Hari Kemenangan?

Sep 11th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Ramadhan

Idul Fitri berarti kembali ke Fitri alias kembali seperti bayi. Biasanya umat Islam juga menyebutnya sebagai hari kemenangan karena kita telah selesai melaksanakan puasa Ramadhan 1 bulan penuh dan terbebas dari siksa api neraka. Tapi benarkah Idul Fitri adalah hari kemenangan? Saya belum menemukan jawaban memuaskan atas pertanyaan ini. Apalagi kenyataan menunjukkan bahwa Idul Fitri justru merupakan hari kekalahan bagi sebagian besar umat Islam. Buktinya?

Kalau memang hari ini benar-benar hari kemenangan, maka saya mau tanya kemenangan untuk siapa? Untuk umat Islam atau untuk Iblis?

Jika saat Ramadhan syetan dibelenggu dan sekarang dilepas, siapa yang menang berarti?
Jika saat Ramadhan pintu neraka ditutup dan sekarang dibuka, siapa yang menang?
Jika saat Ramadhan masjid-masjid penuh dan sekarang sepi bahkan nyaris tidak ada orang sama sekali, siapa yang menang?
Jika saat Ramadhan semua orang jadi baik dan mudahnya bersedekah tapi sekarang semuanya sudah “normal” lagi, lalu siapa yang menang?
Jika saat Ramadhan begitu mudahnya kita mendengar ayat suci di mushola lalu sekarang jadi sepi, siapa yang menang?

Jadi… ini hari kemenangan untuk siapa? Kenapa kita begitu gembira saat hari ini tiba? Bukankah dahulu Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat justru berderai air mata, merasakan kesedihan mendalam seolah-olah telah ditinggal kekasih tercinta. Seolah-olah telah terjadi peperangan besar dan kita kalah total.

Pertanyaan paling penting akhirnya, saat kita nyata-nyata kalah di hadapan Allah tapi kita justru bergembira dan bersuka cita, lalu sebenarnya kita berpihak pada siapa? Menurut anda bagaimana perasaan syetan ketika Ramadhan pergi? Bagaimana perasaan dia setelah lepas dari belenggu dan pintu neraka dibuka lagi?

Ya Allah.. mudah-mudahan kami semua bukanlah bergembira atas bebasnya syetan. Mudah-mudahan kami bukanlah bergembira karena bisa memuaskan nafsu sebebas-bebasnya. Mudah-mudahan kami bukanlah pada pecinta neraka yang bersuka ria karena neraka sudah buka lagi. Na’udzubillah.. summa naudzubillah..

Diakses dengan kata kunci:

TWEET THIS!

One Response to Hari Kemenangan?

  • subagya says:

    “Jika hati sejernih air,
    jangan biarkan ia menjadi keruh
    Jika hati seputih awan,
    jangan biarkan ia menjelma mendung
    Hanya karena Kang Lutvi
    tak lagi mau,
    memaafkan setiap kesalahan Saya, Hiks…

    ???? ???? ??? ????? ?????? ???????.
    maafin segala kesalahan…”