Niat dan Akad

Pernah dengar seorang teman yg melakukan transaksi riba mengatakan, saya gak niat riba kok, pas saya pinjem sudah saya niatkan ngasih kelebihan pembayaran.

Di sisi lain ada seorang dermawan ngasih uang banyak ke panti asuhan lalu posting di akun FB-nya alhamdulillah bisa ngasih donasi ke panti nganu, niat ikhlas lillahi ta’ala moga bisa jadi manfaat. Aamiin.

Sekilas keduanya nampak benar ya, tapi salah.

Dalam hal Muamalah yang berhubungan dengan orang lain, maka yang terpenting adalah AKAD. Walaupun anda memimjam dengan niat mengembalikan lebih banyak nanti tapi kalau akadnya sudah disebutkan di depan bahwa anda pinjam sekian dan mengembalikan lebih banyak, maka akad-nya sudah masuk RIBA.

Tapi dalam hal ibadah pribadi, maka yang terpenting adalah NIAT-nya walaupun kata yang diucapkan mungkin lain. Contohnya ketika umat Islam ditekan kaum kafir Quraisy, maka Islam membolehkan mereka pura2 kafir. Pura2 kafir kan artinya secara akad mereka bilang mengikuti berhala. Tapi niat dalam hati tetap Tauhid.

Demikian juga ketika ada orang berhutang, secara akad mungkin betul ya hutang 100 ribu dibayar 100rb. Sebenarnya anda ingin menyedekahkan uang tersebut. Mungkin karena nominalnya kecil atau karena memang dia teman baik. Namun teman anda juga ingin memelihara kehormatannya sehingga menganggapnya sebagai hutang.

Jika anda memberi hutang dengan niat untuk sedekah maka akan ada perbedaan besar nantinya.

Bila teman anda tidak membayar hingga akhir hayatnya, maka dia tidak menanggung dosa karena sudah anda ikhlaskan sejak awal. Tapi jika dia sudah menyampaikan ke keluarganya bahwa dia memiliki hutang, maka keluarganya tetap punya kewajiban membayar.

Bila teman anda membayar hutangnya, maka dari sisi dia kewajibannya gugur. Dan dari sisi anda tetap mendapatkan pahala niat sedekahnya.

Maka, jika ada keluarga, teman baik atau orang yang sebenarnya lebih layak disedekahi memimjam uang, maka sebisa mungkin niatkan untuk sedekah. Kalau perlu sampaikan di depan, “Ane sudah mengikhlaskan uang ini untuk antum. Jika antum mengembalikan, alhamdulillah, namun jika tidak, uang ini sudah halal untukmu”

Mencari Peluang Bisnis 2018

Tahun 2018 sudah berjalan hampir 5 bulan dan dalam 2 hari ke depan kita sudah masuk di bulan keenam alias Juni 2018. Sebenarnya sudah sangat terlambat untuk menulis tulisan dengan judul di atas, lha tahun 2018-nya aja udah lewat 5 bulan kok. hehehe…..

Tapi terus terang ide ini saya dapatkan ketika istri diminta menuliskan 10 peluang bisnis yang realistis untuk mencapai target penghasilan. Lalu saya pun membantu beliau dengan beberapa ide bisnis yang entah ide itu nanti bakal dilaksanakan, dipilih salah satu atau hanya sekedar ide.

Namun, saya melihat bahwa sebenarnya yang namanya peluang bisnis itu akan selalu ada. Saya kurang setuju dengan ungkapan kesempatan tak datang 2x. Karena nyatanya kesempatan akan selalu ada dan ada terus. Tinggal kapan kita mau memulainya.

Jadi, apa nih mas peluang bisnis tahun 2018? Continue reading Mencari Peluang Bisnis 2018

Jebakan Bisnis Monyet

Dalam dunia investasi ada cerita yang cukup terkenal yaitu tentang Saudagar monyet.

Ada saudagar yg datang ke suatu desa di pinggir hutan yang banyak monyetnya. Monyet2 ini biasanya dianggap hama oleh penduduk karena merusak tanaman mereka.

Saudagar lalu bikin pengumuman bahwa dia mau membeli monyet dg harga 50 ribu. Wah pendudukpun berbondong2 mencari monyet dan menjual ke saudagar.

Hasilnya, ribuan monyet tertangkap dan pendudukpun dapat penghasilan tambahan yang lumayan. Continue reading Jebakan Bisnis Monyet

Pasti Tidak Pasti

“Satu-satunya kepastian adalah ketidak pastian dan satu-satunya yang konstan adalah perubahan”

Kehidupan itu selalu berubah. Bahkan satu-satunya hal yang tetap adalah tetap berubah. Hari ini takkan pernah sama dengan hari esok. Dan esok akan berbeda dengan lusa. Terus bergulir dan berubah.

Tahun lalu mungkin situasinya sangat berbeda dengan tahun ini. Kesulitan dan kemudahan yang kita hadapi tidak sama. Sangat dinamis. Continue reading Pasti Tidak Pasti

Berkarirlah di Industri Jaringan

Saya lupa pernah baca ini darimana. Kalau tidak salah yang mengatakan adalah Mr. Tung Desem Waringin. Beliau mengatakan, tempat terbaik untuk belajar bisnis itu adalah:

  1. Asuransi
  2. MLM (Business Network)

Hal ini selaras dengan status salah satu teman facebook saya, yaitu mas Alfian Anjar yang mengatakan seperti ini:

Seandainya atasan kita mendapat royalti 10% dr gaji kita, mungkin mereka akan lebih bersemangat membimbing. Lebih banyak meminjamkan kaset & buku.

Tapi sayang, itu tidak terjadi. Karena sebagai karyawan kita dibayar u/ menyelesaikan tugas.
Kalau Anda terlalu banyak bertanya, atasan Anda pasti marah. Anda dianggap tidak kompeten. Dan bisa dipastikan, karyawan demikian pasti dipecat.

Jadi, sekarang Anda paham bedanya dibanding berkarir sebagai Mitra Bisnis Jaringan.

Continue reading Berkarirlah di Industri Jaringan

Mencari sebuah alasan

Saya menemukan bahwa setiap manusia sangat pandai membuat alasan. Sayangnya, seringkali alasan ini dipakai tidak pada tempatnya. Padahal, apabila mampu menempatkan alasan dengan tepat, maka akan terjadi perubahan yang luar biasa dalam hidupnya.

Ketika ada yang menawarkan sebuah program untuk meningkatkan kemampuan diri, meningkatkan penghasilan hingga berlipat-lipat dan terbukti telah sukses menjadikan alumni2-nya berhasil. Kita cenderung kemudian cari alasan. Continue reading Mencari sebuah alasan

Mengenal Diri Sendiri

cara-mudah-mengenal-diri-sendiriKemarin saya datang ke acara dPreneur yang diselenggarakan oleh Detik.com dan TransTV. Dari pagi acaranya workshop pembuatan KomikStrip kemudian dilanjut dengan seminar yang pembicaranya Chairul Tanjung dan Ibu Risma.

Saya tertarik dengan berbagai macam penanya saat seminar. Pertanyaannya bagus-bagus dan dahsyat. Namun sayang ternyata pertanyaan itu baru sekedar konsep. Contohnya ada yg bertanya bagaimana mempertahankan sebuah usaha. Eh.. ketika dia ditanya usahanya apa lha kok belum punya usaha. Pak CT pun nyeletuk lha usaha aja belum dibuka kok mau dipertahankan 😀 Continue reading Mengenal Diri Sendiri

Bisnis Otak Kanan ala Bob Sadino

bob sadinoKemarin kita telah kehilangan seorang legenda bisnis Indonesia, om Bob Sadino. Pengusaha nyentrik yang kemana-mana suka pake celana pendek dan rumahnya cuma type 21 alias 2 hektar 1 rumah.

Saya ingin coba mengenang bagaimana cara beliau mengajari bisnis meski saya tidak belajar langsung dari beliau dan hanya baca-baca buku dan tulisan-tulisannya. Dalam menjalankan bisnis, beliau ini benar-benar menggunakan otak kanan. Bahkan saking ke kanannya, banyak orang menganggapnya sinting alias gendeng. Continue reading Bisnis Otak Kanan ala Bob Sadino