Lima Benteng Iman
Jul 17th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Sabar dan Syukur
Setiap hari syetan berusaha untuk menerobos masuk dan menghancurkan Iman kita. Untungnya kita bisa membentengi Iman ini sehingga syetan takkan mudah untuk menerobos dan mengobrak-abrik iman kita.
Alhamdulillah ceramah Jum’at kemarin membahas lengkap soal ini. Jadi kita bisa membentengi Iman kita dengan 5 benteng sekaligus. Apa saja itu?
1. Akhlak
Ini adalah benteng pertahanan terluar iman kita. Dengan menjaga akhlak kita, maka syetan akan sangat susah untuk menghancurkan keimanan kita. Tapi kalau akhlak ini sudah hilang dari diri kita, maka jebollah benteng itu dan syetan akan menyerang benteng pertahanan kedua yaitu
2. Menjalankan kewajiban dan sunnah
Walaupun akhlak kita amburadul, jagalah selalu ibadah anda. Jalankan semua kewajiban dan sunnah-sunnah rasulullah. Insya Allah walaupun syetan telah berhasil menghancurleburkan akhlak, kalau benteng kedua ini tetap bertahan bukan tidak mungkin nantinya kita bisa memukul mundur syetan dan memperkuat akhlak kita kembali
3. Sabar
Okelah, syetan berhasil menjebol benteng kedua kita yaitu menjalankan kewajiban dan sunnah. Kita sudah mulai enggan sholat, malas puasa dan nggak mau berzakat apalagi berinfaq. Tapi pastikan anda tetap menjadi orang yang sabar. Sabar menghadapi ujian Allah, sabar menerima kondisi yang ada dan sabar untuk terus berupaya membangun kembali benteng kedua anda. Insya Allah selama kesabaran masih kokoh, syetan akan tertahan di benteng ketiga ini
4. Ikhlas
Ya udah, kita tak berhasil juga mempertahankan kesabaran. Mudah marah, mudah protes dan tak terima dengan kondisi yang ada. Maka usahakan tetap ikhlas. Ikhlas dan sabar seolah sama tapi berbeda. Sabar cenderung melawan. Contohnya seorang pemahat batu, dia bisa dikatakan sabar tapi terus bekerja. Itulah makna sabar yang lebih bersifat aktif. Sedangkan ikhlas lebih bersifat pasif. Menerima segalanya, pasrah dan tidak melawan. Ikhlas itu menjaga diri tetap netral, jadi ikhlas berarti diam dan tidak goyah. Karena itulah orang yang ibadah dengan ikhlas biasanya tidak akan terpengaruh apa-apa walaupun kita puji atau kita hina.
5. Malu
Benteng terakhir kita adalah malu. Mungkin kita sadar tak mampu menjaga akhlak dengan baik. Kita juga tahu betul bahwa sholat kita sering bolong. Kita juga kurang sabar dan nggak ikhlas dengan kondisi yang ada. Maka jagalah malu. Karena jika inipun tak mampu dipertahankan maka jadilah kita menggadaikan iman kita demi sekotak mie instant atau demi sebuah pekerjaan. Na’udzubillah..
Yah, itulah benteng-benteng yang mampu menjaga iman kita

Jazakallah Khiar katsir Mas..memang mesti dijaga semua…
Sepertinya benteng ke lima sudah banyak yg tertembus. Astagfirullahaladzim..