The Truly Loser
Dec 30th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Sabar dan SyukurMaaf, artikel ini gak ada hubungannya dengan malaysia tapi masih bisa dikaitkan dengan piala AFF kemarin. Indonesia kemarin malam telah resmi menjadi runner up piala AFF karena belum berhasil memperlebar selisih gol di Gelora Bung Karno. Tapi apakah ini sebuah kekalahan bagi Indonesia? Tidak. Ini justru kemenangan. Kemenangan bagi nasionalisme, kemenangan bagi semangat persepakbolaan tanah air, kemenangan bagi persatuan antar suporter. Dan yang pasti ini kemenangan bagi hati rakyat negeri ini.
Saya yakin kita semua pernah mengalami kekalahan. Saya selalu naik podium saat pengumuman juara kelas waktu SD dulu. Kalau ndak juara 1 ya juara 2. Selisihnya pun pasti tipis. Suatu ketika waktu kelas 4 nilai saya benar2 melorot tajam sehingga saya harus menduduki peringkat 6. Padahal waktu kelas 4 itu saya ikut les. Makanya sampai sekarang saya nggak pernah suka namanya Les atau Bimbingan Belajar.
Kalah? Iya. Tapi apakah saya lalu harus jadi pecundang alias Loser? Tidak. Saya berhenti les, bahkan tawaran les dari wali kelas pun saya tolak. Saya belajar sendiri dengan cara saya sendiri. Suatu ketika waktu pelajaran Matematika wali kelas saya memberi pertanyaan yang sama sekali belum diajari. Anak-anak yang ikut les sama beliau ternyata malah sudah diajari. Wah curang nih, batin saya.
Akhirnya sayapun melakukan manuver belajar. Saya ngebut belajar 1 bab lebih jauh dari yang sudah diajari. Kalau nggak tahu saya tanya ibu saya. Kalau beliau nggak tahu biasanya nanya sama tetangga yang SMA.. hehehe.. Akhirnya kembali juara I saya terima lagi.. hahaha.. Untungnya Allah memberi saya karunia untuk cepat menangkap ilmu. Dan untungnya Allah memberi saya guru-guru yang bisa mengajar sesuai style saya.
Kekalahan bukanlah akhir dari semuanya. Justru kekalahan itu adalah pemacu semangat kita. Dalam bisnis, kegagalan kadangkala harus kita hadapi. Saya misalnya, ketika beberapa website saya telah memberi penghasilan yang stabil, justru suatu ketika malah kena sandbox sehingga traffik melorot drastis. Apa ini kemudian mengendurkan semangat? Tidak juga.
Jika hanya karena kekalahan atau kegagalan kita lalu terlalu bersedih dan kehilangan harapan, maka kita sudah menjadi seorang pecundang. Tidak layak diri ini mengaku bangsa Indonesia yang terkenal di sepanjang jaman akan aksi heroiknya mengusir tentara sekutu. Jangan mempermalukan nenek moyang kita yang menguasai lautan dengan angkatan perang lautnya yang disegani. Kita bangsa besar dengan sejarah besar. Kalau hanya karena kekalahan kita sudah drop bahkan nekat bunuh diri, maka mending ke laut aja deh biar ndak nyusain orang yang nemuin mayat anda.
So, selalu ingat bahwa dunia ini cuma permainan. Kekalahan hanyalah bagian dari permainan. Kita masih bisa mengulang lagi dan berjuang lagi. Coba bayangkan kalau kita selalu menang. Tak ada lagi perjuangan, tak ada lagi kisah-kisah seru. Bersahabatlah dengan kekalahan dan bermain-mainlah dengan kegagalan.

Assalamualaikum.. Salam kenal Mas.. Saya Hardi.. setelah membaca Artikel anda saya sangat termotivasi tentang kegagala-kegagalan yang pernah saya alami. memang betul mas, kita harus banyak bermain dengan kekalahan fan kegagalan. karena dengan kekalahan dan kegagalan yang pernah kita lakukan maka, kita aka selalu terus berusaha dan belajar.. sekali lagi terima kasih mas, dengan membaca artikel anda menjadi satu acuan semangat buat saya.. Wassalam..
Wa’alaikumussalam
Mudah-mudahan ke depan lebih banyak menghasilkan usahanya. Aamiin
Sangat mengharukan dan memacu semangat mas tulisannya. Salam kenal, saya Subkhan, pernah hadir saat kopdar SuWeC.
Saat ini memang saya baru saja mengalami kekalahan, mengalami dilema yang cukup parah dalam urusan masa depan. Namun saya sadar, terlalu lama merenungi nasib memang tidak pantas sebagai bangsa Indonesia. Harus cepat ambil keputusan, tahu resiko yang diambil. Tentu saja banyak berdoa akan lebih memacu semangat kita dalam mengarungi nasib.
Sekali lagi, terimakasih atas bimbingannya.
Bener. Sedih atas kegagalan wajar. Terlalu lama bersedih, sudah tidak sehat lagi namanya
selalu ada dua sisi kehidupan dunia yang tiap sisinya harus bisa kita rasakan agar hidup lebih bermakna. nggak ada seninya kalo seneng terus..