Ogah Masuk Surga 1

Ogah Masuk Surga


Catatan Ramadhan Lutvi Hari Ke-10

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga “ (H.R Bukhari)

Surga dan Neraka adalah termasuk hal Ghaib. Kita belum bisa melihatnya sekarang sehingga susah membuktikan bahwa Surga dan Neraka itu ada.

Rasa Lapar, Kemiskinan, Hutang menumpuk adalah hal-hal yang lebih nyata dan terlihat di depan mata. Karena itu banyak orang takut menghadapinya. Jauh lebih takut daripada takutnya pada neraka.

Maka salah satu ciri orang bertaqwa adalah mengimani hal-hal yang Ghaib. Salah satunya ya hari akherat, surga dan neraka.

Sudah hari kesepuluh Ramadhan, warung2pun sudah mulai berani buka seperti biasa dan orang2-pun sudah mulai berani terang2 makan di siang hari. Makin hari makin banyak yg sengaja membatalkan puasa dengan alasan apapun.

Yaaa anggap aja mungkin mereka lagi haid. (cowok jaman now haid juga mungkin).

Pekerjaan berat, gak kuat lapar, gak bisa konsen kalau lapar dan aneka macam alasan lain digunakan sebagai dalil shohih kenapa mereka nekat makan di siang hari padahal tak ada halangan syar’i sama sekali.

Tapi jika kembali pada nash Al-Quran dimana puasa ini diawali dulu dengan panggilan kepada orang-orang yang beriman dan ujungnya adalah menjadi hamba yg bertaqwa dimana taqwa itu salah satu cirinya adalah mengimani (bukan sekedar percaya) pada hal yg Ghaib. Maka kitapun akhirnya dapat memahami dan membaca situasi dengan baik.

Mungkin memang mereka bukan bagian dari orang2 yang beriman yang dimaksud Allah. Mungkin masih proses dan kita berdoa semoga suatu saat kelak hidayah Allah datang.

Boleh jadi mereka yang saat ini enggan berpuasa, tahun depan justru beramal jauh lebih baik kita dan matinya dalam keadaan husnul khotimah.

Pertanyaan pentingnya justru pada diri kita sendiri. Apakah kita benar2 telah beriman? Mengimani adanya hari Akhir, mengimani adanya Surga dan Neraka? Atau justru kita termasuk dalam golongan orang-orang yang enggan masuk neraka?

Rasa lapar dan ketakutan pada kemiskinan membuat kita melakukan banyak hal yang dilarang Allah dan RasulNya. Padahal ketakutan akan kelaparan dan kemiskinan itu hanyalah cara syaitan menakut-nakuti umat Manusia.