Search results for: menulis+buku

Menulis Buku ke-2

Alhamdulillah, kemarin saya dapat kabar dari Elex Media Computindo kalau proposal buku saya yang kedua diterima. Bahkan mereka memancing saya untuk memberikan ide buku-buku saya berikutnya.. hehehe… Saya sendiri agak bingung lha yang ini aja belum selesai kok udah diminta yang lain. Tapi itulah bisnis. Kita harus terus berjalan dan tak boleh menunggu.

Coba bayangkan seandainya saat saya menyelesaikan buku kedua saya ini, lalu saya juga mengirimkan proposal untuk buku saya yang ketiga, ini akan banyak menghemat waktu mereka kan? Sambil menunggu buku saya selesai, mereka mereview proposal buku ketiga saya. Nanti buku kedua saya selesai, buku ketiga telah ada keputusan. Asyik kan jadinya? Apalagi menjadi penulis buku tuh enak sebenarnya. Duitnya sih kalah jauh dari jualan ebook, tapi popularitasnya itu lho.. hehehe…

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Menulis untuk Majalah

Menulis untuk blog udah sering, menulis untuk ebook udah pernah, menulis untuk buku juga sudah. Yang belum adalah menulis untuk kolom majalah. Ini masih baru rencana.. hehehe.. naskahnya sih sudah dikirim, mudah-mudahan aja terbit :) Kalau tim redaksinya suka siapa tahu bisa ngisi kolom rutin atau tanya jawab soal wordpress dan bisnis online.. ya ndak?

Sebenarnya peluang menulis di media offline itu banyak kok. Apalagi kalau anda sudah terbiasa menulis di blog. Anda hanya perlu membuat analysa yang lebih dalam lengkap dengan bukti-bukti pendukung saja. Kata guru saya dulu, untuk menulis di media massa, kita bisa coba dulu media yang kecil-kecil baru kemudian beranjak ke yang lebih besar dan komisi yang lebih besar juga.

Diakses dengan kata kunci:

Read More

Memanfaatkan Sumber Daya yang Berlimpah

Beberapa hari yang lalu saya membeli sebuah buku yang terus terang menyalakan banyak lampu-lampu redup di otak saya. Entah kenapa, buku itu seolah-olah menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepala saya. Bagaimana saya melakukan sesuatu yang bisa memberi banyak manfaat bagi sebanyak mungkin masyarakat negeri ini tanpa harus mengorbankan banyak waktu atau harta saya.

Dulu saya punya rencana untuk membangun sebuah usaha di sektor riil yang bisa menyerap banyak tenaga. Tentunya dengan modal yang menyesuaikan keadaan keuangan saya.

Sasaran pertama dulu adalah dengan bergabung dengan beberapa MLM. Tapi rupanya mencari tenaga marketing itu jauh lebih sulit daripada mencari pembantu. Sayapun mencoba membuka sebuah cafe yang dalam bayangan saya dalam 1 tahun bisa menjadi 2 buah. Hehehe.. Inipun jauh panggang dari api. Mengurus 2 orang pegawai aja pusingnya minta ampun sampai akhirnya cafe itupun saya tutup bahkan sebelum 1 tahun.

Diakses dengan kata kunci:

Read More