Search results for: hari+baik+cari+rejeki

Keep Anonymous

Anonymous artinya penyamaran atau kalau biasanya orang ngasih sedekah tuh pakai nama Hamba Allah. Dulu, dimasa-masa saya mulai internetan, semua orang menggunakan nama-nama samaran. Sangat jarang kita tahu nama seseorang hanya lewat internet. Kita harus melakukan interaksi dulu, misalnya kirim-kiriman email atau chatting baru kita bisa tahu namanya. Untuk tahu fotonya, wah lebih susah lagi. Kita musti dekat banget baru deh bisa tahu fotonya. Itupun biasanya dikirim via surat.. :)

Tapi di masa sekarang, kita bisa tahu data pribadi seseorang lengkap dengan foto dan status bahkan mungkin keluhan-keluhan maupun perasaannya saat ini. Dengan menjadi temannya di facebook, kita bisa dengan mudah mengetahui apa kebutuhannya.

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Dua Cara Mencari Rejeki

Ini cerita lama yang dulu diceritakan oleh guru ngaji saya waktu kecil. Beliau berkisah tentang dua orang yang sedang berkemah di sebuah gunung. Lama kelamaan bekal yang mereka bawa sudah habis. Akhirnya salah seorang diantaranya sebut saja Panjul bermaksud untuk turun ke desa mencari rejeki.

Tapi seorang lagi sebut saja Bejo mengatakan akan coba berdoa pada Allah untuk mendatangkan rejeki bagi mereka. Si Panjul tertawa, mana bisa rejeki datang cuma dengan berdoa? Kita harus tetap berusaha agar mendapatkan rejeki.

Bejo tetap bersikukuh bahwa rejeki datang dari Allah, bukan dari manusia. Dan Panjul tetap juga dengan pendapatnya bahwa rejeki itu harus dicari, harus bekerja. Rejeki tidak mungkin datang tiba-tiba begitu saja. Karena tidak juga menemukan kesamaan pendapat, akhirnya mereka sepakat membuktikan siapa yang paling benar.

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Jangan Persempit Rejeki Anda

Kali ini kita akan coba kembangkan sedikit ilmu syukur kita untuk memperluas rejeki. Hati-hati dengan judul diatas karena merupakan kalimat negatif yang biasanya sering jadi salah kaprah.

Tahukah anda? Bahwa banyak sekali diantara kita yang menyempitkan rejekinya sendiri. Maksudnya gimana?

Rejeki itu sebenarnya luas bahkan amat luas hingga Allah sendiri berkata:

“Dan sekiranya kamu menghitung nikmat Allah, niscaya tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Surah an-Nahl, ayat 18)

Tapi kita sendiri yang kemudian menyempitkannya dengan membatasi bahwa rejeki itu hanyalah berupa uang. Kita mengecilkan makna rejeki hanya dalam hitungan angka-angka rupiah, dollar, euro, dll. Kita mengecilkan rejeki dengan memberi makna bahwa rejeki itu hanya berupa harta kekayaan saja.

Diakses dengan kata kunci:

Read More