Berbuat Baiklah Walau Pintu Neraka Sudah di Depan Mata

Manusia itu tempat salah dan dosa. Cobaan di dunia ini memang berat bagi sebagian orang. Kita tak pernah tahu apa yang menjadi sebab seseorang terjerumus ke lembah hitam. Kita juga tak pernah tahu apakah kita mampu menghadapi cobaan yang sama dengan orang tersebut. Tapi yang harus tetap diingat adalah bahwa kita punya Allah dan rahmat-Nya tiada batasnya.

Saya ingat kisah dua orang umat nabi Musa as (terlepas kisah ini nyata atau tidak wallahu A’lam). Di jaman nabi Musa ada dua orang umatnya. Yang satu sangat sholeh, rajin beribadah dan taat pada Allah. Satu lagi selalu bergelimang dengan kemaksiatan dan kesesatan. Suatu ketika dua orang ini menghadap nabi Musa as. Mereka menanyakan pertanyaan yang berbeda

Si sholeh bertanya, “Apakah saya ini akan masuk surga?”

Si maksiat bertanya, “Apakah saya ini akan masuk neraka?”

Nabi Musa kemudian meminta petunjuk Allah untuk menjawab pertanyaan dua orang umatnya ini. Oleh Allah di jawab bahwa si Sholeh akan masuk surga dan si maksiat akan masuk neraka. Setelah disampaikan kepada si sholeh, dia pun bergembira tersenyum dan pulang. Saat disampaikan ke si maksiat, dia pun bersujud penuh syukur, tersenyum dan pulang.

Alkisah saat keduanya meninggal, nabi Musa mendapat petunjuk bahwa si sholeh telah masuk neraka dan si maksiat telah masuk surga. nabi Musa bertanya, “Kok bisa?”

Allah menjawab, “Saat si sholeh tahu dia masuk surga, dia mengatakan bahwa dia memang pantas masuk surga. Dia sudah punya banyak amal. Padahal amal itu tiada dapat menolongnya sedikitpun kecuali atas Rahmat Allah SWT. Maka dia masuk neraka”. Sedangkan si maksiat setelah mendapat kabar dia tersenyum dan mengatakan, “Alhamdulillah, Allah begitu baik. Walaupun aku sudah banyak berbuat maksiat Ia masih memberikan rahmat-Nya”. Sejak itu si maksiat bertaubat dan mendapatkan surga Allah.

Ada begitu banyak kisah dimana Allah menurunkan rahmat-Nya atas hamba-hamba-Nya. Karena itulah, walaupun saat ini kita sedang duduk di jurang kemaksiatan, bangkitlah dan bertaubatlah. Jika saat ini kita bergelimang dosa, berupayalah untuk berhenti dan berbuat baiklah sebanyak yang kita bisa. Kita mungkin tak bisa lepas dari belenggu dosa, tapi dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, mudah-mudahan Allah menurunkan rahmat-Nya atas kita.

Semua manusia berhak atas surga Allah.. Tapi hanya bagi mereka yang mau bersungguh-sungguh meraihnya. Hidayah bukan ditunggu, tapi hidayah harus diraih dan diperjuangkan. Surga bukanlah hadiah karena surga adalah buah perjuangan panjang… Moga kita semua senantiasa mendapatkan rahmat Allah SWT.. Aamiin :)

Artikel Setopik:

  1. Khutbah Rasulullah menjelang Ramadhan

2 Comments

  1. Surga juga diperuntukkan bagi mereka yang senantiasa bertaubat (ta’ibun), tekun beribadah (‘abidun), berdzikir memuji Allah (hamidun), sering melawat orang lain (sa’ihun). Ruku’ (rali’un), bersujud (sajidun), suka menyuruh kebaikan (amiruna bil ma’ruf), suka mencegah kemunkaran (nahuna ‘anil munkar), dan orang-orang yang senantiasa menjaga diri dari hukum-hukum Allah (hafizhun li hududillah).

    Orang-orang tersebut dijelaskan dalam al-Quran (QS. At-Taubah 9, 111-112)

  2. sebuah kisah yang pas untuk dijadikan renungan, bahwa sesungguhnya surga maupun nereka hanya Allah lah yang tahu pasti dimana kita akan di masukkan. seperti sebuah syair bijak. Ya Allah aku tak pantas di surga-Mu, namun tak pula kuat bila dineraka-Mu….

    Makasih atas tulisannya dan salam kenal dari blogger newbie.

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco