Urgensi Insya Allah

Apr 6th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Sharing

Insya Allah… sering dengar kalimat itu? Kira-kira apa maksud orang mengatakan hal itu? Secara teori, mungkin anda akan menjawab karena mereka tawakal pada Allah. Tapi pada kenyataannya, seringkali kalimat ini digunakan secara salah dan berbahaya. Yaitu menggunakannya sebagai cara lain untuk berkata tidak.

Ini adalah bagian dari Ghozwul Fikri alias perang pemikiran. Dimana banyak nilai-nilai utama Islam dilecehkan oleh musuh-musuh Islam. Dan secara tidak sadar, umat Islam sendiri malah ikut-ikutan mengembangbiakkan pelecehan ini.

Jadi bagaimana sih sebenarnya penggunaan Insya Allah itu? Dan apa urgensinya? Yuk kita coba pelajari dikit.

Maksud dari Insya Allah secara bahasa adalah Jika Allah Menghendaki. Dan tahu anda apa maknanya? Itu artinya kita mengatakan bahwa kita akan melaksanakan janji itu sekuat tenaga dan hanya udzur syar’i saja yang bisa membuat kita membatalkannya. Apa saja udzur syar’i? Diantaranya : Sakit, Bepergian Jauh atau mungkin juga kematian.

Jadi, selama anda tidak sakit, tidak bepergian jauh dan belum mati, anda WAJIB menunaikan janji yang anda katakan dengan Insya Allah.

Wah berarti jangan pakai Insya Allah dong kalau janji

Itu juga kurang tepat. Menggunakan insya Allah dalam setiap janji kita, adalah sesuatu yang urgent alias darurat. Maksudnya, jika kita tidak memakainya, kita akan hancur. Ibarat di padang pasir dan kita benar-benar kehausan dan meminum air lumpur adalah satu-satunya cara bertahan. Maka meminum air lumpur itu ibarat menggunakan Insya Allah dalam janji kita. Jadi, amat sangat dan harus disertakan.

Saat kita menggunakan insya Allah, maka seharusnya 100% usaha kita kerahkan agar janji itu terpenuhi. Tapi disaat bersamaan kita harus yakin 100% bahwa apapun usaha kita, Allahlah yang berhak menentukan hasil akhirnya. Maka itulah bentuk penyerahan diri sekaligus perjuangan yang sempurna.

Jadi, jika anda sekarang terbiasa mengatakan insya Allah hanya gara-gara sungkan mau menolak dan ternyata anda tidak melakukan usaha apapun untuk memenuhi janji itu, maka sama saja anda telah menipu rekan anda dengan atas nama Allah. Entah balasan apa yang pantas kita terima jika melakukan itu.

Coba anda bayangkan gini. Anak anda janji sama temannya. Dia berkata, “Ya aku datang kalau diijinkan sama orang tuaku”. Dia bilang gitu karena sungkan menolak temannya. Dan benar, di saat yang dijanjikan, anak anda malah santai-santai di rumah dan tidak memenuhi janjinya. Saat ketemu, dengan enak dia bilang, “Kan aku bilang kalau diijinkan ortu-ku. Gak janji kalau datang kan?”. Bagaimana perasaan anda saat tahu itu?

Lalu temannya melalui ortunya menelpon anda, “Pak kenapa anaknya gak diijinkan datang? Padahal ini tugas kelompok yang harus dikerjakan sama-sama”. Hayoo?? Apa yang anda lakukan.

So, gunakan insya Allah dalam setiap janji anda. Jika memang tidak bisa memenuhi, utarakan alasan anda dengan baik. Jangan biarkan syaitan menjerumuskan anda untuk melakukan pengingkaran janji dengan atas nama Allah.

Diakses dengan kata kunci:

TWEET THIS!

Tags:

3 Responses to Urgensi Insya Allah

  • dafiDRiau says:

    Tks mas mengingatkan karna orang-orang jika mendengar insyaallah kemungkinan janji akan terlaksana kecil sekali

  • fatchur says:

    “So, gunakan insya Allah dalam setiap janji anda. Jika memang tidak bisa memenuhi, utarakan alasan anda dengan baik. Jangan biarkan syaitan menjerumuskan anda untuk melakukan pengingkaran janji dengan atas nama Allah.”

    INSYA ALLAH Pak

  • Syaiful Bari says:

    Saatnya mengembalikan insyaAllah kepada khittahnya! InsyaAllah bisa…