Search results for: rejeki+sedikit

World is Just a Game

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan sendagurau. Dan jika kamu beriman dan bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (QS.47:36).

Banyak ustad atau kyai yang mengartikan ayat itu dengan menjadikan akherat sebagai tujuan utama hidup ini. Dunia ini hanyalah jalan saja yang akan segera berlalu. Rata-rata ulama membahas masalah keutamaan akherat dibandingkan dunia. Tapi ketika ayat ini saya dengar dulu, saya lebih suka pada kata-kata permainan dan senda gurau.

Intinya sih sebenarnya sama antara yang saya tangkap dan yang disampaikan oleh para ulama kita. Tapi mungkin kalau anda melihatnya dari sisi saya, anda akan lebih asyik menjalani kehidupan di dunia ini.

Coba telan ayat itu mentah-mentah atau kalau anda tak suka istilah ini, anggap saja itu ayat yang matang dan siap santap tanpa perlu penjelasan lebih dalam lagi. Dunia hanyalah permainan. Atau boleh juga kita katakan Dunia adalah Permainan. Kalau mau lebih keren lagi World is Just a Game. Nah, saya yakin anda tahu apa itu game dan apa itu permainan. Saya yakin anda semua pasti pernah bermain-main tak peduli waktu kecil atau sampai usia kepala 3 seperti saya.

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Emas Batangan

Emas Batangan

Emas Batangan

Tadi siang saya jalan-jalan sama istri. Rencana sih mau ke carefour beli beberapa keperluan rumah tangga dan sekaligus nyari-nyari lemari untuk menyambut si kecil. Di jalan istri ngomong-ngomong kalau ada sedikit tabungan nganggur di BRI. Tak sengaja beliau mengatakan daripada habis dipotong administrasi mending dibelikan sesuatu (lemari).

Hmm.. saya pikir-pikir kalau dibelikan lemari sih sama juga bohong. Lha lemari sekarang berapa lama sih bisa bertahan. Dengan harga 750.000 misalnya paling bertahan 2-3 tahun aja. Setelah itu bentuknya udah gak karuan deh, reot disana-sini. Malah lebih untung aman ditaruh di bank.. hehehe..

Lalu sayapun nyeplos, dibelikan emas aja biar awet duitnya. Istri saya bilang, “Bisa beli berapa uang segitu”. Ya, lumayanlah bisa 2 gram.. hehehe.. kata saya bercanda.

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Kerja dan Amal, Bedakah?

Ada sebuah komentar yang bagi saya sangat menggelitik, walaupun pada kenyataannya pemahaman tersebut cukup berbahaya. Dan masalahnya kemudian, ternyata pemahaman itu suka atau tidak, banyak dipegang oleh mayoritas kita. Nah, mudah-mudahan penjelasan ini bisa membuka cakrawala berpikir kita, dengan demikian akan terwujud masyarakat yang saling menguntungkan dan bekerjasama.

Bekerja dan beramal sebenarnya tidak boleh dipisahkan. Saat anda bekerja, anda harus menganggapnya sebagai sebuah amal kebajikan, niat yang tulus untuk memberikan yang terbaik buat orang lain. Demikian juga saat kita sedang beramal, kita juga harus sungguh2 mengerjakannya.

Maka sangat aneh sebenarnya jika anda membedakan antara kerja dan amal. Saat kita bekerja, maka kewajiban kita adalah menyelesaikan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat sbesar-besarnya bagi orang lain.

Nah, orang yang membayar kita juga harus melaksanakan kewajibannya membayar kita dengan sebaik-baiknya. Kalau tidak membayar, berarti dia melalaikan kewajiban. Terserah kita apa mau menuntut hak atau tidak perlu menunaikan kewajiban bekerja kita.

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Anda Kerja untuk Apa?

Ini pertanyaan penting sebelum anda memulai suatu pekerjaan apapun. Jawaban pertanyaan ini sangat menentukan kualitas pekerjaan yang anda hasilkan nantinya. Dan kualitas ini tentunya berbanding lurus dengan rejekin yang bakal anda dapatkan.

Ada suatu cerita 3 orang tukang batu. Pekerjaan mereka sama, gaji sama, tapi niat lain. Ya, jawaban mereka atas pertanyaan untuk apa anda bekerja benar-benar lain. Dan mari kita lihat bagaimana mereka bekerja.

Pekerja pertama menumpuk bata-bata begitu saja. Dia bekerja dengan sangat cepat tapi sama sekali tidak rapi. Diapun kerja dengan bibir yang jauh dari senyum

Pekerja kedua menumpuk bata satu per satu dengan senyum. Meluruskan letaknya dan mulai melapisinya dengan semen. Pekerja inipun bekerja dengan cepat tapi masih sedikit santai

Pekerja ketiga menumpuk bata dengan lamban. Dia meletakkan bata-bata begitu rupa sehingga nampak artistik. Diapun melapisinya dengan semen dan memolesnya dengan begitu halus. Semen yang dipakaipun nampak begitu lembut seolah-olah disaring menggunakan saringan paling halus.

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Jangan Persempit Rejeki Anda

Kali ini kita akan coba kembangkan sedikit ilmu syukur kita untuk memperluas rejeki. Hati-hati dengan judul diatas karena merupakan kalimat negatif yang biasanya sering jadi salah kaprah.

Tahukah anda? Bahwa banyak sekali diantara kita yang menyempitkan rejekinya sendiri. Maksudnya gimana?

Rejeki itu sebenarnya luas bahkan amat luas hingga Allah sendiri berkata:

“Dan sekiranya kamu menghitung nikmat Allah, niscaya tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Surah an-Nahl, ayat 18)

Tapi kita sendiri yang kemudian menyempitkannya dengan membatasi bahwa rejeki itu hanyalah berupa uang. Kita mengecilkan makna rejeki hanya dalam hitungan angka-angka rupiah, dollar, euro, dll. Kita mengecilkan rejeki dengan memberi makna bahwa rejeki itu hanya berupa harta kekayaan saja.

Diakses dengan kata kunci:

Read More