Hati-hati dengan Keinginan Anda

Jun 15th, 2009 | By Lutvi Avandi | Category: Sharing

Bagaimana bila anda memiliki kekuatan ajaib yang sangat dahsyat. Kekuatan itu akan mampu mengabulkan apapun permintaan anda. Mulai yang kecil sampai yang besar. Mulai yang masuk akal sampai yang di luar nalar. Jika saat ini anda memiliki kekuatan itu, apa yang akan anda minta?

Percaya atau tidak, saya dan anda memiliki kekuatan tersebut. Dia siap mengabulkan apapun yang kita minta. Bahkan jika permintaan kita seolah-olah tidak masuk akal. Karena sebenarnya apapun yang sanggup kita pikirkan, berarti masuk akal kan? Asal kita mampu membayangkannya, semustahil apapun itu tetaplah nyata.

Masalahnya kemudian, banyak orang yang meragukan kemampuan ini. Bahkan ada yang tidak percaya kalau mereka mampu melakukannya. Walaupun berkali-kali terbukti mereka berhasil. Contoh yang paling sering ditemui adalah seorang ibu yang mengatakan pada anaknya, “Jangan lari-lari! Nanti Jatuh!”. Saat itu ibunya membayangkan anaknya kesandung dan jatuh.

Apa yang terjadi kemudian? Sang anak benar-benar jatuh. Si Ibu lalu bilang,”Tuh.. dibilangin ibu ndak nurut sih!”.

Dari peristiwa itu, siapa yang menjadi biang keladi jatuhnya si Anak? Si Anak sendiri? Ibunya? Atau batunya?

Saat anak saya masih kecil saya selalu melarang istri untuk mengatakan hal-hal yang negatif. Contohnya seperti diatas. Biasanya kami lebih suka memerintah daripada melarang. Tapi jauh lebih suka lagi menyarankan dan mengarahkan. Tapi jika kondisi darurat, akan lebih baik jika anda memerintah.

Contohnya anak kami yang baru bisa berlari. Saat itu dia berlari kesana kemari. Tiba-tiba ada motor lewat, dengan reflek saya teriakkan padanya “Minggir Nak!”, diapun seketika minggir. Fuih, tinggal 1 meter aja anak kami akan celaka. Setelah itu, kami tidak memarahinya. Saya biarkan dia lari-lari lagi. Tapi kali ini kami lebih waspada karena walaupun jalan depan rumah kami sepi, cuma kadang suka ada pengendara motor yang lewat tiba-tiba.

Dalam masalah keuangan juga. Dulu saya membayangkan bahwa punya penghasilan 1 juta per bulan sudah sangat cukup untuk biaya hidup. Maklum masih bujang dan gaji saya dulu cuma 85 rb/bulan.. :)

Setelah menikah saya jadi kaget, ternyata 1 juta itu gak cukup. Cuma bisa buat makan aja. Apalagi setelah anak saya lahir, 1 juta jadi sangat kecil. Anehnya, walaupun saya berusaha keras, pendapatannya saya gak pernah jauh dari 1 juta. Untungnya selalu lebih dari 1 juta walaupun gak pernah mencapai angka 2 juta.

Akhirnya saya coba tata ulang keinginan saya, saya pun ingin mendapatkan 6 juta per bulan. Dan alhamdulillah mampu terkejar. Eh ternyata 6 juta itu pas-pasan. Hehehehe… Akhirnya coba saya tata ulang menjadi 20 juta per bulan.

Nah, rata2 saya mendapatkan semua itu cuma dengan mengubah pikiran. Tapi tentu saja, saat peluang2 menuju ke arah itu datang, saya harus mampu menangkapnya dan memanfaatkannya dengan baik. Dan sekarang tinggal selangkah lagi saya akan mendapatkan 20 juta/bulan saya. Dan mungkin akan saya tingkatkan lagi nanti menjadi 50 jt/bln

One comment
Leave a comment »

  1. Great, supper. Dapet kunci …. rubah mindset dan berpikir selalu positif. Ini yang belum konsisiten yang ada pada diri saya. Instospeksi ya. Tks Mas.

Leave Comment