Keep Anonymous

May 5th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Narsis, Sharing

Anonymous artinya penyamaran atau kalau biasanya orang ngasih sedekah tuh pakai nama Hamba Allah. Dulu, dimasa-masa saya mulai internetan, semua orang menggunakan nama-nama samaran. Sangat jarang kita tahu nama seseorang hanya lewat internet. Kita harus melakukan interaksi dulu, misalnya kirim-kiriman email atau chatting baru kita bisa tahu namanya. Untuk tahu fotonya, wah lebih susah lagi. Kita musti dekat banget baru deh bisa tahu fotonya. Itupun biasanya dikirim via surat.. :)

Tapi di masa sekarang, kita bisa tahu data pribadi seseorang lengkap dengan foto dan status bahkan mungkin keluhan-keluhan maupun perasaannya saat ini. Dengan menjadi temannya di facebook, kita bisa dengan mudah mengetahui apa kebutuhannya.

Sebenarnya ini peluang bagus bagi para marketing. Dan penyedia social networking sengaja melakukan ini untuk membuka pangsa pasar dan iklan. Tapi juga peluang bagus bagi para penjahat. Karena data-data itu sangat riskan dipakai untuk membobol email anda.

Beberapa hari lalu, di metrotv dibahas bagaimana mengamankan account facebook kita. Salah satunya adalah dengan selektif memilih teman. Hal ini juga diamini oleh beberapa teman saya di facebook yang mulai pilih-pilih dalam mencari teman di FB. Tapi menurut saya, hal itu gak penting. Kenapa? Baca terus ya?

1. Facebook Bukan Segalanya

Ini hal paling penting yang harus anda ingat. Memang facebook punya banyak kelebihan. Tapi jangan sampai facebook anda jadikan segalanya. Saya sangat heran melihat orang-orang yang begitu pedulinya dengan facebook. Bahkan ada yang meletakkan data-data penting disana. Ada juga yang menulis artikel di facebook dan menurut saya artikelnya itu terlalu berkualitas jika hanya ditaruh di sana.

Di dunia maya, yang memegang peranan penting itu sebenarnya cuma tiga:

  1. Email
  2. Domain
  3. Hosting

Disinilah sebenarnya tempat teraman dan harus anda jaga dengan sebaik-baiknya. Selain di 3 tempat itu, sebaiknya anda membaca point kedua sebelum terlalu banyak memberi data.

2. Be Anonymous

Jika anda memang bukan pebisnis dan memang tidak banyak yang kenal, maka menggunakan nama samaran adalah hal terbaik. Jangan terlalu mengumbar nama asli apalagi data-data asli di facebook. Jikalau diperlukan (misalnya anda pebisnis), anda cukup mengungkapkan nama, alamat dan nomor telepon saja. Selebihnya sebaiknya gunakan samaran.

Saya pribadi menggunakan data-data samaran di banyak situs social yang saya ikuti. Jadi jangan heran jika tanggal lahir saya di facebook, di friendster dan di tempat lain bisa beda-beda.. hehehehe…

Untuk berbisnis, orang tidak perlu tahu tanggal lahir kita, mereka juga tidak perlu tahu siapa nama orang tua kita, mereka juga gak butuh tahu tempat lahir, hobby, dll. Jadi, untuk hal-hal ini jangan terlalu jujur.. :) Tapi jika memang di situasi tertentu data-data itu dibutuhkan (misalnya untuk membeli hosting), maka anda boleh deh jujur. Lagipula data untuk beli hosting biasanya hanya untuk konsumsi admin hosting saja.

3. Banyak Teman, Banyak Rejeki

Dengan menjadi anonymous, anda bisa leluasa merekrut teman. Saya sendiri jarang menolak teman di facebook. Langsung aja saya approve semua. Tapi jangan harap walau jadi teman saya di FB anda bisa tahu semua jati diri saya. Jati diri palsu mungkin bisa anda dapat. Tapi yang asli, ooo anda harus kenalan lebih dekat lagi. Minimal traktir makan gitu.. :)

4. Akun di Hack Bukan Masalah

Ada cerita orang yang nangis-nangis gara-gara akun-nya di hack orang. Andai itu akun saya, saya sih enteng aja. Lha password-nya dengan password email beda. Jadi ketika di hack ya saya tinggal lapor facebook lalu bikin lagi deh. Paling-paling cuma sayang game-nya aja karena levelnya udah tinggi :)

Nah, sekarang coba cek akun facebook anda. Usahakan hanya data-data global saja yang anda share. Sisanya, bikin data palsu aja.. hehehe…. Asoy kan?

Diakses dengan kata kunci:

8 Responses to Keep Anonymous

  • Wow, thanx infonya mas.
    Sarannya bagus. Segera dilaksanakan

  • Musa Daud says:

    Terbuka boleh, asal pada tempatnya dan ada manfaatnya ^_^

    Mantabs ^_^

  • Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^ Salam dari teamronggolawe.com

  • noto says:

    Saya setuju dengan tipsnya mas,
    terutama pada point 3 yaitu banyak teman banyak rejeki.
    Apalagi kalau udah ketemu, wah bisa ditraktir nih.

  • Bung Eko says:

    Hehehe, kalo saya kok malah gak nyaman ya jadi anynomous atau make data-data samaran. Tapi tetap saja tidak diobral semuanya di jejaring sosial seperti fesbuk. Nama tetap asli, TTL juga asli, nomor telp asli, tapi alamat rumah, email, dll yang agak rawan alau dibuka ya saya sembunyikan.

  • Maghfur Amin says:

    Memperlakukan atau menganggap sesuatu adalah “segalanya” memang kurang tepat, apalagi di internet (facebook khususnya).
    Beritahukan apa yang perlu diketahui saja,selebihnya jadi urusan masing-masing.
    Sebenarnya orang jadi berharga/menarik… krn ia punya rahasia ttg dirinya yg tidak diketahui oleh orang lain

  • Jadi ingat masa lalu. Iya lihat website org ga jelas bgt pemiliknya, ada alamatnya saja dah termasuk top..

    Facebook merubah kehidupan di dunia..