PKS Melayani Lebih Banyak Lagi
Jul 10th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: PK SejahteraSaat ini PKS telah menyatakan diri sebagai partai terbuka. Tapi tentu saja, untuk menjadi pimpinan PKS harus melalui berbagai macam tahapan yang tidak mudah. Ini sekaligus menepis dugaan dari internal kader sendiri.
Pengamat politik pun dengan analisanya mulai menaruh curiga bahwa ini hanyalah langkah PKS untuk meraih dukungan semata. Padahal ini hanyalah tahapan saja yang mau tidak mau harus dilalui oleh PKS.
Kita semua tahu bangsa ini seperti apa. Ada beragam macam pola pikir masyarakat negeri ini. Ada yang begitu cintanya pada Islam, ada yang setengah-setengah dan ada juga yang tak mau peduli pada Islam. Dan Islam seyogyanya bukanlah sekedar agama atau kepercayaan. Islam adalah fitrah hidup manusia. Ajaran Islam bukanlah milik umat Islam semata, tapi milik seluruh manusia. Kenapa? Karena Islam memang diciptakan untuk manusia
Ketika sebuah partai menyatakan diri sebagai partai Islam, maka sudah seharusnya dia diciptakan untuk seluruh manusia. Akan beda kalau misalnya kita membuat partai Muslim atau partai Mukmin atau mungkin juga Partai Mukhsin. Kalau kita membuat partai2 seperti itu, maka langkah menjadi partai terbuka adalah salah.
Saat PKS membantu korban bencana Tsunami, tak seorangpun kader PKS yang menanyakan apa agama anda saat menolong. Saat terjadi bencana di Maluku dan Irian, PKS juga hadir tak peduli agama apa mereka. Karena Islam adalah untuk seluruh umat Manusia. Islam bukan hanya untuk Islam.
Sudah sejak lama sekali PKS berhubungan dengan umat agama lain dan itu tak dapat kita pungkiri. Coba anda tanya kemana mereka beli kebutuhan logistik saat demo, dimana mereka pesan bendera-bendera atau mungkin juga dimana mereka sewa sound system saat ada acara-acara. Bukan tidak mungkin itu adalah milik non muslim.
Negara ini adalah milik semua warga negaranya. Bukan hanya milik umat Islam. Sungguh aneh kalau kita memaksakan diri tampil menjadi pengelola negara ini dengan mengindahkan warga negara yang lain.
Tapi alhamdulillah, kader PKS adalah kader pilihan. Boleh jadi di awal karena ketidak tahuan sempat bingung. Maklum PKS sangat lemah dalam penguasaan media. Lha ini aja munas udah selesai, tapi webnya masih juga di redirect ke munaspks.info. Ya, mungkin perlu ada seorang blogger dan SEO master yang masuk disana.. hahaha..
Kalaupun ada yang mengaku-ngaku kader lalu protes soal kebijakan dewan syuro PKS, coba di cek ulang. Tanyakan siapa murobbi-nya. Jangan-jangan dia liqo’nya sebulan sekali atau malah nggak pernah datang. Jadi bisa dimaklumi kalau dia ketinggalan informasi. Yang seperti itu sih diturunkan aja statusnya jadi anggota biasa aja.
Bagi kader sendiri, ini merupakan senam otak baru bagi kita. Ada PR besar yang perlu segera diselesaikan. Membangun media yang kuat yang mampu menjadi penyuara kebenaran. Karena media yang ada sekarang bukanlah media penyuara kebenaran, tapi media penyuara kesenangan. Jadi berita seperti apa yang anda sukai, seperti itulah media menyajikan. Bagi mereka yang penting koran atau majalahnya laku dan acara TV-nya mendapat rating tinggi.
Yah, mudah-mudahan akan banyak kader yang bergerak di ranah ini sehingga bisa ikut mewarnai opini di masyarakat. Moga Allah senantiasa menuntun para qiyadah kita membawa gerbong ini ke ridla Allah SWT

saya dukung keputusan PKS mas…
tapi ada satu yang jadi pertanyaan…
Kalau ada permawakilan legislatif yang non muslim, agak riskan mas. Bukan memandang sebelah mata legislatif yang non muslim, tapi mereka kan tidak ikut liqo.
Bagaimana caranya kita yakin bahwa teman kita yang non muslim itu tetap bermoral islami, sementara mereka tidak ikut liqo ?? Belum sempet nanya ke murobbi, dah 2 minggu nih ga hadir, ada lembur terus dari kantor…..
Lha kalau ndak liqo ya susah banget jadi aleg PKS gan. Aleg eksternal yang ada sekarang biasanya ya udah jelas keislamannya dan kedekatannya dengan dakwah.
di papua kan sudah ada ada tuh aleg yang non muslim dan pasti ga ikut liqo… nah, itu gimana tuh mas ?
Kasus di Papua memang lain. Disana memang umat Islam masih terlampau sedikit. Tidak ikut pemilu juga bukanlah langkah terbaik. Untuk itu legislatornya pun dipilih yang paling dekat dengan Islam dan mau memperjuangkan kepentingan PKS. Nah, kepentingan PKS kan bukan hanya untuk umat Islam doang tapi untuk seluruh masyarakat negeri ini, termasuk di dalamnya non muslim
sekalian mo kasih tahu blog baru saya mas… saya tunggu kunjungannya ya….
Politik…? Nanti dulu deh.
Mau nggak mau kita akan bersentuhan dengan dunia politik mas. Justru kalau kita nggak mau main di politik, maka kita hanya akan jadi mainan para politikus