Archive for the ‘Sharing’ Category

Banyak teori yang mengatakan untuk mendapatkan banyak follower twitter, kita perlu menulis tweet yang berkualitas. Tak hanya itu, kita juga harus sering share ide-ide keren sehingga banyak yang FF akun twitter kita. Tapi tahu ndak atas dasar apa orang follow twitter anda? Nggak semuanya karena berharap konten, rata-rata mereka follow karena kenal dengan pemilik twitternya.  [ Read More ]

Biasanya kita suka sebel dengan spammer-spammer yang menyerbu blog milik kita. Kenapa? Karena mereka ini nambah-nambahin kerjaan aja dengan nyepam ke blog milik kita. Mereka juga nyepam hanya dengan tujuan supaya dapat backlink doang. Nah bro, kayaknya pemikiran begitu perlu dihapus deh. Saya dapat ide unik saat jalan-jalan ke forum tadi malam. Ternyata komentar spam  [ Read More ]

Autocontent atau autoblog seringkali dianggap sebelah mata oleh banyak orang. Bahkan ada yang mencap para pelaku autocontent sebagai maling alias pencuri konten orang lain. Yah, tidak bisa disalahkan juga sih mengingat pelaku autocontent seringkali memang mencomot hasil karya orang lain tanpa memasukkan sumbernya. Jangankan link ke artikel aslinya, sekedar tulisanpun tidak ada. Tapi bukan Lutvi  [ Read More ]

Awalnya saya ingin memposting artikel ini tepat pada tanggal 14 Februari kemarin. Tapi kemudian saya urungkan, karena saya khawatir artikel ini cuma dianggap seperti artikel-artikel lain yang intinya menolak perayaan hari raya Valentine. Disini saya bukan cuma ngomong soal valentine, tapi saya ingin memberi bekal pengetahuan agar kita tidak menjadi generasi busa atau buih yang  [ Read More ]

Manusia tempatnya dosa, jadi sangat tidak wajar kalau ada manusia jarang atau malah gak pernah sama sekali istighfar. Rasulullah SAW saja yang sudah dijamin masuk surga dan jauh dari dosa dan kemaksiatan, masih beristighfar 100x sehari sebagaimana tercantum dalam hadist: “Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari  [ Read More ]

Menurut anda mandiri itu apa? Bagi anak-anak TK Mandiri bisa diartikan tidak tergantung lagi pada orang tua. Mandi sendiri, makan sendiri, pakai baju sendiri sampai bermain sendiri (yang terakhir ini kasihan banget sebenarnya). Lalu apa arti mandiri bagi orang dewasa? Apakah sama dengan anak TK? Hayoo jawab yang jujur. Apakah Mandiri bagi anda masih sama  [ Read More ]

Dua detik bagi sebagian besar orang mungkin tidak terlalu berharga. Tapi di jalan, entah kenapa dua detik itu tiba-tiba saja menjadi amat sangat berharga. Seringkali saat di jalan saya menemukan orang-orang yang tak mau menahan diri selama 2 detik saja dan membahayakan nyawanya hanya untuk menyerobot kendaraan di depannya. Ada juga yang enggan menunggu 2  [ Read More ]

Tadi pagi seperti biasa saya bercengkrama dengan istri dan balita kami. Saat itu kami makan nasi bungkus yang kami beli di warung langganan. Aqila yang masih 4 bulan melihat kami makan dengan nikmatnya dan berusaha meraih makanan kami. Pandangan matanya seolah-olah ingin makan juga. Tapi sekeras apapun dia berusaha, kami takkan memberikan makanan itu. Bukan  [ Read More ]

Manusia setiap hari menantikan 3 panggilan Allah. Panggilan yang paling rutin adalah panggilan 5 kali sehari saat tiba waktu sholat. Panggilan kedua adalah panggilan ke kota Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan menyempurnakan rukun Islam. Sedangkan panggilan terakhir adalah panggilan menuju alam kubur kelak. Ketiga panggilan tersebut hakekatnya adalah sama. Tiap waktu sholat seharusnya kita  [ Read More ]

Kritik, selembut apapun itu bentuknya tetaplah memberi bekas kepada penerimanya. Bahkan Dale Carnegie dalam bukunya “How to Win Friends and Influence People” mengatakan untuk membuang jauh-jauh keinginan mengkritik orang lain meskipun dia jelas-jelas salah. Karena sesungguhnya tidak ada seorangpun di dunia ini yang senang dikritik walaupun dia jelas-jelas minta dikritik. Kalau anda mendapati teman yang  [ Read More ]

Berdakwah Tanpa Suara, Menulis Tanpa Pena

Foto LutviNama saya Lutvi Avandi. Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama.