Syukur dan Sabar Menghadapi Penyakit


Ada satu teknik penyembuhan yang disebut Sedona Method. Dimana, untuk sembuh dari berbagai macam penyakit, cukup dengan ikhlas dan pasrah. Menerima kondisi dengan penuh syukur dan sabar. Dan metode ini sudah banyak dipakai di dunia.

Diambil dari Buku SEFT for Healing, Success, Happiness and Greatness karya Ahmad Faiz Zainuddin hal. 72, tersebutlah seorang wirausahawan sukses dan fisikawan Lester Levenson. Tahun 1952 disaat usianya menginjak 42 tahun beliau menderita penyakit fisik dan psikologis sekaligus.

Kesuksesan karir dan finansial ternyata tak membuatnya bahagia. Dia depresi berat hingga menderita penyakit komplikasi yang sangat parah. Hingga suatu hari dokter yang menanganinya menyerah dan menyarankan agar Lester pulang dan menunggu saat ajal menjemputnya dengan tenang.

Dalam kondisi demikian, Lester kemudian barulah memasrahkan dirinya. “To letting go of all any inner limitation”. Dia pasrah se pasrah-pasrahnya dan mempersiapkan diri menerima apapun yang akan terjadi nanti.

Tapi, ternyata justru dengan kepasrahannya ini, keajaiban terjadi. Lesterpun sembuh dari penyakitnya setelah 3 bulan dia menjalani metode ini. Diapun menjalani hidup dengan jauh lebih bahagia dari sebelumnya karena terus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lester meninggal tanggal 18 Januari 1994, 40 tahun setelah vonis dokter bahwa dia akan segera meninggal.

Metode ini diajarkan ke muridnya yaitu Hale Dwoskin yang kemudian mengajarkan ke orang-orang metode penyembuhan dengan pasrah ini. Metode ini kemudian disebut Sedona Method. Sedona adalah nama kota tempat tinggal Lester dan Hale Dwoskin. Sampai saat ini metode ini terus dipakai bahkan sudah diteliti efektifitasnya secara ilmiah. Bahkan lembaga penelitian terkemuka Harvard Medical School juga telah mengakui keampuhan metode ini.

Pasrah adalah sebuah sikap yang menyatukan syukur dan sabar. Sangat sulit untuk pasrah jika anda menghilangkan salah satunya. Sabar saja tanpa syukur hanya akan membuat anda cepat frustasi bila kesembuhan tak kunjung datang. Syukur saja tanpa sabar, membuat anda terlalu cepat berbangga atas kesembuhan yang masih sedikit dan seringkali membuat anda berhenti ditengah jalan.

Jadi, dalam menghadapi sakit apapun anda harus tetap sabar dan syukur. Sabar menghadapi ujian dengan tetap mensyukuri nikmat-nikmat lain yang tetap Allah berikan pada kita. Jika ini sudah anda pegang, maka obat hanyalah pelengkap saja