Sempurnakan Ramadhanmu dengan Puasa Syawal

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, satu bulan seperti sepuluh bulan dan berpuasa enam hari setelah hari Idul Fitri, maka itu merupakan kesempurnaan puasa setahun penuh”

Walau Ramadhan telah usai, bukan berarti kita tak lagi punya momen untuk meraih rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka. Sebenarnya ada banyak amalan yang bisa kita kerjakan untuk meraih rahmat dan ridha Allah swt. Salah satunya melalui puasa Syawal.

Puasa syawal ini dilaksanakan selama 6 hari di bulan Syawal. Para ulama sepakat, pelaksanaannya boleh beriringan 6 hari, boleh juga terpisah2. Misalnya kita laksanakan tiap hari senin dan kamis, maka dalam 3 pekan selesai deh puasa syawalnya. Continue reading Sempurnakan Ramadhanmu dengan Puasa Syawal

Ramadhan Day #23 – Lailatul Qadr

Malam Lailatul Qadr adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh jutaan umat muslimin. Konon katanya siapa yang ibadah di malam itu, maka dia ibarat ibadah selama 1000 bulan atau sekitar 83 tahun lebih. Sayangnya saya belum pernah menemukan hadist ataupun ustadz yang mengucapkan hadist tentang angka 1000 bulan itu. Setahu saya satu-satunya yang menyebut 1000 bulan hanyalah Al-Quran surat al-qadr:

Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan (ayat 3)

Inilah yang kemudian dijadikan patokan bahwa malam al-Qadr itu lebih baik 1000 bulan. Nah, masalahnya kemudian apa yang lebih baik dari 1000 bulan itu? Benarkah seperti perkataan para ulama yang dimaksud lebih baik dari 1000 bulan itu artinya dikalikan 1000 bulan? Maaf, saya kurang paham bagaimana hubungan antara lebih baik dari 1000 bulan dan dikalikan 1000 bulan. Continue reading Ramadhan Day #23 – Lailatul Qadr

Ramadhan Day #11 – Bulan Perjuangan

Alhamdulillah kita telah memasuki putaran kedua bulan Ramadhan yaitu pada sesi Maghfirah. Saat ini Allah menjanjikan akan mengampuni dosa2 orang yg berpuasa.

Ramadhan selain disebut bulan maghfirah juga dikenal sbagai bulan perjuangan. Karena dahulu pada masa Rasulullah saw banyak terjadi peperangan di bulan Ramadhan. Dan kitapun mengalami perjuangan berat juga lho di bulan Ramadhan ini yaitu perjuangan melawan hawa nafsu.

Meskipun berat, tp sebenarnya apa yg kita alami ini masihlah sangat ringan. Karena kita hanya harus menahan nafsu sejak subuh hingga maghrib saja. Padahal saudara2 kita boleh jadi hrs menahan lapar berhari2 krn memang tak ada makanan di rumahnya.

Bahkan tetangga kita, saudara kita seiman di Myanmar bukan cuma harus menahan lapar, mereka masih diliputi ketakutan karena peluru rejim militer Myanmar sewaktu2 dpt bersarang di tubuh mereka. Tak peduli ia laki2, perempuan ataupun anak2. Entah kenapa ajaran budha yang katanya welas asih itu tak terwujud disana. Justru pemimpinnya bahkan yang mendapat nobel perdamaian seakan merestui pembersihan etnis disana.

Tapi sungguh janji Allah itu PASTI, akan ada balasan berat untuk penduduk negeri itu. Mereka tak hanya menginjak2 kehormatan Islam, tapi juga meludahi Sang Budha dengan tingkahnya sendiri. Larangan membunuh, mencuri dilanggar begitu saja. Dan kita tinggal menunggu saja bagaimana Allah akan membalaskan ketidakadilan ini.

Sungguh Allah Maha Keras Balasannya

Ramadhan Day #8 – Taqwa

Bulan Ramadhan ini ada satu ciri khusus pada tiap ceramah. Mereka rata2 membahas apa itu taqwa. Hal ini tak lain karena puasa sendiri tujuan finalnya adalah menjadikan kita sebagai insan yg bertaqwa.

Definisi umum yang biasanya disampaikan adalah bahwa taqwa itu artinya menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Tapi apakah hanya sekedar itu? Mungkin bisa kita simak uraian dua sahabat Rasulullah saw yang juga 2 diantara 4 khulafaurrosyidin yaitu Umar bin Khattab ra dan Ali bin Abi Thalib ra.

Umar r.a ketika ditanya apakah taqwa itu belia mengatakan “Jika engkau berjalan di jalan penuh duri, apa yg kau lakukan?” Tentu kita harus hati-hati jalannya. Maka seperti itulah taqwa. Kita hrs hati2 dlm melangkah agar tidak tertusuk duri2 dosa dan maksiat.

Sementara sahabat Ali r.a mendefinisikan taqwa dalam 3 hal:

– Menyambut setiap Amal yg diperintahkan
– Keridhaan terhadap hasil apapun yg diberikan Allah SWT.
– Senantiasa mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

Menyimak dua definisi tersebut, maka definisi umum yg selama ini kita terima di buku2 agama rasanya ompong saja. Boleh dibilang sekedar gugur kewajiban belaka.

Ramadhan Day #7 – Manajemen Waktu

Meski semua manusia diberikan waktu yg sama oleh Allah yaitu 24 jam sehari, namun pada kenyataannya ada satu orang yg mampu mengerjakan tugas lebih byk dr yg lain.

Efisiensi waktu khususnya dalam bulan Ramadhan ini sedemikian pentingnya hingga tanpa pengelolaan waktu yg baik byk kesempatan ibadah yg terlewat begitu saja.

Hal ini saya alami sendiri, bagaimana dlm beberapa hari terakhir ini jadwal dan target harian yg saya canangkan jadi amburadul. Akibatnya target pekanan jadi makin numpuk padahal waktu yg tersedia tetaplah sama.

Waktu ibarat pedang. Dia lurus dan tajam. Tak peduli apapun alasan kita, waktu yg tersia akan hilang begitu saja dan jangan harap dia akan kembali. Masa lalu tak dapat diperbaiki. Tapi resiko kelalaian di masa lalu msh mungkin kita benahi. Dengan catatan kita harus sungguh2 memanfaatkan wkt mendatang dengan lebih baik lagi

Ramadhan Day #6 – Istiqomah

Hari ini sbnarnya sdh masuk hari ke-7 tp berhubung 2 hari ini ada kesalahan saya dlm mengatur jadwal maka terpaksa hari ke-5 absen dan hari ke-6 telat hehe 🙂

Istiqomah adalah terus menerus dan teratur. Islam mengajarkan istiqomah dlm berbagai kesempatan. Salah satunya adalah sholat. Bagaimana sholat diatur sedemikian rupa sehingga kita dpt menjadikannya sebagai alarm harian 5x sehari

Saya sering menggunakan waktu sholat sebagai patokan jam. Ba’da subuh, ba’da dhuhur, ashar, maghrib, dan isya’ sebagai jadwal melakukan perencanaan.

Allah sendiri sangat sayang pada hambaNya yg melakukan amal walau sedikit tapi istiqomah. Salah satunya adalah berdakwah lewat tulisan di blog.

Tulisan ini akan senantiasa ada dalam blog kita sehingga orang lain dpt membaca kapan saja. Jadi, sangat sayang jika blog tak dimanfaatkan utk investasi akherat juga.

Ibadah kecil lain yg bisa kita lakukan istiqomah adalah dzikir. Enteng kan? Dzikirnya memang sangat ringan. Tapi istiqomahnya itu yg berat. Rintangan yg senantiasa menghalangi kita adalah kesibukan yg membuat kita lalai dg rutinitas amalan

Cara paling mudah utk menjaga istiqomah adalah dg menggunakan checklist spt kalau kerja. Checklist ini jg hrs disandingkan dg hukuman. Misalnya klo gak ngerjain maka besoknya harus dobel. Spt blog ini jg. Krn 2 hari gak ngeblog maka saya hukum diri sendiri utk nulis dobel selama 2 hari ini 🙂

Mengerjakan amal kebaikan memang mudah. Tp mengerjakannya secara istiqomah sulitnya luar biasa. Makanya Allah sangat cinta pada pribadi yg istiqomah. Moga kita termasuk di dalamnya.. Aaamiin

Ramadhan Day #4 – Tiket Surga di Seteguk Air

Ramadhan dengan berbagai keistimewaannya menawarkan aneka cara mudah utk mendapatkan pahala. Salah satunya adalah dengan berbagi ta’jil.

Sungguh amat sayang jika selama Ramadhan kita tak pernah berbagi ta’jil bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. Setidaknya berikan makanan berbuka puasa pada seorang tetangga walaupun itu hanya berupa sebutir kurma atau seteguk air.

Kenapa?

Karena Allah menjanjikan pahala bagi mereka yg memberikan ta’jil kepada orang yg berbuka puasa spt pahalanya orang yg puasa itu tanpa mengurangi pahala yg bersangkutan.

Mari kita coba hitung2 ya. Beli air mineral misalnya isi 48 kan cuma 13ribuan. Nah, tinggal nongkrong di perempatan atau tempat2 yg ramai trus kita bagi2kan deh sebelum maghrib. Masak sih dari 48 gelas itu gak ada satupun yg nyampe di tangan orang yg benar2 puasanya.

Jika ada dana lebih kita bisa lakukan tiap hari. Biayanya cuma 390ribuan aja kan? Lebih mahal beli hosting hehehe 🙂 dan kesempatan pahala yg kita dptkan 48×30 woww hampir 1500 pahala puasa.

Yuk, msh ada kesempatan 26 hari utk koleksi pahala sebanyak2-nya.

Ramadhan Day #3 – Fluktuasi Iman

Iman itu terdiri 4 jenis. Iman yang stabil yg tak pernah naik atau turun. Iman spt ini dimiliki oleh Malaikat. Yang kedua, iman yg selalu naik. Iman spt ini dimiliki oleh para nabi dan Rasul. Sedangkan ketiga, iman yg cenderung turun. Iman spt ini dimiliki oleh syetan dan bala tentaranya. Terakhir, iman yg kadang naik dan kadang turun (fluktuatif). Inilah iman manusia spt kita.

Ramadhan adalah momen yg sangat penting untuk meningkatkan fluktuasi keimanan kita. Jika menjelang Ramadhan iman kita di level 40 misalnya, maka dlm sebulan ini kita upayakan utk naik setinggi mungkin hingga level 80 misalnya.

Kenapa? Karena biasanya, keimanan kita cenderung merosot pasca Ramadhan. Bahkan byk yg kemudian meninggalkan jamaah sholat pada tanggal 1 Syawal. Hanya sehari saja Ramadhan hilang dan BAMMM!! Imanpun anjlok.

Tp itu bisa dimaklumi, mengingat selama Ramadhan, syetan benar2 terpenjara. Maka begitu datang 1 syawal syetanpun kirim kekuatan yg dia tahan selama sebulan. Dihabiskan di 1 syawal.

Jadilah 1 syawal sbg hari masjid sepi, hari perut kenyang dan hari sentuhan lelaki perempuan. Hebatnya lagi syetan membungkusnya dg begitu apik. Sehingga siapa yg ke masjid hari itu padahal ada tamu di rumah, siapa yg enggan makan jamuan yg disuguhkan dan siapa yg tak mau sentuhan tangan, akan dianggap tidak sopan. Hebat kan?

Yuk, mumpung masih awal Ramadhan nih, kita kumpuliin byk2 pahala dan kebaikan. Krn kita tak tahu stlh Ramadhan nnt apa bisa kita tahan dr godaan syetan. 11 bln adalah waktu lama dan saat itu nyawa kita bisa saja dicabut Allah SWT. Jangan sampee ibadah kita Ramadhan ini gak cukup utk nutupin maksiat yg susah kita tinggalkan krn udah jadi “budaya”.

Semoga Allah senantiasa mengampuni dosa2 kita baik yang dulu, sekarang maupun yg akan datang. Baik itu dosa kita, istri dan anak2 kita atau saudara2 kita yg lain. Aamiin

Ramadhan Day #2 – Menolak Surga

Alhamdulillah.. Sudah hari kedua Ramadhan. Sungguh sayang jika 28 hari ke depan tdk mampu membawa kita ke surga Allah SWT. Rasanya sdh sering kita dengar para ustadz, kyai dan para penceramah yg menyiarkan keutamaan Ramadhan. Bagaimana tiket surga benar2 diobral bulan ini. Hingga ada ungkapan,”Tiap detik Ramadhan tak layak disiakan”

Bagaimana tidak, kita sholat di bulan ini, sama seperti sholat 700x di bulan lain. Kita infaq di bulan ini sama seperti infaq 700x di bulan lain. Dan yg lebih keren ganjarannya adalah dibebaskan dari api neraka. Tahu artinya? Jelas sudah pasti masuk surga dong.

Trus surga itu spt apa sih? Tak ada seorangpun yg bisa menggambarkannya. Indahnya blm terbayang manusia. Nikmatnya blm pernah dirasa manusia.

Setiap lelaki akan didampingi oleh 70 bidadari bermata jeli, berkulit halus mulus mengenakan gaun warna hijau yg indah. Apapun yg kita minta tersedia.

Nah, kira2 klo kita dpt tawaran kyk gitu dan syaratnya cuma nahan nafsu aja selama sebulan, ibadah pol2-an kira2 masak kita lewatkan begitu saja? Sungguh kita akan masuk golongan orang yg merugi besaaar jika demikian

Ramadhan Day #1 – Marhaban yaa Ramadhan

Alhamdulillah.. Hari ini kita tlah memasuki bulan Ramadhan. Yaa walaupun masih ada jg yg baru besok Ramadhan-nya saat posisi hilal sudah lebih dari 10 derajat tapi biarin deh urusan mereka sendiri.

Bagi kita yg yakin sudah masuk Ramadhan, artinya sejak kemarin maghrib, ibadah sunnah yg kita lakukan maka dinilai sebagai ibadah wajib dan ibadah wajib akan dilipatgandakan 700x dr bulan biasa. Maka yg Ramadhan hari ini punya keunggulan 700 hari atau hampir 2 tahun dibanding yg besok karena nnt Hari Rayanya insyaaLlah akan sama karena posisi hilal dibawah ufuk sehingga digenapkan jadi 30 hari atau yg besok berarti digenapkan jadi 29 hari.

Karena itu akan sangat rugi sekali kalo start awal ini tdk kita maksimalkan. Klo bisa hari pertama, mumpung semangat ngebut poooll !! Sehari 3 – 4 juz misalnya atau lebih. Semua sholat sunnah kita kerjakan. Ibadah wajib di masjid berjamaah.

Ini adalah bulan panen, jadi hanya orang2 bodoh dan menolak surga saja yg di bulan ini masih males ibadah. Ibarat bisnis investasi, klo buy di bulan ini maka untungnya tuh 700x atau 70.000% bayangin klo ada tawaran investasi dg keuntungan 700% aja pasti semua orang akan bondong2 kan? Jadi yg gak mau ikut kira2 kita sebut apa?

Klo invest dunia aja kita jual rumah, jual tanah, jual sapi biar bisa ikut apalagi invest akherat yang PASTI dapat hasilnya. Tp manusia kan sebagian suka yg instant2. Pengennya sholat sekarang, salam lalu duit jatuh di depannya. Padahal balasan yg didapat kelak itu jauuuh lebih tinggi nilainya dibanding balasan dunia.

InsyaaLlah besok kita akan bicara soal sorga dan betapa bodohnya orang2 yg tak berusaha mendapatkannya