Dua Solusi Semua Masalah

Adabanyak sekali masalah di dunia ini. Disamping kanan, kiri, depan dan belakang bisa dengan mudah kita temui masalah. Tapi tahu tidak, sebenarnya masalah-masalah itu mudah diselesaikan dan sudah bisa dipastikan sesuai dengan kemampuan kita untuk menyelesaikannya.

Saya sendiri sudah sering menerapkan dua kunci ini dan alhamdulillah begitu banyak masalah yang saya hadapi bisa selesai bahkan seringkali tanpa perlu saya selesaikan alias tidak ada aksi apapun yang saya lakukan. Jadi apa sih dua solusi itu? Continue reading Dua Solusi Semua Masalah

Kerja Keras Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Semangat, kerja keras dan pengabdian seluruh elemen bangsa kini sangat diperlukan. Apalagi setelah saudara-saudara kita di Padang Sumatera Barat dan Jambi diguncang dengan gempa yang memporak porandakan seluruh tatanan masyarakat yang ada. Segalanya harus dimulai dari nol lagi. Membangun dari dasar lagi. Mewujudkan bangunan baru yang lebih kokoh dan lebih tahan terhadap gempa. Mengembalikan jati diri bangsa kita.

Continue reading Kerja Keras Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Adzab, Cobaan atau malah Anugerah?

BencanaBiasanya apabila terjadi sesuatu yang kurang baik, kita selalu menamakannya sebagai adzab atau cobaan. Dan bila terjadi sesuatu yang baik, kita menganggapnya anugerah atau rahmat tapi inipun termasuk cobaan juga.

Jadi, sesuatu yang terjadi pada kita itu apa? Dan bagaimanakah cara mengenalinya?

Jika saya yang ditanya, maka saya akan menjawab tergantung bagaimana anda melihatnya. Sesuatu yang buruk, belum tentu bencana. Tapi sesuatu yang baik juga belum tentu rahmat. Bahkan saya berani bilang kalau apapun yang terjadi pada diri kita, keluarga kita, bangsa kita dan umat manusia adalah sebuah kebaikan yang diberikan Allah pada kita.

Mari coba kita simak, bagaimana sebuah bencana ternyata bisa menjadi rahmat apabila kita memandangnya dari sudut sisi positif. Bila kita melihat dengan pikiran pendek, maka bencana alam seperti yang terjadi di Padang yang lalu adalah sebuah musibah. Tapi coba kita lihat lagi dan kita pikirkan jauh lebih dalam.

Sebuah bencana ternyata menyatukan hati seluruh bangsa ini. Apalagi saat ini bangsa kita sedang menghadapi perselisihan dengan negeri tetangga. Bencana juga menggerakkan perekonomian wilayah itu. Coba bayangkan jika semua orang menyimpan makanan di rumahnya, pasar akan sulit bergerak. Ketika bencana datang, pasar kembali berputar. Jika harga-harga jadi mahal, itu hanya efek samping karena transportasi ke daerah tersebut cukup sulit.

Saya sendiri tidak terlalu paham dengan keadaan Padang. Tapi saya yakin, saudara-saudara kita mampu melihat lebih banyak kebaikan di balik musibah ini. Rumah-rumah baru akan dibangun, jalan-jalan baru disempurnakan dan tidak akan lama, kondisi ini akan pulih seperti sedia kala.

Kita sudah melihat bagaimana tsunami meluluh lantakkan Nangroe Aceh Darussalam. Tapi lihat efek sampingnya, berakhirnya pemberontakan GAM. Terciptanya perdamaian di negeri itu. Terwujudnya undang-undang Islam disana. Jika melihat lebih detil lagi, pasti akan jauh lebih banyak berkah yang bisa kita petik.

Bencana letusan gunung berapi, memang menghanguskan hampir seluruh permukaan gunung. Tapi lahar itu selain membawa bencana, juga membawa rahmat yang tak ternilai bagi para petani. Tanah-tanah jadi subur dan tanaman berbuah dengan lebatnya.

Selalu ada hal baik dalam segala hal. Bukankah dunia ini cuma panggung sandiwara. Bencana yang sebenar-benarnya bencana hanyalah saat kita kehilangan iman kita dan menjadi penghuni neraka. Naudzubillah…

Terisolir dari Search Engine

Googlebot Datang Dong!
Googlebot Datang Dong!

Awalnya saya pikir ini memang sudah nasib. Saya sendiri sempat angkat tangan saat mengetahui bahwa peringkat blog ini di kontes Mengembalikan jati diri bangsa terus menerus merosot. Bahkan saat saya menulis artikel ini, LutviAvandi.com berada di halaman 3 hasil pencarian. Yang lebih menyedihkan lagi, deskripsi pada hasil pencarian hilang lenyap dan yang tertinggal hanyalah judul dan URL-nya saja. Continue reading Terisolir dari Search Engine

Dari US ke SG

Tadi malam blog ini resmi pindah tempat lagi. Kali ini dia saya pindah ke server SG milik saya. Ada beberapa sebab kenapa saya terpaksa memindahkan blog ini lagi. Pertama soal harga. Sebelumnya, blog ini saya tempatkan di Lunarpages. Tapi sayang, biaya perpanjanganya gila-gilaan. Setahun bisa $107. Padahal waktu daftar cuma $59.

Waktu saya tanyakan, katanya saya bisa dapat harga segitu kalau pesan 3 tahun langsung. Males deh. Akhirnya saya pikir, kenapa uangnya tidak saya pakai untuk beli reseller hosting saja. Cukup nambah $10 dari anggaran semula, saya mendapatkan tempat yang lebih terpercaya. Continue reading Dari US ke SG

Jangan Tepat Waktu!

clasic_clock_2_400
Jangan Tepat Waktu

Pernah bikin janji dengan orang lain? Apa yang biasanya mereka ucapkan? Datang tepat waktu ya? Atau Jangan telat ya?

Tahu tidak, kenapa kita ini sering mengadakan acara tapi yang datang selalu terlambat. Sehingga jam di undangan-undangan selalu dibuat 30 menit lebih awal. Kalau saya ditanya kenapa, maka saya akan menjawab bahwa kesalahan justru ada pada yang mengundang. Kenapa? Continue reading Jangan Tepat Waktu!

Dahsyatnya Rasa Syukur

Banyak yang bilang hidup ini berat, penuh rintangan dan hambatan. Krisis disana-sini, harga2 mahal dan berbagai keluhan lainnya. Tapi menurut saya hidup itu ringan, lancar dan mudah. Peluang disana-sini, harga2 murah dan berbagai rasa syukur lainnya.

Pada dasarnya semua yang terjadi disekeliling kita itu netral. Tinggal kita aja yang memandangnya seperti apa. Jika kita melihat sisi negatifnya, maka sebagus apapun hal itu akan menjadi negatif dan bencana. Tapi jika kita melihatnya dari sisi positif, maka sejelek apapun itu, akan menjadi positif dan anugerah.

Kemampuan melihat sisi positif ini disebut bersyukur. ya, kita sering mendengarnya tapi jarang ada yang bisa melaksanakannya. Rasa syukur bukan cuma di lisan. Bukan cuma dengan sedekah, tapi juga cara pandang kita. Bila kita memandang sesuatu dari sisi positifnya, maka bisa dipastikan dada kita akan dipenuhi dengan kesyukuran.

Mas, bagaimana mungkin suatu peristiwa yang jelas2 merupakan bencana, bisa dianggap hal yang positif?

Biasanya para ulama akan mengatakan, boleh jadi bencana ini adalah penghapusan dosa kita, atau kita harus tetap khusnudzon (baik sangka) terhadap Allah, pasti Allah meletakkan hikmahnya di peristiwa tersebut.

Padahal nilai positif itu tak perlu kita tunggu. Saat terjadi bencana itupun, kita sebenarnya mendapatkan anugerah. Bencana alam misalnya, boleh jadi harta kita hilang begitu saja, tapi biasanya kita bisa menemukan peluang-peluang lain. Saat terjadi bencana, semua harus memulai dari nol, ini kesempatan untuk mengejar ketertinggalan.

Ibarat perlombaan, bencana membuat semua orang start dari nol. Yang tertinggal, ini adalah kesempatan anda untuk mengejar ketertinggalan.

Nah, coba anda perhatikan kehidupan sendiri, cari hal-hal yang bisa disyukuri. Apapun itu, pasti ada. Karena ingat, semua peristiwa itu netral, kitalah yang menentukan peristiwa itu positif atau negatif

The Power of Dream

Diakui atau tidak, anda bisa jadi seperti sekarang semua karena mimpi anda dimasa lalu. Saya pun menjadi seperti ini juga karena impian yang selalu saya jaga sejak dahulu. Jika saat ini tengah gencar ajakan untuk STOP DREAMING, maka terus terang saya tidak setuju dengan itu.

Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang punya impian dan benar2 menjaga impian itu akhirnya mencapai apa yang dia impikan. Bahkan seolah-olah dia selalu berada di waktu dan tempat yang tepat. Orang-orang tua jaman dahulu yang ingin sekali naik haji biasanya menempel gambar ka’bah di rumahnya. Silaturahmi ke orang-orang yang sudah menunaikan ibadah haji hanya sekedar mendengarkan cerita dan meminta doa.

Dan terbukti, bagaimana negara yang katanya miskin ini mampu memberangkatkan jamaah haji jutaan orang per tahun. Bahkan masih harus antri hingga 5 tahun mendatang. Itupun setelah melalui proses seleksi kesehatan dan larangan haji lebih dari 1 kali.

Jika anda bergabung dengan bisnis online apapun, anda akan diminta untuk menentukan impian anda. Karena impian akan menentukan seberapa keras usaha yang akan anda lakukan.

Kekuatan impian bagi banyak orang mungkin sepele. Mana bisa kita dapat sesuatu hanya dengan bermimpi.

Jika anda tidak melakukan sesuatu untuk menggapai apa yang anda impikan, maka bisa dipastikan itu bukanlah impian anda. Justru ketika anda punya impian, anda akan melakukan berbagai macam upaya untuk menggapainya.

Jika anak anda sakit keras dan butuh 100 juta sesegera mungkin, kira2 apa yang anda lakukan?

Pasti anda akan berusaha sekeras apapun. Kalau perlu jual rumah, jual kendaraan yang penting anak anda sembuh. Karena dia adalah impian anda. Dia adalah harapan anda. Apakah jika impian itu hilang begitu saja anda rela? Tentu tidak kan? Maka itulah yang disebut impian.

Sementara jika anda ingin mobil super mewah dengan harga 2 Milyar. Lalu ternyata anda bilang,”Wah mahal banget. Bagus sih, tapi mahal. Cari yang murah aja deh”. Maka mobil mewah bukanlah impian anda. Itu hanya sebatas keinginan saja. Dan biasanya kita terjebak oleh keinginan-keinginan semu sehingga tidak fokus pada apa yang benar-benar kita impikan.

Mimpi biasanya terkait dengan emosi. Mimpi bisa anda rasakan kehadirannya. Saat anda bermimpi memiliki seorang anak, anda begitu mendambakan kedatangannya. Anda periksa ke berbagai dokter. Anda siap keluar uang berapapun asal anda bisa punya anak.

Saat anda bermimpi ingin membahagiakan istri dan anak, maka anda akan lakukan apapun agar mereka bahagia. Anda bekerja keras agar dapat memberi makan, pakai dan tempat tinggal bagi keluarga. Anda juga siap lembur agar bisa mengajak keluarga berlibur ke tempat2 wisata.

Anda lihat, kekuatan mimpi sangat besar untuk menggerakkan seseorang. Lihatlah orang2 yang kehilangan impiannya. Mereka yang di PHK, para caleg yang tidak terpilih, seseorang yang diputus pacarnya. Biasanya mereka akan terkulai lemah tanpa daya.

Padahal sama saja kan antara sebelum kerja dan sesudah PHK? Sama-sama gak kerja. Kenapa dulu begitu semangat mencari kerjaan dan sekarang jadi lemas? Karena impiannya berhenti, impiannya lenyap

Padahal sama saja antara belum jadi caleg dan tidak jadi anggota. Sama-sama bukan anggota dewan, tapi karena impian menjadi anggota dewan kandas, hilanglah gairah.

Begitu juga sebelum punya pacar dan sesudah diputus pacar. Sama-sama tidak punya pacar. Tapi aneh, saat impian lenyap, semangat juga ikut lenyap.

Maka camkan ini dalam dada anda: KEEP DREAMING KEEP ACTING!