Atasi Sumbernya, bukan Masalahnya

Dec 1st, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Family

Lawan HIV dari Sumbernya

Alkisah Bejo dan Paijo lagi naik perahu berdua untuk mancing di tengah danau. Lagi asyik-asyiknya mancing, eh tiba-tiba ada yang merembes di kaki. Wah rupanya perahu yang mereka tumpangi bocor dan air mulai masuk. Semula hanya rembesan dan mereka menganggap wajar karena perahu kayu kan ada seratnya. Tapi rembesan itu lama-lama makin besar dan makin deras.

Dengan cekatan Paijo mengambil timba dan mulai menguras kapal. Air mulai kelihatan berkurang dan Paijo bilang, “Ngurusi perahu bocor enteng Gan!” Tapi tak lama air kembali membanjiri perahu, Paijo sibuk menguras lagi dan lagi. Kali ini air makin deras mengalir, Paijo teriak “BEJO! Diam aja lu! Bantuan nguras kek!”.

Apa yang dilakukan bejo? Bukannya segera ambil timba, bejo malah ambil tas plastik. Digulung-gulungnya plastik itu hingga membentuk bulatan kecil. Bejo membungkuk dan menambal lubang di bawah perahu. Lalu duduk lagi dan meneruskan memancing.

Paijo jengkel, “Yah, disuruh nguras malah mainan plastik. Ya udah saya akan terus berjuang menguras air ini. Usahanya sekarang makin cepat, karena rembesan air berhenti gara-gara disumbat oleh plastik.

Hari ini katanya adalah peringatan Hari AIDS Sedunia. Aneka usaha telah dilakukan untuk “menguras” dan menolong para penderita AIDS. Lagi-lagi HAM yang jadi alasan, tak peduli lagi penyebabnya. Yang penting penderita AIDS harus ditolong.

Tapi tahukah kita kalau tindakan tersebut ibarat menguras kapal yang bocor? Kita berusaha menolong para penderita AIDS, tapi penyebab AIDS itu sendiri tidak berusaha kita tambal. Okelah kita telah melakukan penambalan yaitu dengan memeriksa darah yang didonorkan, melakukan penyuluhan agar menggunakan kondom, penyuluhan agar setia pada pasangan, dll.

Kalau boleh saya bilang, kita sudah menambal lubang-lubang kecil kapal negeri ini. Tapi kita membiarkan lubang besar menganga tepat di bawah kapal ini. Lubang yang terus menerus melahirkan OHDA-OHDA baru. Apa itu?

Pergaulan Bebas!

Seandainya saja pendidikan akhlak dan moral ditingkatkan, andai saja masyarakat ikut peduli terhadap pergaulan remaja, dan andai saja pemerintah mau mengontrol kampanye pergaulan bebas di TV yang ditonton dengan mudah oleh anak-anak kita. Mungkin lubang itu bisa tertutup.

Kita melarang anak kita pacaran, tapi membiarkan mereka belajar bahwa pacaran itu baik bahkan wajib. Kita melarang hubungan pra nikah, tapi membiarkan mereka jalan berdua dengan pacaran kemana-mana tanpa pengawasan. Kita takut anak kita hamil di luar nikah tapi membiarkan pacarnya memboncengnya entah kemana.

Apakah kita ini sudah menjadi Paijo yang mengerahkan berbagai upaya hanya untuk menguras air? Ataukah kita lakukan cara efektif dan efisien ala Bejo yang menambal kebocoran? Insya Allah saya punya kuasa menjaga anak-anak saya. Tapi bagaimana dengan anak-anak anda? Jika bukan anda yang menjaganya lalu siapa lagi? Mengharap pemerintah? Masih mending mengharap sama tembok deh.

So, mulailah menambal biduk perahu rumah tangga anda sendiri. Mulailah menambal perahu RT anda jika anda punya kekuatan untuk itu. Biarlah pemerintah dengan urusannya menguras dan menguras saja. Suara kita tidak akan cukup kuat untuk didengar telinga mereka. So, selamatkan diri dan keluarga anda. Jika kapal ini tenggelampun, anda masih punya sekoci yang siap menyelamatkan anda dan keluarga.

TWEET THIS!

5 Responses to Atasi Sumbernya, bukan Masalahnya

  • eserzone says:

    Yang benar OHDA (Orang Hidup Dengan Aids)… Saya setuju dengan apa yang bro sampaikan. Dana yang pemerintah salurkan lebih condong ke Rehabilitatif dan Kuratitif (Perbaikan sarana dan pengobatan OHDA) sedangkan dana untuk promotif dan prefentif (Promosi dan Pencegahan) lebih kecil…….

  • hmcahyo says:

    ya… bener mas… saya setuju, paijo2 memang banyak sekarang,,

    tapi kasihan juga anak-2 atau pasien yang kena HIV gara-gara transfusi darah…. bukan karena pergaulan bebas… nah ini yang perlu dipikirkan.

    BTW mau komen di artikel2 lawas gak bisa ya?
    udah ditutup?

    • Lutvi Avandi says:

      Mereka juga termasuk akibat dari kebocoran perahu. Gara-gara gak ada pencegahan AIDS, akhirnya orang banyak yang sakit AIDS. salah satu pencegahan adalah dengan memperbaiki sistem pengelolaan darah di PMI. Nah kalau yang udah kena gimana? Allahlah yang akan menjadi penolong

  • Luhur says:

    Nasihat tentang menjaga keluarga di akhir posting sangat mengena, Mas…. “Jagalah dirimu dan KELUARGAMU dari neraka….” begitu kan Mas?

  • alief says:

    bukannya pesimis apatis atau apalah namanya. kalau kita mencoba untuk menghentikan pergaulan bebas ini, kita akan kena masalah pelanggaran ham. di negeri ini dan dinegeri negeri lain, ham itu sudah terjadi pergeseran nilai, apa lagi kalau tidak sealiran dengan kelompok besar. apapun yang dilakukannya pasti salah, walaupun itu sebenarnya dilakukan untuk menutup sebuah lubang besar yang siap menenggelamkan perahu yang ditumpani bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco