Allah Lebih Jenius dari yang Anda Kira

Artikel ini bisa disebut artikel dukungan sekaligus bantahan atas ceramah ustad Yusuf Mansur :) Ya, saya mendukung sekali ucapan beliau bahwa Allah itu amat sangat bisa diandalkan. Tiada penolong yang lebih baik dariNya dan hanya Dialah seharusnya tempat kita meminta pertolongan.

Tapi menganalogikan Allah dengan pemain catur yang melakukan tindakan diluar kewajaran aturan permainan itu yang kurang saya setujui. Dengan melakukan hal itu, berarti Allah tidak mematuhi sunnatullah yang dibuatNya sendiri. Allah juga tidak adil. Itu sih sebenarnya masih sah-sah saja karena Allah adalah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu bahkan atas keputusanNya sendiri.

Read More

Fokus pada Keunggulan bukan Kekurangan

Saat diminta untuk datang pada rapat dengar pendapat dengan dewan.. eh.. dengan yayasan Almadinah, saya mendapatkan pelajaran penting yang sudah lama saya dengar bahkan sudah berkali-kali saya laksanakan dalam kehidupan saya sehari-hari.

Fokus pada keunggulan anda! Fokus pada apa yang anda punyai. Ini adalah juga bagian dari syukur dan sabar. Syukur adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada pada diri kita.

Dalam kasus yayasan Al Madinah, rata-rata pengurusnya terlalu fokus pada apa yang tidak mereka miliki yaitu dana. Sehingga pusing bagaimana mendapatkan dana untuk melanjutkan pembangunan grha Aitam yang digadang-gadang akan menjadi istana sekaligus kawah candradimuka anak-anak Yatim.

Read More

Dua Cara Mencari Rejeki

Ini cerita lama yang dulu diceritakan oleh guru ngaji saya waktu kecil. Beliau berkisah tentang dua orang yang sedang berkemah di sebuah gunung. Lama kelamaan bekal yang mereka bawa sudah habis. Akhirnya salah seorang diantaranya sebut saja Panjul bermaksud untuk turun ke desa mencari rejeki.

Tapi seorang lagi sebut saja Bejo mengatakan akan coba berdoa pada Allah untuk mendatangkan rejeki bagi mereka. Si Panjul tertawa, mana bisa rejeki datang cuma dengan berdoa? Kita harus tetap berusaha agar mendapatkan rejeki.

Bejo tetap bersikukuh bahwa rejeki datang dari Allah, bukan dari manusia. Dan Panjul tetap juga dengan pendapatnya bahwa rejeki itu harus dicari, harus bekerja. Rejeki tidak mungkin datang tiba-tiba begitu saja. Karena tidak juga menemukan kesamaan pendapat, akhirnya mereka sepakat membuktikan siapa yang paling benar.

Read More

Kerja dan Amal, Bedakah?

Kerja-amalAda sebuah komentar yang bagi saya sangat menggelitik, walaupun pada kenyataannya pemahaman tersebut cukup berbahaya. Dan masalahnya kemudian, ternyata pemahaman itu suka atau tidak, banyak dipegang oleh mayoritas kita. Nah, mudah-mudahan penjelasan ini bisa membuka cakrawala berpikir kita, dengan demikian akan terwujud masyarakat yang saling menguntungkan dan bekerjasama.

Bekerja dan beramal sebenarnya tidak boleh dipisahkan. Saat anda bekerja, anda harus menganggapnya sebagai sebuah amal kebajikan, niat yang tulus untuk memberikan yang terbaik buat orang lain. Demikian juga saat kita sedang beramal, kita juga harus sungguh2 mengerjakannya.

Maka sangat aneh sebenarnya jika anda membedakan antara kerja dan amal. Saat kita bekerja, maka kewajiban kita adalah menyelesaikan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat sbesar-besarnya bagi orang lain.

Nah, orang yang membayar kita juga harus melaksanakan kewajibannya membayar kita dengan sebaik-baiknya. Kalau tidak membayar, berarti dia melalaikan kewajiban. Terserah kita apa mau menuntut hak atau tidak perlu menunaikan kewajiban bekerja kita.

Read More

Bisnis Hosting

Bisnis-hostingBeberapa hari ini, saya mencoba bisnis baru yaitu bisnis hosting. Memang sejak dulu sudah kepengen banget terjun di bisnis ini. Cuma seringkali terkendala masalah dana dan juga kemampuan. Bisnis hosting kan gak semudah bisnis lainnya. Butuh lebih banyak ilmu di bisnis ini termasuk juga mengenal aneka macam script yang mungkin dipasang oleh klien. Soalnya seringkali akibat kesalahan klien sendiri, pihak hosting yang jadi sasaran.

Tapi seorang teman kemudian mengabarkan kepada saya metode cantik untuk jualan hosting dengan modal awal $0. Yup, modal awalnya gratis alias kita bisa coba-coba dulu. Tapi kalau kita mau serius hasilnya juga sangat lumayan. Targetnya juga gak muluk-muluk kok. Cuma 1 klien per bulan. Dari 1 klien ini, kita bisa dapat $50 – $125 tergantung dia mau beli paket yang mana. Enak kan?

Read More

Syukur dan Sabar Menghadapi Penyakit

Ada satu teknik penyembuhan yang disebut Sedona Method. Dimana, untuk sembuh dari berbagai macam penyakit, cukup dengan ikhlas dan pasrah. Menerima kondisi dengan penuh syukur dan sabar. Dan metode ini sudah banyak dipakai di dunia.

Diambil dari Buku SEFT for Healing, Success, Happiness and Greatness karya Ahmad Faiz Zainuddin hal. 72, tersebutlah seorang wirausahawan sukses dan fisikawan Lester Levenson. Tahun 1952 disaat usianya menginjak 42 tahun beliau menderita penyakit fisik dan psikologis sekaligus.

Kesuksesan karir dan finansial ternyata tak membuatnya bahagia. Dia depresi berat hingga menderita penyakit komplikasi yang sangat parah. Hingga suatu hari dokter yang menanganinya menyerah dan menyarankan agar Lester pulang dan menunggu saat ajal menjemputnya dengan tenang.

Dalam kondisi demikian, Lester kemudian barulah memasrahkan dirinya. “To letting go of all any inner limitation”. Dia pasrah se pasrah-pasrahnya dan mempersiapkan diri menerima apapun yang akan terjadi nanti.

Read More

Anda Kerja untuk Apa?

Ini pertanyaan penting sebelum anda memulai suatu pekerjaan apapun. Jawaban pertanyaan ini sangat menentukan kualitas pekerjaan yang anda hasilkan nantinya. Dan kualitas ini tentunya berbanding lurus dengan rejekin yang bakal anda dapatkan.

Ada suatu cerita 3 orang tukang batu. Pekerjaan mereka sama, gaji sama, tapi niat lain. Ya, jawaban mereka atas pertanyaan untuk apa anda bekerja benar-benar lain. Dan mari kita lihat bagaimana mereka bekerja.

Pekerja pertama menumpuk bata-bata begitu saja. Dia bekerja dengan sangat cepat tapi sama sekali tidak rapi. Diapun kerja dengan bibir yang jauh dari senyum

Pekerja kedua menumpuk bata satu per satu dengan senyum. Meluruskan letaknya dan mulai melapisinya dengan semen. Pekerja inipun bekerja dengan cepat tapi masih sedikit santai

Pekerja ketiga menumpuk bata dengan lamban. Dia meletakkan bata-bata begitu rupa sehingga nampak artistik. Diapun melapisinya dengan semen dan memolesnya dengan begitu halus. Semen yang dipakaipun nampak begitu lembut seolah-olah disaring menggunakan saringan paling halus.

Read More