Sedekah Sampah Yuk!

Biasakan buang sampah pada tempatnya
Biasakan buang sampah pada tempatnya

Tadi pagi nonton ceramah Ust. Yusuf Mansur di ANTV yang membahas tentang Kebersihan. Saya jadi mikir, masak sih bangsa ini gak bisa dibuat ngeh soal sampah? Memang penyakitnya udah akut hehehe.. Tapi setidaknya harus ada yang bergerak soal kebersihan ini.

Menyuruh orang lain membuang sampah mungkin akan cukup membuat kita stress sendiri. Ya, setidaknya dalam beberapa ujicoba saya begitu. Kalaupun mereka mau buang sampah, itu pas kita baru ngomong. Nanti ketika dia sendiri ya udah balik deh sifat aslinya.

Saya lalu berpikir, kalau memang kebersihan adalah sebagian dari Iman. Dan betapa cintanya Rasulullah dengan kebersihan sehingga ada banyak sunnah soal kebersihan ini. Mulai sunnah membersihkan diri alias mandi di hari Jumat, sunnah memotong kuku, sunnah janabat, dll. Dan saya teringat sebuah hadist yang menyatakan bahwa siapa yang menyingkirkan duri di jalan, maka dia sudah dianggap melakukan kebaikan atau sedekah. Continue reading Sedekah Sampah Yuk!

Hilang 1 Tumbuh 7

Bayi HamsterIni bukan sedang bicarakan puisi Khairil Anwar. Tapi sedang bicarakan hamster-hamster saya yang lucu-lucu. Pekan lalu ibunya hamster-hamster ini melarikan diri. Udah dicari-cari kemana-mana sampai minta bantuan detektif Upin dan Ipin tetap ndak ketemu. Curiga juga jangan-jangan selingkuh sama hamster dari desa sebelah (kebanyakan nonton Upin dan Ipin hehehe..).

Tapi alhamdulillah… pagi ini kami dapat berita menggembirakan. Anaknya si ibu ini sekarang udah beranak juga. Hehehe.. berarti sudah 2 generasi hamsternya. Cuman, namanya hamster, gak ada aturan. Yang jadi bapaknya anak-anak ini ya kakeknya sendiri wedew. Ntar bingung tuh anak-anak manggil bapak atau kakek. Yang aneh, tingkah laku Kakek bejat ini banyak ditiru manusia juga. Continue reading Hilang 1 Tumbuh 7

Memelihara Hamster Campbell

Memelihara Hamster ImutSudah sebulan lebih kalau tidak salah ingat anak saya Athia membeli hamster campbell. Dua ekor hamster yang satu berwarna coklat muda dan yang betina berwarna coklat gelap. Yang betina galak banget dan suka menggigit. Seluruh anggota keluarga kami pernah merasakan gigitannya, bahkan anak saya Aqila yang masih bayi.

Memelihara hamster ternyata nggak sesulit dugaan saya. Mungkin karena anak saya cukup telaten ya. Awalnya waktu beli saya pikir paling ndak sampai sebulan tuh hamster sudah tewas. Alhamdulillah ternyata Athia cukup telaten merawatnya sehingga sekarang ada 5 ekor bayi hamster mengais rejeki di rumah kami hehehe..

Berhubung Athia beberapa pekan lagi harus pergi ke pondok selama 3 tahun, berarti tanggung jawab ngasih makan tuh hamster-hamster berpindah ke tangan saya nih. Mulai deh saya cari-cari informasi soal hamster ini. Ya, siapa tahu bisa dibisniskan dan bisa jadi sumber penghasilan tambahan keluarga. Namanya juga pebisnis kan? Yang dipikir ya bisnis terus. Masak capek-capek keluar duit buat kasih makan nggak dapat apa-apa. Tul nggak? Continue reading Memelihara Hamster Campbell

Ente Punya Tetangga Gan!

memuliakan tetanggaTerjun di bisnis online mungkin jadi dambaan banyak orang. Santai di rumah, gak perlu berpanas-panas ria. Jauh dari macet. Rumah walau di pinggir sawah yang sejuk dan tenang nggak masalah asal koneksi lancar. Dan yang asyik, duit tinggal ambil aja di ATM kalau pas butuh.

Tapi fokus di bisnis online bukanlah sesuatu yang tanpa resiko. Memang sih dari segi materi resikonya bisa dibilang tidak ada. Bayangin aja, kalaupun domain anda ke banned, paling anda cuma rugi 85-100 ribu aja. Padahal sebelum kena banned itu boleh jadi domain tersebut sudah menghasilkan sekian puluh dollar atau malah ratusan dollar. Hosting juga masih bisa dipakai, tinggal beli domain baru aja kan?

Resiko yang menurut saya paling tinggi adalah masalah dengan kesehatan dan tetangga. Maklum, karena kebanyakan nongkrong di depan laptop, kita jadi nggak pernah menyapa tetangga. Untuk ini sebenarnya dengan aktif jamaah di masjid bisa menjadi penangkal yang paling maknyus sebagaimana yang saya lakukan. Continue reading Ente Punya Tetangga Gan!

Awas Generalisasi

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga

Pernah dengar atau baca kata mutiara diatas? Menurut saya itu bukan kata mutiara. Tapi kata sampah. Kalau diubah begini, baru saya mau mengakui kalau itu kata mutiara

Jangan karena nila setitik, kau buang susu sebelanga

Kenapa saya bilang itu kata sampah? Karena kata-kata itu sangat membahayakan bila benar-benar anda gunakan dalam kehidupan anda. Padahal seharusnya kata mutiara itu kata yang bijak dan memberi manfaat bagi pengikutnya. Continue reading Awas Generalisasi

Visualisasi Positif

Pernah merasa hubungan dengan istri tidak seperti dulu lagi? Merasa cinta sudah luntur dan hubungan tidak seindah dulu lagi? Anda para istri apakah merasa suami tidak sayang lagi? Mudah-mudahan artikel ini bisa jadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anda.

Saya termasuk orang yang percaya bahwa kita bisa mengubah sikap orang lain pada kita dengan cara mengubah sikap kita terhadapnya. Gambaran gampangnya gini. Misalnya anda ingin orang di sebelah kiri anda pindah ke sebelah kanan anda, maka anda cukup bergeser ke sebelah kirinya. Maka secara otomatis orang itu telah ada di sebelah kanan anda. Simple banget kan?

Dalam hubungan suami istri yang sedang mengalami krisis kemesraan, teori diatas bisa anda terapkan. Alih-alih meminta suami atau istri lebih sayang kepada anda, jauh lebih baik jika anda mulai sayang terhadapnya. Ini mungkin bukan aktifitas yang mudah dilakukan, tapi percayalah ini jauh lebih mudah daripada menyuruh suami/istri anda sayang terhadap anda. Continue reading Visualisasi Positif

Belajar Santai

Seperti apa gaya belajar anda? Santai, serius, serius tapi santai atau santai tapi serius. Kalau saya pribadi lebih suka suasana belajar yang santai. Mungkin karena itu juga saya gak kuliah.. hehehe.. Saya cuma ingin belajar apa yang saya mau dan saya cuma mau belajar dengan santai tanpa terbebani target2 apalagi cuma target ijazah.

Menurut saya, belajar itu kebutuhan, bukan kewajiban. Jadi salah besar kalau kita menyuruh seseorang apalagi anak untuk belajar.. belajar dan belajaar terus. Akibatnya, sesuatu yang menjadi kebutuhan seolah-olah berubah menjadi kewajiban.

Seperti halnya kebutuhan membaca balita, dengan membuat suasana belajar seolah-olah medan permainan, maka anak akan merasa bahwa belajar adalah perbuatan yang menyenangkan dan bahkan menjadi ketagihan. Karena dia melihat dan merasakan bahwa saat proses belajar, dia bisa bersenang-senang dengan orang tuanya sementara ketika bermain, dia hanya sendirian.

Ini juga terjadi pada anak saya yang baru saja terima rapot. Kalau anda tahu bagaimana proses belajarnya, wah gak nyangka deh dia bakalan berhasil. Lha wong waktunya ujian masih sibuk dengan farm town dan traviannya. Tapi memang ada waktu belajar yang cuma kurang dari 1 jam itu.

Akhirnya waktu sempit itu saya buat aja seolah-olah pertandingan kuis. Dia kan paling gak mau kalah sama saya, kalau sama bundanya sih gampang udah sering dia kalahkan. Jadi terlalu gampang buatnya. Makanya dia pengennya bertanding dengan saya.

Maka, bundanya yang jadi pembawa acara sekaligus pembaca kuis. Satu demi satu pertanyaan berhasil dia jawab. Saya juga gak tinggal diam dong. Walaupun sengaja mengalah, tapi saya gak mau membuatnya terlalu mudah. Inilah enaknya kalau sama2 suka main game, jadi saya tahu betul game seperti apa yang menarik itu.

Alhasil nilai rapotnya diatas rata2 tuh. Jadi, jika anak anda males belajar, jangan buru2 menyalahkan mereka. Siapa tahu anda yang belum bisa membuat suasana belajar menjadi menyenangkan. Saat bergaul dengan anak-anak, maka jadilah anak-anak. Penghasilan anda gak berkurang sedikitpun kok kalau anda jadi anak-anak saat bermain bersama mereka.