Search results for: personal
Start Nulis ebook Mastering WordPress 3.0
Alhamdulillah, setelah cafezine diterbitkan pagi tadi, saya langsung mengerjakan ebook Mastering WordPress 3.0. Saya ingin menyelesaikannya secepat mungkin. Tak ada target sih, tapi mudah-mudahan gak sampai seminggu udah selesai.
Insya Allah ebook Mastering WordPress 3.0 ini akan diberikan secara gratis..tis..tis.. hehehe..
Apa nggak rugi?
Sebenarnya sih rugi dikit, paling banter ya rugi listrik, rugi waktu, tenaga dan tentunya beberapa cangkir kopi dan snack yang saya lahap selama menulis ebook tersebut. Tapi saya selalu yakin, apapun yang kita berikan kepada orang lain, maka Allah akan menggantinya dengan cara-Nya sendiri. Dan saya nggak mau tahu bagaimana caranya.
Diakses dengan kata kunci:
Oleh-oleh Fresh (Freedom of Sharing)

Personal Branding
Tadi malam saya ikut seminar bisnis online yang diselenggarakan oleh FreSh atau Freedom of Sharing bekerjasama dengan kaskus, semut merah community dan Tugu Pahlawan Community. Penyelenggaraan seminar oleh FreSh ini memang baru pertama kali di Surabaya. Harapannya sih akan ada seminar-seminar atau event-event lain yang akan hadir di Surabaya, gitu kata mbak Leoni perwakilan dari FreSh.
Acara kali ini dibawakan oleh 3 narasumber yaitu: Mas Benny Chandra, Pak Herman Kwok (perwakilan KasKus) dan Suko Widodo seorang pengamat komunikasi.
Acara digelar cukup menarik. Hampir semua pembicara mampu membawa suasana dengan ramai. Jadi walau acaranya lumayan lama dan tanpa istirahat serta tanpa konsumsi, peserta sama sekali gak merasa jenuh dan ngantuk.
Diakses dengan kata kunci:
Perlukah Melawan Balik?
Hari ini saya mendapatkan 2 undangan grup facebook yang inti dari keduanya sama yaitu menjelekkan simbol agama kristiani. Saya memang orang Islam, dan saya cinta sekali dengan agama saya. Tapi melakukan penghinaan terhadap agama lain, bukanlah cara seorang muslim. Tak pernah sekalipun kita dengar atau baca sirah Nabawiyah yang mengatakan bahwa nabi menghina kaum kafir. Padahal penghinaan yang dilakukan oleh kaum kafir terhadap Rasulullah jauh lebih dahsyat daripada yang dilakukan oleh saudara-saudara kita yang masih belum memperoleh hidayah Allah.
Kita mungkin marah karena Rasulullah diejek, tapi benarkah kita marah gara-gara itu? Atau kita marah karena merasa bukan Rasulullah yang diejek tapi kita yang memeluk agama terbaik ini? Sering kita menyalah artikan ejekan orang lain pada simbol2 agama sebagai ejekan terhadap pilihan kita. Sama juga saat kita marah ketika usulan kita dilecehkan rekan dalam suatu rapat.
