Nyontek

Mar 28th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Narsis

Kemarin waktu pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan di UN-UN sebelumnya selalu ada berita yang dibesar-besarkan. Yaitu aksi kecurangan yang dilakukan oleh siswa-siswa negeri ini saat mengerjakan ujian. Ini mungkin pendapat pribadi saya dan mudah-mudahan bisa dimengerti oleh para pendidik maupun para orang tua.

Saya sebenarnya sangat menyayangkan tindakan pemerintah negeri ini yang terlalu berlebihan dalam menjaga pelaksanaan Ujian Nasional. Seolah-olah UN itu bukan untuk siswa itu sendiri, tapi lebih pada untuk kepentingan pihak lain. Sebelum anda protes, mari kita baca ilustrasi ini.

Kenapa seorang siswa menyontek, berusaha mencari bocoran soal, sampai usaha untuk mencari joki UN dan kunci jawaban? Apakah karena mereka ini curang? Atau memang seharusnya seperti itu?

Coba anda bayangkan beban yang mereka hadapi dengan mata terbuka dan sesuai realita. Tolong gunakan sudut pandang mereka sebagai seorang pelajar, bukan sebagai seorang pegawai. Bayangkan mereka harus menguasai 3 mata pelajaran yang diberikan selama 3 tahun berturut-turut. Dan perlu kita sadari bahwa tidak semua orang menguasai 3 ilmu itu. Ini tentu hal yang sulit. Dan memang sudah terbukti kan?

Apakah ini kemudian jadi patokan kelulusan? Bukankah ujian itu seharusnya mampu meloloskan lebih banyak orang? Ujian di kehidupan tidak ada nilai 1-9. Yang ada adalah nol atau 10. Berhasil atau gagal. Sekarang coba misalkan hasil ujiannya harus 100 agar bisa lulus. Saya yakin hanya beberapa siswa saja yang berhasil.

Bayangkan ujian ini ibarat lari marathon. Jika peserta cuma lari setengah jalan, apa bisa mereka dikatakan berhasil? Saya pikir tidak. Demikian juga dengan UN.

Artinya, alasan bahwa UN adalah untuk melihat kemampuan siswa itu hanya alasan semata. Dan kalau hasilnya benar-benar jelek atau tidak mampu mendapatkan nilai 10 untuk setidaknya 50% siswa. Maka siapa yang salah? Pasti para pendidik akan menyalahkan siswanya. Bagaimana mungkin jutaan siswa gagal bersama-sama, tak mampu lolos ujian. Siapa yang salah? Systemnya atau pengajarnya?

Lalu bagaimana seharusnya?

Nyontek itu bukanlah hal buruk. Semua orang pasti pernah nyontek dalam hidupnya. Karena nyontek adalah bagian dari belajar yang alami. Anak-anak menyontek cara bicara ibunya. Para remaja menyontek teman-temannya yang dianggap baik menurutnya. Bahkan para orang tua sering menyontek tetangga atau guru-guru dalam mengatur hidup dan kehidupannya.

Dalam berkreasi, saya yakin tidak ada seorangpun yang menciptakan sesuatu 100% fresh baru. Kita ini biasanya cuma memodifikasi orang-orang terdahulu. Kita melihat produk yang bagus kemudian melakukan permak disana sini sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik.

Ya, tapi semua itu hanya mungkin terjadi kalau staff pemerintahan khususnya bidang pendidikan berjiwa enterpreneur semua. Hanya terjadi saat kita menganggap para siswa adalah manusia-manusia yang sedang belajar. Bukan manusia yang sedang melakukan tugas untuk belajar. Dan saya tidak setuju dengan ungkapan “Tugas Siswa adalah Belajar”. Menurut saya “Hak Siswa adalah Mendapat Ilmu”.

Buat adik-adikku siswa SMP, yakinlah bahwa UN bukanlah segala-galanya. Percayalah, nanti di dunia nyata soal-soal UN itu gak ada yang dipakai.. hehehe.. So, kalau bisa nyontek, nyonteklah asal gak ketahuan. Hidup nyontek !!

Diakses dengan kata kunci:

TWEET THIS!

3 Responses to Nyontek

  • dafiDRiau says:

    Wah serius nih mas, nyontek ah…..

  • Kata Kata Menyentuh “Tugas Siswa adalah Belajar”. Menurut saya “Hak Siswa adalah Mendapat Ilmu”. Mantab…

  • Indra says:

    La saya saja yang SMA 6 mapel ndak nyontek ya bisa mengerjakan kok… Kalo menurut saya faktor yang menyebabkan adalah rendahnya SDM kita, tapi kita saja yang tidak mau mengakui. Yaa.. kalo saya pribadi tugas siswa adalah belajar, karena dengan belajar akan mendapat ilmu… Dari jaman purbakala sampai sekarang kalo ingin mendapat ilmu ya belajar. Karena dengan ilmu kita dapat memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Kalo hanya ujian nasional sih hanya salah satu ujian kecil yang diberikan Allah SWT, masih banya ujian yang lebih besar dan lebih berat pada masa yang akan datang… Kalo UN saja ndak mampu bagaimana kita mau bersaing dalam kehidupan ini, mereka tidak bisa mengerjakan UN karena mereka tidak mau mencari jalan keluarnya supaya menjadi bisa. Jadi saya dukung terus UN untuk Indonesia…