Search results for: doa+rejeki

Emas Batangan

Emas Batangan

Emas Batangan

Tadi siang saya jalan-jalan sama istri. Rencana sih mau ke carefour beli beberapa keperluan rumah tangga dan sekaligus nyari-nyari lemari untuk menyambut si kecil. Di jalan istri ngomong-ngomong kalau ada sedikit tabungan nganggur di BRI. Tak sengaja beliau mengatakan daripada habis dipotong administrasi mending dibelikan sesuatu (lemari).

Hmm.. saya pikir-pikir kalau dibelikan lemari sih sama juga bohong. Lha lemari sekarang berapa lama sih bisa bertahan. Dengan harga 750.000 misalnya paling bertahan 2-3 tahun aja. Setelah itu bentuknya udah gak karuan deh, reot disana-sini. Malah lebih untung aman ditaruh di bank.. hehehe..

Lalu sayapun nyeplos, dibelikan emas aja biar awet duitnya. Istri saya bilang, “Bisa beli berapa uang segitu”. Ya, lumayanlah bisa 2 gram.. hehehe.. kata saya bercanda.

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Dua Cara Mencari Rejeki

Ini cerita lama yang dulu diceritakan oleh guru ngaji saya waktu kecil. Beliau berkisah tentang dua orang yang sedang berkemah di sebuah gunung. Lama kelamaan bekal yang mereka bawa sudah habis. Akhirnya salah seorang diantaranya sebut saja Panjul bermaksud untuk turun ke desa mencari rejeki.

Tapi seorang lagi sebut saja Bejo mengatakan akan coba berdoa pada Allah untuk mendatangkan rejeki bagi mereka. Si Panjul tertawa, mana bisa rejeki datang cuma dengan berdoa? Kita harus tetap berusaha agar mendapatkan rejeki.

Bejo tetap bersikukuh bahwa rejeki datang dari Allah, bukan dari manusia. Dan Panjul tetap juga dengan pendapatnya bahwa rejeki itu harus dicari, harus bekerja. Rejeki tidak mungkin datang tiba-tiba begitu saja. Karena tidak juga menemukan kesamaan pendapat, akhirnya mereka sepakat membuktikan siapa yang paling benar.

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Kerja dan Amal, Bedakah?

Ada sebuah komentar yang bagi saya sangat menggelitik, walaupun pada kenyataannya pemahaman tersebut cukup berbahaya. Dan masalahnya kemudian, ternyata pemahaman itu suka atau tidak, banyak dipegang oleh mayoritas kita. Nah, mudah-mudahan penjelasan ini bisa membuka cakrawala berpikir kita, dengan demikian akan terwujud masyarakat yang saling menguntungkan dan bekerjasama.

Bekerja dan beramal sebenarnya tidak boleh dipisahkan. Saat anda bekerja, anda harus menganggapnya sebagai sebuah amal kebajikan, niat yang tulus untuk memberikan yang terbaik buat orang lain. Demikian juga saat kita sedang beramal, kita juga harus sungguh2 mengerjakannya.

Maka sangat aneh sebenarnya jika anda membedakan antara kerja dan amal. Saat kita bekerja, maka kewajiban kita adalah menyelesaikan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat sbesar-besarnya bagi orang lain.

Nah, orang yang membayar kita juga harus melaksanakan kewajibannya membayar kita dengan sebaik-baiknya. Kalau tidak membayar, berarti dia melalaikan kewajiban. Terserah kita apa mau menuntut hak atau tidak perlu menunaikan kewajiban bekerja kita.

Diakses dengan kata kunci:

Read More