Sulaiman dan Hud-hud

Apr 19th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Politik

Anda tahu kisah nabi Sulaiman a.s? Saya yakin anda tahu. Bukan cuma umat Islam, tapi umat kristiani dan yahudi juga tahu persis bagaimana kisah nabi ini. Salah satu kisah tentang nabi Sulaiman yang terkenal adalah kisahnya dengan buruh hud-hud. Ada yang mengatakan bahwa burung hud-hud ini adalah burung pelatuk. Tapi wallahu a’lam, entah apa sebenarnya burung hud-hud ini. Yang jelas, apapun itu, takkan mengubah poin penting dalam kisah ini.

Alkisah suatu ketika Sulaiman a.s mengumpulkan seluruh bala tentara kerajaannya. Pertemuan rutin yang wajib dihadiri oleh seluruh bawahannya. Tapi dalam inspeksinya, Sulaiman menemukan bahwa hud-hud tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Lalu beliau bersabda:

??????????? ????????? ??????? ??? ???? ??? ????? ??????????? ???? ????? ???? ?????????????

[27:20] Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

???????????????? ???????? ???????? ???? ??????????????? ???? ?????????????? ??????????? ????????

[27:21] Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”.

Tak lama hud-hud datang membawa berita besar bagi nabi Sulaiman. Dia menceritakan bahwa ada suatu negeri yang dipimpin oleh seorang wanita. Tapi sayang penduduk negeri itu menyembah matahari.

Kisah selanjutnya pasti anda sudah tahu. Kalau belum, silahkan deh baca sendiri di surat An-Naml :)

Cerita diatas menggambarkan bagaiman sikap seorang pemimpin dan bagaimana sikap seorang bawahan. Anda bisa melihat ketegasan Sulaiman dalam menegakkan disiplin. Tapi dibalik itu Sulaiman juga sangat teliti dalam mengawasi anak buahnya.

Bayangkan saja, Sulaiman memimpin pasukan Jin dan Manusia juga para hewan. Dan saat pertemuan akbar itu, sempat-sempatnya Sulaiman mencari seekor hud-hud. Sungguh berbeda dengan pemimpin jaman sekarang. Jangankan satu orang gak datang, separuh gak datang juga gak bakal ditanyain satu per satu.

Meski tegas, sulaiman juga memiliki toleransi yang tinggi. Walaupun terlambat, hud-hud yang punya alasan bagus dan sesuai dengan misi dakwah nabi Sulaiman tidak dihukum oleh Sulaiman. Sulaiman mau mendengarkan alasan yang disampaikan hud-hud.

Maka jika atasan dan bawahan bisa berjalan harmonis seperti diatas, maka insya Allah organisasi apapun akan maju dan semua tujuan organisasi akan bisa dicapai dengan mudah. Pemimpin yang tegas namun penuh kasih sayang, serta anak buah yang inisiatif dan bertanggung jawab. Ya, mudah-mudahan ke depan kelak kita memiliki pemimpin seperti Sulaiman yang membawahi anak buah-anak buah seperti hud-hud.

Bangkitlah negeriku.. Harapan itu masih ada

Diakses dengan kata kunci:

16 Responses to Sulaiman dan Hud-hud