Pensiun Dini Perlukah?

Oct 2nd, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Bisnis & Pemasaran
Pensiun Dini

Pensiun Dini

Wacana yang sering beredar saat kita membahas soal finansial freedom adalah tentang pensiun dini. Setelah saya cukup lama mencoba mengejar yang namanya pensiun dini saya kemudian jadi bingung sendiri. Apakah benar saya butuh pensiun dini? Lalu saya coba membaca kembali kisah-kisah orang-orang sukses termasuk juga kisah Rasulullah dan para sahabatnya.

Saya membaca bagaimana Rasulullah sang pengusaha sukses yang dagangannya selalu laku saat berjualan di negeri Syam justru bekerja ekstra keras di hari tuanya. Walaupun kerjanya sudah beda orientasi, tapi tetap saja beliau tidak ongkang-ongkang kaki kan? Bahkan beliau juga pernah 3 hari tidak makan dan mengganjal perutnya dengan batu.

Lalu saya sampai pada kesimpulan untuk memformat ulang pikiran saya tentang pensiun dini. Pensiun dini versi terbaru saya adalah suatu kondisi dimana saya sudah tidak perlu memikirkan lagi biaya hidup sehari-hari yang layak sehingga bisa lebih banyak memikirkan manfaat apa yang bisa saya berikan untuk orang lain. Biasanya kita ini kan gak mau berbagi karena merasa untuk diri sendiri aja gak cukup. Nah, mudah-mudahan dengan target ini, kita bisa lebih mudah bersyukur atas nikmat pensiun dini ini.

Jadi pensiun bukan berarti ongkang-ongkang kaki. Tapi pensiun adalah berhenti memikirkan diri sendiri saja dan mulai memikirkan orang lain. Bukankah nanti amalan itulah yang kita butuhkan saat menghadap-Nya. Pensiun bukan berarti menjadi pemalas. Tapi pensiun berarti memulai kehidupan baru yang difokuskan untuk akherat. Pensiun berarti mulai mengurangi kepentingan duniawi dan mendahulukan kepentingan ukhrawi dalam hal ini saya menyarankan mendahulukan ibadah sosial daripada fokus pada ibadah individual.

Jika konsep pensiun ini yang kita ingin capai, maka pensiun dini amat sangat perlu. Bahkan kalau bisa sedini mungkin, kalau perlu dipaksakan. Justru kalau pensiun itu berarti bermalas-malasan, duduk-duduk di rumah karena uang datang sendiri, malah akan membuat kita lebih cepat tua dan cepat terserang penyakit. Sayang banget kan? So.. bagaimana konsep pensiun anda dan seperti apa pensiun itu menurut anda?

Diakses dengan kata kunci:

TWEET THIS!

6 Responses to Pensiun Dini Perlukah?

  • eserzone says:

    saya kurang menyukai yang namanya pensiun dini….

  • Acacicu says:

    Pensiun dini yang seperti itu, saya juga pengen. Dalam artian, kita punya waktu lebih untuk orang lain. Kan bisa kita isi dengan berkarya apa saja yang bermanfaat; Salam hangat dari kota kecil Jember;

  • Agung Online says:

    kalau saya masih belum paham mengenai pensiun bagi pebisnis. Tapi dalam pemerintahan, berarti masa jabatannya berakhir.

    Tapi konsep pensiun dini dari mas Lutvi seperti itu, saya setuju.

  • sri says:

    benar banget. itu yang paling penting. bisa bermnfaat bagi diri sendiri. Bisa menjadi “bagian” rencana Tuhan untuk bisa membuat kehidupan orang lain lebih baik.

    BTW, tolong cerahkan sy yang baru tau wordpress
    Apa yang berangkat dari titik NOL wordpress etc soal web, blog juga bisa melalui keanggotaan cafe biz?

  • Akhmad Sekhu says:

    Klo konsepnya seperti itu mah sy setuju banget…BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN..!