bermaksud untuk turun ke desa mencari rejeki.
Tapi seorang lagi sebut saja Bejo mengatakan akan coba berdoa pada Allah untuk mendatangkan rejeki bagi mereka. Si Panjul tertawa, mana bisa rejeki datang cuma dengan berdoa? Kita harus tetap berusaha agar mendapatkan rejeki.
Bejo tetap bersikukuh bahwa rejeki datang dari Allah, bukan dari manusia. Dan Panjul tetap juga dengan pendapatnya bahwa rejeki itu harus dicari, harus bekerja. Rejeki tidak mungkin datang tiba-tiba begitu saja. Karena tidak juga menemukan kesamaan pendapat, akhirnya mereka sepakat membuktikan siapa yang paling benar.
Diakses dengan kata kunci:
Anda Kerja untuk Apa?
Ini pertanyaan penting sebelum anda memulai suatu pekerjaan apapun. Jawaban pertanyaan ini sangat menentukan kualitas pekerjaan yang anda hasilkan nantinya. Dan kualitas ini tentunya berbanding lurus dengan rejekin yang bakal anda dapatkan.
Ada suatu cerita 3 orang tukang batu. Pekerjaan mereka sama, gaji sama, tapi niat lain. Ya, jawaban mereka atas pertanyaan untuk apa anda bekerja benar-benar lain. Dan mari kita lihat bagaimana mereka bekerja.
Pekerja pertama menumpuk bata-bata begitu saja. Dia bekerja dengan sangat cepat tapi sama sekali tidak rapi. Diapun kerja dengan bibir yang jauh dari senyum
Pekerja kedua menumpuk bata satu per satu dengan senyum. Meluruskan letaknya dan mulai melapisinya dengan semen. Pekerja inipun bekerja dengan cepat tapi masih sedikit santai
Pekerja ketiga menumpuk bata dengan lamban. Dia meletakkan bata-bata begitu rupa sehingga nampak artistik. Diapun melapisinya dengan semen dan memolesnya dengan begitu halus. Semen yang dipakaipun nampak begitu lembut seolah-olah disaring menggunakan saringan paling halus.
Diakses dengan kata kunci:
Jangan Persempit Rejeki Anda
Kali ini kita akan coba kembangkan sedikit ilmu syukur kita untuk memperluas rejeki. Hati-hati dengan judul diatas karena merupakan kalimat negatif yang biasanya sering jadi salah kaprah.
Tahukah anda? Bahwa banyak sekali diantara kita yang menyempitkan rejekinya sendiri. Maksudnya gimana?
Rejeki itu sebenarnya luas bahkan amat luas hingga Allah sendiri berkata:
“Dan sekiranya kamu menghitung nikmat Allah, niscaya tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Surah an-Nahl, ayat 18)
Tapi kita sendiri yang kemudian menyempitkannya dengan membatasi bahwa rejeki itu hanyalah berupa uang. Kita mengecilkan makna rejeki hanya dalam hitungan angka-angka rupiah, dollar, euro, dll. Kita mengecilkan rejeki dengan memberi makna bahwa rejeki itu hanya berupa harta kekayaan saja.
