Babak Final

Kontes Mengembalikan jati diri bangsa sudah mendekati injury time. Insya Allah kurang 2 minggu lagi babak penentuan pemenang akan diwujudkan. Ada tanda tanya besar mulai siapa yang bakal jadi pemenang dan benarkan pihak penyelenggara benar-benar memberikan hadiahnya.

Tapi sebelum itu semua terjadi, yang harus dilakukan hanyalah usaha dan usaha agar bisa menjadi jawara di kontes SEO ini. Apapun bisa terjadi di 14 hari mendatang. Karena inilah SEO dan inilah perjuangan menjadi nomor 1. Mudah-mudahan dia yang benar-benar jagoan yang akan menjadi jawara.

Dari semua pesaing, memang ketekunan mereka layak diacungi jempol. Backlink yang mereka dapat benar-benar banyak. hehehe.. Sedangkan saya, masih kurang all out dalam membangun jaringan link. Padahal itu adalah salah satu point penting dalam kontes SEO. Ya, kita lihat saja nantilah, siapa yang akan menjadi jawaranya.

 

Mempersiapkan Cafebisnis

Sudah seminggu ini saya jarang bisa mengupdate blog-blog saya. Ini karena saya sedang melakukan perubahan dan update besar-besaran di cafebisnis. Maklum, tanggal 15 Desember nanti cafebisnis akan ulang tahun yang ke 2. Hmm.. jadi pengen bikin kontes nih. Tapi nanti ajalah, satu-satu yang diurus.

Saat ini artikel saya mengembalikan jati diri bangsa turun lagi posisinya di posisi keempat. Sungguh ini sudah dapat diduga mengingat optimasi untuk kontes itu benar-benar berhenti di hari-hari terakhir ini. Continue reading Mempersiapkan Cafebisnis

Dua hari gak online

Fuih.. padahal cuma dua hari saya tidak online, tapi saat memeriksa hasil pencarian untuk kata kunci kerja keras adalah energi kita lumayan kaget juga. Persaingan kali ini benar-benar tidak bisa dianggap enteng. Bayangkan hanya dalam waktu dua hari saja, artikel saya langsung tenggelam hingga halaman 2. Ck..ck..ckk…

Padahal ketika kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa kemarin, waktu dua hari itu perubahannya tidak terasa sama sekali. Kalaupun ada yang posisinya berubah, paling cuma satu atau dua tingkat saja. Tapi ini dari segi jumlah pesaing hingga kecepatan perubahan posisi benar-benar dahsyat!!

Dan sepertinya, kontes kali ini benar-benar butuh kerja keras dan benar-benar menghabiskan energi kita. Apalagi saat ini saya sedang melakukan update besar-besaran cafebisnis.com. Mudah-mudahan jadwal yang sudah saya susun rapi tidak berantakan. Kalau sudah begini, memang butuh energi ekstra untuk menang.

 

Kerja Keras Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Semangat, kerja keras dan pengabdian seluruh elemen bangsa kini sangat diperlukan. Apalagi setelah saudara-saudara kita di Padang Sumatera Barat dan Jambi diguncang dengan gempa yang memporak porandakan seluruh tatanan masyarakat yang ada. Segalanya harus dimulai dari nol lagi. Membangun dari dasar lagi. Mewujudkan bangunan baru yang lebih kokoh dan lebih tahan terhadap gempa. Mengembalikan jati diri bangsa kita.

Continue reading Kerja Keras Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Kerja Keras Adalah Energi Kita

Kerja Keras adalah Energi Kita. Tak dapat dipungkiri lagi, seseorang akan memiliki extra energi bahkan sampai lupa waktu saat sedang bekerja keras. Bandingkan dengan mereka yang kerja malas. Seolah-olah waktu berjalan sangat lambat dan tak berakhir. Energinya serasa terkuras habis, lemah dan tak berdaya.

Beberapa pebisnis memang menyarankan untuk bekerja cerdas daripada bekerja keras. Tapi kalau saya ditanya, seseorang yang bekerja keras maka itulah orang yang cerdas. Justru mereka yang tidak bekerja keras yang cenderung tidak cerdas

Saat ini sebuah perusahaan perminyakan nasional tengah menggenjot semangat seluruh divisi dan timnya untuk bekerja keras. Anda lihat, bukti nyata menunjukkan bahwa Pertamina, sebuah perusahaan raksasa negeri ini menyarankan semua karyawannya untuk bekerja keras.

Continue reading Kerja Keras Adalah Energi Kita

Adzab, Cobaan atau malah Anugerah?

Biasanya apabila terjadi sesuatu yang kurang baik, kita selalu menamakannya sebagai adzab atau cobaan. Dan bila terjadi sesuatu yang baik, kita menganggapnya anugerah atau rahmat tapi inipun termasuk cobaan juga.

Jadi, sesuatu yang terjadi pada kita itu apa? Dan bagaimanakah cara mengenalinya?

Jika saya yang ditanya, maka saya akan menjawab tergantung bagaimana anda melihatnya. Sesuatu yang buruk, belum tentu bencana. Tapi sesuatu yang baik juga belum tentu rahmat. Bahkan saya berani bilang kalau apapun yang terjadi pada diri kita, keluarga kita, bangsa kita dan umat manusia adalah sebuah kebaikan yang diberikan Allah pada kita.

Mari coba kita simak, bagaimana sebuah bencana ternyata bisa menjadi rahmat apabila kita memandangnya dari sudut sisi positif. Bila kita melihat dengan pikiran pendek, maka bencana alam seperti yang terjadi di Padang yang lalu adalah sebuah musibah. Tapi coba kita lihat lagi dan kita pikirkan jauh lebih dalam.

Sebuah bencana ternyata menyatukan hati seluruh bangsa ini. Apalagi saat ini bangsa kita sedang menghadapi perselisihan dengan negeri tetangga. Bencana juga menggerakkan perekonomian wilayah itu. Coba bayangkan jika semua orang menyimpan makanan di rumahnya, pasar akan sulit bergerak. Ketika bencana datang, pasar kembali berputar. Jika harga-harga jadi mahal, itu hanya efek samping karena transportasi ke daerah tersebut cukup sulit.

Saya sendiri tidak terlalu paham dengan keadaan Padang. Tapi saya yakin, saudara-saudara kita mampu melihat lebih banyak kebaikan di balik musibah ini. Rumah-rumah baru akan dibangun, jalan-jalan baru disempurnakan dan tidak akan lama, kondisi ini akan pulih seperti sedia kala.

Kita sudah melihat bagaimana tsunami meluluh lantakkan Nangroe Aceh Darussalam. Tapi lihat efek sampingnya, berakhirnya pemberontakan GAM. Terciptanya perdamaian di negeri itu. Terwujudnya undang-undang Islam disana. Jika melihat lebih detil lagi, pasti akan jauh lebih banyak berkah yang bisa kita petik.

Bencana letusan gunung berapi, memang menghanguskan hampir seluruh permukaan gunung. Tapi lahar itu selain membawa bencana, juga membawa rahmat yang tak ternilai bagi para petani. Tanah-tanah jadi subur dan tanaman berbuah dengan lebatnya.

Selalu ada hal baik dalam segala hal. Bukankah dunia ini cuma panggung sandiwara. Bencana yang sebenar-benarnya bencana hanyalah saat kita kehilangan iman kita dan menjadi penghuni neraka. Naudzubillah…

Akhirnya di Halaman Pertama

Makasih Mbah

Setelah sempat menghilang beberapa hari dari peredaran di halaman depan gara-gara blog ini saya blokir sendiri secara tidak sengaja, kini LutviAvandi.com sudah bisa menghirup kembali udara bebas di halaman pertama kata kunci Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Untunglah ketahuan biang keroknya. Kalau ndak, bisa pusing saya. Bukan cuma gara-gara kontes ini, tapi semua artikel baru saya akan terancam hilang dari peredaran.

Kalau begini kan bisa agak semangat dikit untuk berjuang. Yah, memang masih dalam tahap belajar dan belajar terus, makanya kalau ada salah-salah dikit masih bisa diperbaiki. hehehe… Continue reading Akhirnya di Halaman Pertama

Terisolir dari Search Engine

Googlebot Datang Dong!
Googlebot Datang Dong!

Awalnya saya pikir ini memang sudah nasib. Saya sendiri sempat angkat tangan saat mengetahui bahwa peringkat blog ini di kontes Mengembalikan jati diri bangsa terus menerus merosot. Bahkan saat saya menulis artikel ini, LutviAvandi.com berada di halaman 3 hasil pencarian. Yang lebih menyedihkan lagi, deskripsi pada hasil pencarian hilang lenyap dan yang tertinggal hanyalah judul dan URL-nya saja. Continue reading Terisolir dari Search Engine

Hari Batik Indonesia

Batik Tulis Tenun

Hari ini semua PNS, murid-murid sekolah pada memakai batik. Ini semua untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah pemilik Batik. Batik adalah budaya kita dan tidak boleh diakui oleh bangsa lain. Memang saat ini tetangga kita sedang berusaha merebut batik dari tangan kita, maka saatnya kita menunjukkan jati diri bangsa. Mari kita mengembalikan jati diri bangsa ini dengan mengenakan batik.

Saya ingat dulu ketika sekolah, setiap hari Sabtu kami mengenakan seragam batik. Tapi rupanya sekarang ini sudah tidak musim. Karena itulah malingsia berani mengaku-ngaku sebagai pemilik seni batik. Lucu banget memang, tapi itulah akibat dari ulah kita sendiri yang enggan menjaga warisan budaya leluhur.

Nah, mudah-mudahan dengan pengakuan dari UNESCO ini, kita semua lebih menghargai budaya bangsa kita. Ayoo dong rajin-rajin pakai batik, minimal blognya ada nuansa batiknya gitu kayak blog ini.. hehehe..

Tom and Jerry

Pernah nonton film ini? Saya yakin pernah. Kalaupun anda tidak pernah nonton film kartun setidaknya anda pernah melihat sekilas tayangannya. Tapi kalau memang gak pernah lihat sama sekali ya udah akan saya ceritakan sedikit ide cerita film ini.

Tom and Jerry adalah film kartun yang menceritakan perselisihan abadi Kucing dan Tikus. Bahkan sekarang sudah ada sekuelnya yaitu Tom and Jerry Kids dimana ceritanya juga sama yaitu meneruskan pertengkaran orang tua mereka. Walaupun pada jaman sekarang sukar kita lihat ada kucing mengejar tikus, tapi nampaknya Tom and Jerry masih terus berkejar kejaran dan saling menghajar.

Continue reading Tom and Jerry