Tahun Baru

Jan 1st, 2011 | By Lutvi Avandi | Category: Sharing

Yah, tadi malam adalah tahun baru masehi. Tahu kan masehi itu apa? Masehi adalah penanda lahirnya Yesus Kristus. Tahun-tahun sebelum lahirnya Yesus dinamakan Sebelum Masehi. Dan tahun-tahun setelah lahirnya Yesus disebut tahun Masehi. Awalnya umat kristiani merayakan tahun baru itu di bulan maret tanggal 25. Namun, sejak tahun 567 peringatan tahun baru dipindah menjadi tanggal 1 Januari meniru penanggalan Romawi yang dibuat oleh Julius Caesar.

Nama Januari itu sendiri berasal dari nama Dewa Janus yang memiliki 2 muka. Bagi orang romawi kuno, dewa Janus atau Dewa Pintu dan Permulaan. Di saat itu, warga romawi kuno saling memberi dahan pohon untuk merayakan pergantian tahun. Mereka juga saling memberi kacang dan koin berlapis emas bergambar dewa Janus itu.

Tradisi tahun baru adalah tradisi keagamaan. Semua agama di dunia punya perayaan tahun barunya masing-masing. Tapi karena mayoritas warga Amerika beragama Kristen, maka kemudian perayaan tahun baru Kristen ini dijadikan sebagai hari libur Nasional. Sama seperti Idul Fitri kalau di Indonesia kan dijadikan hari libur nasional juga.

Berkat serbuan film dan televisi, maka mulailah tradisi meniru-niru budaya barat dilakukan oleh bangsa kita. Bukan cuma umat Kristiani yang merayakan, tapi umat Islam juga ikut-ikutan. Sedikit demi sedikit, apa yang dikatakan oleh rasulullah terjadi juga. Kita terus menerus mengikuti langkah-langkah orang kafir hingga ke lubang semut kalau perlu. Perayaan tahun baru kemarin bisa dijadikan bukti bahwa umat Islam sudah mulai meninggalkan budayanya yang luhur dan diganti oleh budaya kafir.

Kita melewatkan malam tahun baru Hijriyah begitu saja. Padahal di bulan Muharram itu, ada pahala yang besar dan keutamaan yang besar di banding bulan lainnya.

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang salat yang paling afdal sesudah salat fardu adalah salat
malam.”
(HR Muslim)

Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan, Muharam disebut dengan syahrullah (bulan Allah) memiliki dua hikmah.
Pertama, untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharam.
Kedua, untuk menunjukkan otoritas Allah dalam mengharamkan bulan Muharam. Pengharaman bulan ini untuk perang adalah mutlak hak Allah saja, tidak seorang pun selain-Nya berhak mengubah keharaman dan kemuliaan bulan Muharam.

Kalender Hijriyah juga diawali dengan hijrahnya Rasulullah SAW. Hijrah ini adalah titik tolak perkembangan agama Islam. Dimana Islam tumbuh dengan besar dan kuat sehingga bisa menguasai jazirah arab dan negara-negara lain di sekitarnya.

Mudah-mudahan artikel ini mampu menyadarkan kita semua tentang apa yang telah kita lakukan. Sedikit pesan dari Rasulullah yang mulia

“Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti cara/ jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai bila mereka masuk ke liang dhabb (binatang sejenis biawak yang hidup di padang pasir), niscaya kalian akan mengikuti mereka.”

Kami berkata: “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu orang-orang Yahudi dan Nashara?”

Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?”
[HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu 'anhu, lihat Al-Lu’lu Wal Marjan, hadits no. 1708]

Sumber:

Diakses dengan kata kunci:

TWEET THIS!

6 Responses to Tahun Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco