Bisnis Emas Batangan

Jul 22nd, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Bisnis & Pemasaran
Bisnis Emas

Bisnis Emas Batangan

Biar ndak dianggap ndompleng nama para petani kebun emas, maka saya istilahkan ini sebagai bisnis peternakan emas. hehehe… Lagipula konsepnya mirip dengan orang beternak kok. Jadi seperti apa sih konsepnya? Yuk, kita coba pelajari.

Bisnis ini melibatkan bank gadai syariah (kalau di Surabaya paling murah BRI Syariah). Mereka punya 1 program dengan nama gadai syariah, dimana kalau kita menggadaikan emas disana, kita akan mendapatkan pinjaman sebesar 93% harga emas waktu itu kalau emas kita termasuk emas murni 24 karat. Kalau emas perhiasan, nilai pinjamannya bisa kurang dari itu antara 90% - 80%.

Nah, bagaimana kalau kita nggak punya emas? Gampang, kita bisa meminjam atau istilahnya investasi emas. Kalau istilah saya biar gampang ya kita beli anaknya dulu. Persyaratan untuk investasi emas sangat mudah. Anda cukup membawa KTP asli saja. Karena bank udah punya mesin foto copy hehehe..

Karena nanti kita akan dapat pinjaman 93% maka kita hanya perlu membayar kekurangannya saja yaitu 7% harga emas. Tapi emasnya akan ditahan oleh pihak bank hingga kita melunasi yang 93% itu tadi. Biar makin paham, saya coba kasih contoh pakai angka ya? Angka ini bukan angka sebenarnya, tapi saya pilih supaya gampang ngitungnya aja.

Pak Bejo mau investasi emas 10 gram dengan harga waktu itu Rp. 1.000.000,- (ingat ini hanya angka fiktif, harga aslinya lebih dari ini)

Pak Bejo membayar uang muka emas-nya 7% atau 70.000,- ke BRI Syariah ditambah biaya administrasi sebesar Rp. 12.500 untuk penerbitan sertifikat gadai. Jadi total pengeluarannya adalah 82.500,-. Cicilan yang harus dibayar adalah 930.000,- Pak Bejo bebas mencicilnya selama dia mau.

Selanjutnya, pak Bejo harus membayar Rp. 40.000,- tiap bulan sebagai biaya penitipan emas hingga cicilannya lunas.

Ternyata pak Bejo melunasi hutangnya dalam 10 bulan, jadi tiap bulan pak Bejo keluar uang 93.000,- (untuk cicilan emas) + 40.000,- untuk biaya penitipan. Total: 133.000,- Tapi ingat, nilai ini adalah nilai maksimal. Karena ketika pak bejo mulai mencicil, maka biaya penitipannya makin berkurang. Sehingga totalnya bukan 133.000 lagi tapi bisa kurang dari itu. Cuma biar gak terlalu banyak ngitung saya buat aja rata 133.000 ya.

Maka di akhir bulan ke-10 total pengeluaran pak Bejo adalah: Uang muka + Biaya admistrasi + (10 x 133.000) = 82.500 + 1.330.000 = Rp. 1.412.500,- Dan emas itu sudah ada di tangan pak Bejo. Angkanya terlihat mahal kan? Tapi sebenarnya nggak karena pada kenyataannya, jika beliau rutin membayar 93.000 setiap bulan maka total biaya penitipannya cuma 220.000 saja. Sehingga hasilnya adalah 82.500 + (10 x 93.000) + 220.000 = 1.232.000 saja.

Emas adalah bisnis jangka panjang, jadi misalnya pak Bejo menyimpan emas itu selama 2-3 tahun. Kita coba lihat kenaikan emas tahun ini yang mencapai 13,17%. Bahkan 10 tahun belakang, kenaikan emas mencapai 397,24% Edan ndak tuh? Berikut ini tabel dari geraidinar.com yang cukup lengkap membahas soal investasi emas ini:

Grafik Harian Harga Emas Grafik Bulanan Harga Emas Grafik Tahunan Harga Emas Murni Grafik 10 Tahunan Harga Emas

Maka kurang cocok bagi anda yang ingin memutar uang dengan cepat. Dan metode ternak emas ini sangat cocok bagi kita yang agak kesulitan kalau harus langsung beli emas 10 gram sekaligus. Sementara kalau beli dalam satuan kecil harganya bisa mahal. Nah, untuk mengunci harga emas saat ini, ya kita pinjam aja. Jadi walau harga emas naik, kita hanya perlu bayar dengan harga waktu kita membuka pinjaman. Enak toh?

Diakses dengan kata kunci:

TWEET THIS!

Tags: ,

7 Responses to Bisnis Emas Batangan