Mengatasi Kecanduan Gadget 1

Mengatasi Kecanduan Gadget


Beberapa waktu lalu ada seseorang yang menghubungi saya mengeluhkan tentang anaknya yang kecanduan game online. Katanya, anaknya bisa seharian main game online.

Alih-alih ngurusi anaknya, saya justru bertanya pada beliau. Kira-kira kalau anak bapak gak main game, terus pengennya seperti apa?

Beliau jawab pake jawaban standart ortu ya belajar, olah raga atau apapun yang bermanfaat gitu.

Lalu saya tanya, bapak siap mendampingi dia belajar, olah raga atau apapun yang bermanfaat?

Bapak mau 6 jam bersama dia, mengajari dia, mengajaknya olah raga bareng atau melakukan hal-hal bermanfaat bareng?

Sayangnya beliau gak menjawab

Mengenalkan anak pada teknologi itu kayak ngasih pisau.

Sisi positifnya, anak akan sangat lihai memainkannya kelak ketika dewasa.

Sisi negatifnya, anak bisa terluka.

Solusinya bukan menjauhkan anak dari teknologi, tapi mendampingi dan mengenalkan teknologi dengan baik.

Repotnya kan motivasi ortu ngasih gadget ke anak itu bukan untuk mengenalkan teknologi tapi lebih kepada membuat anak agar gak rewel atau minta yg aneh-aneh atau mengganggu ortu yg lagi kerja.

Akhirnya tujuan “agar anak menguasai teknologi” hanya sekedar alasan klise saat ditanya tetangga 😀

Siapa yang mengenalkan anak pada gadget? Siapa yang membelikan gadget? Siapa yang membelikan pulsa? Orang tuanya toh?

Lalu ketika anak tak terkendali karena asyik memainkan gadget kenapa menyalahkan anak? Bukankah orang tua sendiri yang pertama kali memberikan “pisau” itu pada si anak tanpa mau mengajari cara menggunakannya dengan lebih bermanfaat.

Anak saya hampir sehari-hari pake gadget. Nonton youtube. Tapi ketika ada temannya main dia lebih senang main.

Youtube yg ditonton juga sekarang ini mulai video2 aplikatif.

Sempat suka DIY. Bikin ini dan itu. Yang terbaru dia lagi demennya sama video pembuatan flip book. Bikin beberapa flip book sendiri. Lucu wkwkwk…

Pernah bisnis jualan sticker. Gambarnya ambil dari google lalu dicetak. Saya ajari cara nyari gambar di google gimana, cara save sampai melihat ukuran gambar yang bisa dicetak itu seberapa.

Itu baru namanya mengenalkan anak pada teknologi. Kalau cuma dibelikan HP lalu diawasipun nggak ya jangan ngaku2 mengenalkan anak pada teknologi. Itu namanya menyerahkan anak pada teknologi.

Dan kalau anak sampai kecanduan sampai terjadi hal negatif, maka sebelum menyalahkan anak, goblok-goblokin diri sendiri dulu.

Minta maaf ke anak, maaf ya nak, bapak goblok banget, tolol banget udah ngasih kamu gadget dan males mendampingi kamu.

Wahai orang tua, andalah yang mengendalikan anak sejak awal. Andalah yang mencetak mereka menjadi apapun mereka saat ini. Menyalahkan orang lain, menyalahkan anak, itu sih bukan sikap seorang ayah. Itu sikap PENGECUT !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.