Rekrutmen Ramadhan 1

Rekrutmen Ramadhan


Catatan Ramadhan Lutvi Hari Ke-9

Masih kuat dalam ingatan saya bagaimana bulan Ramadhan biasa kami sebut sebagai bulan rekrutmen. Yaa karena saat di bulan Ramadhan lah kami mendapatkan “daging segar” alias anggota remaja masjid baru.

Posisi masjid yang ada di perumahan dan dekat dengan sebuah SMP Negeri sangat menguntungkan kami sebagai remaja masjid kala itu. Apalagi rata2 penghuni perumahan adalah pasangan2 muda yang masih produktif menghasilkan calon-calon pejuang Islam.

Tiap Ramadhan, puluhan adik2 SD, SMP dan SMA berburu tanda tangan ustadz. Kesempatan ini kami gunakan untuk “menyita” buku Ramadhan mereka. Kami “culik” pak ustadz ke kantor sekretariat remas dan beliau tanda tangan dengan nyaman di sana.

Sementara adik2 menunggu di luar. Tiap malam kami bergantian bertugas mengamankan TKP, agar tidak ada penyusup yg nyelonong masuk ruang sekretariat hehehe..

Saat menunggu itulah, kami kenalkan program-program remaja masjid kepada mereka. Ada bazar buku dan busana muslim, ada lomba2 untuk adik2 TPA, ada juga kajian2 remaja. Setelah promosi bla..bla..bla tiba waktunya pembagian buku.

Eeeh.. bukunya ternyata akan dibagikan besok pagi saat acara kajian remaja wkwkwk… Akhirnya walau terpaksa merekapun datang ke acara kami. Langsung sodorin formulir pendaftaran remaja masjid.

Malam 20 ke atas, kami adakan MABIT (Malam Pembinaan Iman dan Taqwa). Isinya kajian, game2 seru, sahur bareng sampai jalan-jalan pagi bareng.

Biasanya, setelah rangkaian kegiatan Ramadhan, anggota remaja masjid kami nambah. Jaman dulu anak2 masih sedang berkelompok2, sehingga ketika berhasil ajak salah satu anggotanya, maka biasanya satu kelompok ikutan gabung semua.

Tapi itu dulu… setelah gonjang-ganjing perebutan kursi kepemimpinan takmir, anak-anak muda hebat ini digusur dari masjid. Astaghfirullah…

Dan sekarang, rupanya mencari remaja masjid yang aktif itu kayak mencari permata di tengah tumpukan sampah. Masjid banyak gede-gede, megah, wah tapi lihat anggaran untuk remajanya berapa?

Lalu orang-orang tua itu dengan enaknya ngomong… Kemana ini para pemudanya kok gak pernah ke masjid. Dasar anak2 muda jaman sekarang emang males-males. Hellowww?