Ramadhan bulan Al-Quran


Catatan Ramadhan Lutvi hari ke-4 ….

Rasanya tidak salah jika Ramadhan dijuluki dengan bulannya Al-Quran. Pertama karena Al-Quran pertama kali turun pada bulan Ramadhan. Kedua karena besarnya pahala membaca Al-Quran. Bahkan hitungan pahalanya bukan hanya per momen sebagaimana ibadah lain, tapi per huruf.

Jika anda niat berdzikir “Alhamdulillah…” maka pahalanya hanya 1 saja. Tapi jika anda membaca Al-Quran “Alhamdulillah…” maka pahalanya dihitung per huruf.

Maka bisa dilihat betapa semangatnya umat Islam menyambut Ramadhan. Salah satunya adalah dengan memperbanyak membaca Al-Quran. Bayangkan saja, satu kebaikan di bulan Ramadhan, diganjar seperti melakukan ibadah wajib. Sedangkan membaca Al-Quran dihitung ganjarannya per huruf yang dibaca. Tak terbilang lagi deh jumlahnya berapa.

Karena itu, sungguh sangat disayangkan jika sampai kita tak mampu mengkhatamkan Al-Quran dalam sebulan Ramadhan. Bahkan jika di bulan lain standartnya adalah sebulan sekali khatam, maka di bulan Ramadhan paling tidak harus mampu 2 kali khatam.

Ini bukan soal banyak-banyakan atau cepat-cepatan membaca Al-Quran tapi ini adalah soal bagaimana kita memanfaatkan waktu sebesar-besarnya untuk membaca Al-Quran.

Dengan berniat menghabiskan waktu2 luang untuk membaca Al-Quran, maka otomatis kita akan selalu berusaha menjaga wudhu. Karena siapa tahu nanti ada waktu luang bisa kita manfaatkan membaca Al-Quran.

Dan karena kita tak punya banyak lagi waktu melamun, akhirnya pikiran-pikiran negatif juga ikut sirna. Yang ada di kepala hanya Al-Quran, Al-Quran dan Al-Quran saja.

Menurut saya, inilah cara paling tepat menghabiskan waktu luang di bulan Ramadhan. Dengan memperbanyak membaca Al-Quran. Dan untuk bisa melakukan itu, kita butuh target. Target yang lebih banyak dari bulan2 biasanya.

Jangan mengejar target di satu waktu. Karena itu akan sangat berat. Mending mencicil di semua waktu.

Misalnya anda targetkan 2x khatam, maka berarti anda harus membaca 20 lembar sehari karena per juz biasanya 10 lembar dan untuk bisa 2x khatam butuh 2 juz sehari.

Kemudian tinggal membaginya dalam 5 waktu. 20 lembar berarti per waktu targetnya 4 lembar.

Jika kita membacanya hanya ketika sholat saja, maka kita bagi 2 bagian lagi. Sebelum sholat dan sesudah sholat. Sambil menunggu adzan kita sudah siap di masjid membaca 2 lembar. Nanti setelah sholat baca lagi 2 lembar sebelum keluar masjid.

Bagaimana kalau bekerja? Dhuhur dan Ashar kan kadang sibuk di tempat kerja sehingga tidak cukup waktu kalau harus datang lebih awal. Maka anda buat pembagian seperti ini:

  • 2 lembar sebelum berangkat
  • 2 lembar setelah sholat dhuhur
  • 2 lembar setelah sholat ashar
  • 2 lembar saat pulang kerja

Tapi kondisi real di lapangan tentu berbeda masing2 individu. Asal punya tekat kuat mengkhatamkan Al-Quran insyaaLlah bisa dan akan selalu punya waktu. Lha terkadang kita ini yang terlalu sok sibuk kok hehehe…. Padahal kalau dihitung2 waktunya justru lebih banyak untuk tidur siang dan ngobrol dengan teman kantor. Ya toh?

Semoga kita semua mampu mengisi bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak membaca Al-Quran