Konser Musik untuk Bencana: Membantu atau Menenggelamkan?

Nov 6th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Sabar dan Syukur

Sejumlah artis menggagas ide untuk mengadakan sebuah konser akbar. Konon konser itu akan diisi oleh banyak artis papan atas dan mereka juga siap untuk tidak dibayar alias komisinya disumbangkan untuk korban bencana baik di Mentawai maupun Merapi. Senada dengan itu, artis seksi hollywood juga memajang tubuhnya di majalah Playboy dan seluruh honornya juga akan disumbangkan ke korban bencana alam di Indonesia.

Sebelumnya pemerintah sleman juga telah menggelar beberapa acara serupa yaitu konser dangdut dengan tujuan untuk menghibur para pengungsi Merapi. Dan entah kenapa saya kok belum menemukan acara istighosah akbar, taubatan nasuhah akbar atau minimal pengajian akbar. Satu-satunya informasi bernada pendekatan diri pada Allah hanyalah sholat jumat yang dilaksanakan oleh para pengungsi di lapangan. Walaupun dari gambar yang terlihat lebih banyak seragam sukarelawan daripada pengungsinya. Tapi mungkin itu cuma masalah angle aja yang kurang pas.

Saya kemudian teringat waktu bertugas piket di pengungsian lumpur lapindo Sidoarjo beberapa tahun lalu. Waktu itu semburannya masih kecil, dan di lokasi pengungsian justru diadakan acara-acara seperti musik punk, dangdut, dll. Saya kemudian berkata kepada teman saya yang sama-sama piket waktu itu, ini orang-orang kena bencana kok ya kayak dapat lotre. Wajah-wajah ceria, berjingkrak2 mengiringi musik bahkan sebagian besar muda-mudinya asyik berduaan. Maklum, kini mereka sudah “serumah” di pasar baru porong.

Dengan nada bercanda saya mengatakan, “Ini kalau Allah gak ridlo bisa-bisa ditenggelamkan semua nih”. Teman saya hanya tersenyum, tapi rupanya canda saya itu menjadi kenyataan. Lumpur makin besar dan bahkan hingga sekarang belum bisa dihentikan.

Ketika pemkab Sleman mengadakan konser dangdut di pengungsian, saya kembali teringat kisah itu lalu berkata pada istri saya, “Kena bencana gini kok malah dangdutan sih? Apa nyoba menantang Allah?”

Dan Allah benar-benar menunjukkan kekuasaannya. Tempat yang dibilang aman, justru menjadi pemakaman masal penduduknya. Entah apa yang terjadi jika konser akbar itu jadi dilaksanakan. Mudah-mudahan aja Allah lebih memilih untuk menangguhkan murkanya saat kiamat lagi. Kepada penduduk Mentawai dan Merapi tolong lah untuk saat ini lebih banyak bermunajat pada Allah. Memang bencana bisa jadi hukuman tapi bisa juga ujian. Tapi keduanya butuh Allah untuk menghadapinya.

Dan kepada seluruh penduduk Indonesia, yuk kita sama-sama berdoa semoga saudara-saudara kita diberi kekuatan. Dan bila musibah in akibat dosa kolektif kita semua, semoga Allah mengampuni dosa kita. Dan untuk para artis, entah bagaimana mengatakan hal seperti ini pada kalian. Biarlah Allah yang mengingatkan kalian…

Diakses dengan kata kunci:

TWEET THIS!

12 Responses to Konser Musik untuk Bencana: Membantu atau Menenggelamkan?

  • kakajoe says:

    Ga penting artikel loe..cuman memperkeruh doang…pake otak kalo mao ngetik!! Loe gatau dibelakang2 orang2 musisi2 itu (rodis, panitia dsbnya) mereka harus ninggalin istri dan anaknya, ada juga yg harus ninggalin bininya lagi hamil…jangan disama ratain gitu..lihat masalah itu dr 2 sisi…sekali lagi artikel loe ga penting!!

    • Lutvi Avandi says:

      Memangnya kalau sudah ninggalin istri dan anak, maka sudah bisa dijadikan acuan kebenaran? Lagipula, daripada ninggalin istri dan anak untuk ngadain konser, bukankah lebih baik untuk mengadakan yang nilainya lebih mendekatkan diri pada Allah?

    • vicky says:

      wong edah kowe…..
      kamu pikir yang dibutuhin para korban itu apa duet doang???? mereka juga butuh doa, agar lebih diringankan bebannya..
      ngadain konser amal yang mendatangkan uang untuk bantuan, tapi kalo Alloh melaknat kemudian bencana semakin besar, bisa apa mereka?
      konser yang berkedok konser amal malah semakin mendatangkan bencana….

  • Agung Online says:

    Mungkin tidak atau belum di ekspos televisi mas. Di twitter dan kebetulan di dekat rumah saya 2 hari yang lalu pada pukul 21.00 ada pengajian bersama untuk musibah merapi dan mentawai.

    Mungkin konser musik, selingan hiburan untuk mereka pengungsi. Tapi kalau dangdutan, gimana ya? biasanya sih terlihat agak vulgar dalam penampilannya. Semoga tidak berlebihan saja konser semacam ini.

    • Lutvi Avandi says:

      Itulah anehnya. Kenapa yang seperti itu seakan disembunyikan. Sedangkan ketika warga merapi melakukan ritual kesyirikan media mengekspos besar-besaran

  • Dino says:

    Diperbanyak istighfar ya mas. Kemana harus berlari kalau tidak memohon kepada Sang Pemilik Merapi, Allah SWT.

    • Lutvi Avandi says:

      Bener. Dan bukan cuma korban bencana saja. Tapi justru kita yang aman ini musti banyak istighfar. Siapa tahu mereka hanyalah korban dari dosa-dosa kita yang ada di tempat lain. Mereka cuma alat Allah untuk mengingatkan kita

  • Luhur says:

    Saya warga Yogyakarta, Mas. Sangat setuju dengan Mas Lutvi. Risih juga melihat yang begitu-begituan. Mungkin bangsa ini terbiasa dengan solusi instan.

  • kakajoe says:

    Mas, jgn samain dangdutan sama charity concert … Dan klo hanya berdoa tanpa berusaha mana bisa nemuin jalan keluar?? Mau bukti?? Ni buktinya

    @AdibHidayat: Total donasi terkumpul malam ini di #SenandungNegeri terkumpul Rp 427.392.919 juta

    Daripada cuman bikin artikel yg “memanfaatkan” berita yg lagi hot supaya naikin pagerank..mendingan berpikir, ini bukan masalah benar ato salah…tapi masalah kepedulian..jujur agak lucu loe ngebandingin konser amal dengan dandutan yg diadain cuman untuk menghibur tanpa loe liat kepedulian orang2 dibelakang acara itu…ngertos?

    • Lutvi Avandi says:

      wow banyak ya dapatnya? hehehe.. Berarti kalau dibagi 300ribu pengungsi masing-masing bisa dapat 1500 tuh. Lumayan buat beli permen.

      kalau anda bilang “klo hanya berdoa tanpa berusaha mana bisa nemuin jalan keluar” saya kok jadi malah ngeri bacanya. Itu kan sama aja bilang gini:

      Kalau hanya minta sama Allah (saya mengganti kata berdoa dengan minta sama Allah) tanpa berusaha mana bisa nemuin jalan keluar? Jadi anda pikir Allah tidak punya kemampuan membantu kalau ndak kita bantu dengan usaha ya?

      Kebenaran itu harus dikerjakan dengan sesuatu yang benar. Dan baik itu belum tentu benar jika sudah keluar dari nilai-nilai yang ditentukan Allah. Mengadakan konser yang membuat manusia lalai dari sholat, lalai dari mengingat Allah, apalagi anda tambahi dengan kalau ndak begitu mana bisa dapat jalan keluar. Sekarang kita lihat aja jalan keluar apa yang bisa diperoleh dari 400 juta itu.

      Bahkan pemerintah yang mau ngasih 100 Milyar aja masih terkatung2 sampai sekarang. Hanya Allah jalan keluarnya. Hanya Allah yang menguasai segalanya. Melalaikan Allah sama dengan menyuruh Allah minggir dari urusan ini.

  • kaka joe says:

    pantes loe beubeul…ngartiin “kalo hanya berdoa tanpa berusaha” aja udah salah…ckckckck, kasian gw sama loe…padahal itu kalimat sering dikeluarkan oleh para pendakwah loh, dan yg gw tangkep adalah “Allah akan membantu umatnya jika umatnya pun berusaha dalam kehidupannya” ..

    got some question for u…
    1. bukannya Allah itu mengajarkan manusia untuk saling membantu sesama manusia??
    2. Sadar ga kalo loe udah su’udzon sama sesuatu hal yg sama sekali loe ga mengerti dan loe tanpa sengaja telah menebarkan buih2 kedengkian terhadap saudara2 loe…bahkan gw yakin loe pun gatau kalo setiap adzan, konser amal ini break…jangan disama ratakan bro…berpikir smart sebelum loe ngetik artikel…

    hal yg paling lucu dri balesan comment loe yg membuat gw akan berenti komen, karena gw udah tau kedangkalan jalan pikiran loe adalah ini
    “wow banyak ya dapatnya? hehehe.. Berarti kalau dibagi 300ribu pengungsi masing-masing bisa dapat 1500 tuh. Lumayan buat beli permen.”
    “Bahkan pemerintah yang mau ngasih 100 Milyar aja masih terkatung2 sampai sekarang. ”
    Pemerintah??? yg di banner anda juga itu duduk di pemerintahan loh mas..Anda sangat dangkal sekali….

    1 saran gue buat loe.. mendingan loe omongin masalah wordpress aja deh..dibanding ngomongin sesuatu hal yg gak loe mengerti, takutnya malah ngebikin malu yg ada di banner loe

    • Lutvi Avandi says:

      Ya udah, saya sudah coba mengingatkan. Tugas saya kan cuma sampai situ. Daripada justru menyebabkan anda makin menyinggung pihak2 yang lain maka saya akhiri diskusi sampai disini. Kita sama-sama menantikan hari dimana Allah membuka semuanya. Dan kita lihat apakah konser yang anda perjuangkan itu layak membawa anda ke surganya.