Kebencian menghasilkan Kekonyolan

Sep 5th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Sharing

Kemarin malam istri saya dapat SMS dari temannya yang memberitakan tentang adanya gerakan membakar Al-Quran pada tanggal 11 September 2010 di Florida Amerika. Bagi sebagian besar muslim, kemungkinan SMS ini akan menimbulkan kemarahan. Tapi bagi sebagian kecil yang lain ini bisa jadi peluang bisnis. Dan bagi saya ini hanyalah kampanye yang menunjukkan betapa bodohnya orang-orang yang meninggalkan syariat Allah.

Kenapa saya bilang mereka bodoh dan kenapa saya juga mengatakan ini bisa jadi peluang bisnis? Artikel ini akan membuka semuanya. Mudah-mudahan aja bule-bule di Florida itu baca artikel ini hehehe.. Kalau ndak setidaknya muslim di sana baca artikel ini. Atau mudah-mudahan orang yang kenal dengan para pelakunya membaca artikel ini. Atau siapa tahu ada yang punya ide serupa di negeri kita (kalau mereka cukup punya otak yang lebih kosong lagi tentunya).

Efisiensi Membakar AlQuran

Membakar Al-Quran itu sama aja dengan mengingatkan kaum muslim dengan Al-Qurannya. Seperti seorang cowok. Saat ceweknya gak ada yang ngelirik apalagi nyolek, biasanya dia juga gak terlalu peduli sama ceweknya. Tapi jika ada satu cowok lain aja yang deket-deket sama tuh cewek, pasti si cowok akan berang dan berusaha menunjukkan rasa sayangnya pada si cewek.

Sama juga seperti bangsa Indonesia. Saat malaysia diam aja dengan keberadaan pulau-pulau di perbatasan, seluruh bangsa ini tak pernah tahu apa itu pulau Sipadan dan pulau Ligitan. Tapi begitu di klaim kita langsung merasa memiliki pulau itu dan berusaha merebut kembali. Saat Malaysia mengklaim Reog kita baru bergerak merasa memiliki dan ramai-ramai belajar Reog dan mengenakan batik.

Sekarang orang kafir telah membantu kita mengingatkan kembali akan Al-Quran. Ustad mana yang berani melakukan tindakan super efisien ini hayo? Kyai mana yang berani mengatakan saya akan bakar semua Al-Quran karena kaum muslim sudah enggan membacanya lagi bahkan di bulan Ramadhan. Jadi, dengan acara ini, umat Islam justru di untungkan bukan? Karena itu jika tujuan mereka hanya menghina umat Islam, mungkin mereka berhasil dan umat ini juga pantas mendapatkannya karena telah meninggalkan Al-Quran. Tapi kalau tujuan mereka ingin membungkan agama ini, mereka telah salah besar karena justru umat ini semakin teriak karenanya.

Apakah umat Islam rugi?

Ooo.. sebenarnya tidak. Justru kalau perlu sering-sering aja diadakan. Bayangkan anda seorang pengusaha pencetakan Al-Quran. Gara-gara acara ini order quran anda meningkat hingga 10x. Apa nggak untung tuh namanya? hehehe.. Lagipula mereka beli kok qurannya. Kalau mereka merampok toko Al-Quran sudah pasti akan ditangkap bahkan sebelum mereka membakarnya.

Lagipula Al-Quran itu mana bisa dihilangkan, apalagi cuma dengan cara di bakar? Lha penghafal Al-Quran baru tuh ada ribuan tiap tahunnya. Kalaupun seluruh Al-Quran ini dibakar, masih ada banyak penghafal Al-Quran yang akan menuliskan kembali. Belum lagi yang dalam bentuk digital yang saat ini entah berapa milyar copy jumlahnya, bagaimana mereka akan menghilangkannya coba? Itulah kenapa saya katakan mereka itu konyol dan gak ngerti soal efisiensi. Ya maklumlah, namanya juga gak pernah baca quran. hehehe…

Perlukah kita Marah?

Marah, saya rasa tidak perlu. Tapi peduli, harus. Mereka itu orang bodoh dan kita orang pintar. Lha kalau orang bodoh itu melakukan sesuatu lalu kita balas dengan tindakan bodoh lain seperti membakar Injil atau Taurat misalnya, maka kita sudah sama bodohnya dengan mereka.

Jadi harus bagaimana dong?

Jawaban yang paling tepat atas peristiwa ini adalah dengan mulai menghafal Al-Quran. Mulai mempelajari Al-Quran, mulai mencintai Al-Quran. Tunjukkan kalau Al-Quran itu ada dalam jiwa dan hati kita, bukan cuma diatas selembar kertas. Mulailah mengcopy Al-Quran di otak dan hati kita. Kertas bisa rusak, bisa sobek dengan mudah, bisa basah dan tentunya mudah terbakar. Tapi otak dan hati akan senantiasa awet sepanjang hidup kita. Dan akan semakin awet kalau kita menanamkannya juga ke anak dan cucu kita.

Ingat! Kalau kita sudah enggan memelihara Al-Quran, tak perlu orang kafir yang menghilangkan Al-Quran. Allah sendiri yang akan mencabut Al-Quran dari dunia ini. Na’udzubillah…

Diakses dengan kata kunci:

TWEET THIS!

11 Responses to Kebencian menghasilkan Kekonyolan

  • Iwan Kus says:

    semoga umat muslim sadar diri
    bukan hanya “bisa marah” doank

    tapi giliran disuruh belajar Al-Quran ogah

    Ironis sekali

  • Na “udzubillah , La natullah yang ngebkar dah…

  • Agus Siswoyo says:

    Artikel ini wajib di-share di portal berita. Ijin publikasi gan…!

  • Wah mantep ulasan dan analisisnya. Mungkin ini jg jalan Allah mengingatkan kita kali yah, yg udah pada lupa sama Al-Qur’an.

    Jangankan mengamalkannya, mungkin sekedar mengaji saja kita tidak meluangkan waktu.

  • whaaaah….T.T
    bener anget sentilan yang menggugah hati banget..
    marah gak ada guna kalu kita gak nglakuin apapun..hmm
    nice note!semogaa tu bule beneran baca….(;

    • Lutvi Avandi says:

      Kayaknya baca tuh, terbukti pembakarannya gak jadi. Lha dia baru nyalain korek api aja tuh FBI sudah dibelakang dengan borgolnya.. hehehe

  • Akila says:

    Hampir smua yg diktakan diatas itu bnar..tapiiiiii
    mari kmbli berfikir,banarkah kt tdk perlu marah/perduli dgn apa apa yg terjdi diamrika sana??ini PEMBAKARAN AL QUR’AN!!bukan pembakaran buku/majalah/koran dsb..
    Al Qur’an… yg bahkan ketika ingin menyentuhnyapun harus dlm keadaan suci..dan sekarang?? Al Qur’an yg merupakan kalam Allah dibakar dan dianggap sampah!!
    Silahkan buka Surah Al Waqi’ah ayat 75-81..
    allahu’alam..

    • Lutvi Avandi says:

      Siapapun tahu akan kesucian Al-Quran. Tapi jangan sampai kemarahan kita menyebabkan kita berbuat kesalahan yang jauh lebih besar dari membakar Al-Quran. Seperti seorang pencuri yang dihajar ramai2 sampai meninggal. Kira-kira siapa yang lebih besar dosanya? Hukuman bagi pencuri cuma potong tangan, itupun bisa dibebaskan kalau dia memang butuh. Tapi membunuh apalagi dalam posisi menyerang hukumannya adalah qisash.

      Dalam kasus pembakaran Al-Quran misalnya, saya sering kok menemui Al-Quran dibakar terutama di surau-surau dan pesantren tradisional. Tapi memang tujuannya adalah agar tetap menjaga kesuciannya dan tidak terinjak-injak sementara kalau tetap disimpan juga tidak ada yang membaca karena sudah kusam.