PKS, Presiden atau Wakil Presiden

Feb 26th, 2009 | By Lutvi Avandi | Category: PK Sejahtera

Saat ini mulai berkembang wacana untuk menjadikan tokoh PKS sebagai calon wakil presiden dari partai tertentu. Ya, PKS memang sudah mulai menunjukkan taringnya baik melalui berbagai manuver politik, prestasi yang dahsyat serta militansi kadernya yang susah ditiru partai manapun.

Bayangkan saja, baru jadi menteri pertanian saja, Anton Apriyantono kader PKS yang bersih dan profesional ini sudah mampu membuat bangsa ini menikmati swasembada beras. Lalu ditangan Adyaksa Dault, kemajuan olahraga tanah air cukup membanggakan. Dan yang luar biasa adalah menteri perumahan rakyat Yusuf Asy’ari yang berhasil menyelesaikan proyek rumah susun khusus mahasiswa.Nah, coba anda pikirkan. Kira-kira apa yang akan terjadi jika pemimpin negeri ini adalah orang-orang yang mirip menteri-menteri itu. Orang-orang yang bekerja tanpa pamrih untuk melayani masyarakat. Hehehe.. kata-kata saya kok ya jadi kayak iklan. Tapi saat saya bergabung dengan barisan ini pertama kali ketakjuban memang saya rasakan.

Mereka itu orang-orang yang tidak kenal capek. Saya sendiri belum sanggup mengejar kecepatan gerak mereka. Sehingga walaupun sudah dianggap sebagai kader PKS, saya masih minder sendiri. Jika anda ragu dengan PKS, cobalah mengikuti setiap kegiatan mereka. Anda akan lihat orang-orang yang bekerja dengan sangat profesional dan bertanggung jawab. Padahal untuk menjalankan itu mereka tidak dibayar sepeserpun. Bahkan terkadang jika dana kurang mereka mengeluarkan dari kantongnya sendiri.

Nah, jika orang-orang seperti ini yang memimpin negeri, insya Allah kalaupun tidak 180 derajat perubahannya, tapi kondisinya akan sangat lain. Pelayanan akan menjadi merek dagang pemerintahan. Kesungguhan dan etos kerja akan jadi nafas hidup.

Tinggal sekarang apakah PKS akan jadi presiden atau sekedar wakil presiden? Tapi dimanapun posisi kader PKS, selalu akan ada manfaat untuk masyarakat. Karena mereka bukan bekerja untuk negara, mereka juga bukan bekerja untuk partai. Mereka bekerja untuk Allah. Yang senantiasa mengawasi setiap langkah mereka. Siapa yang lebih baik pengawasannya daripada Allah?

Leave Comment