Menanam Masa Depan


Pada dasarnya, kita ini hidup untuk masa depan. Apapun yang kita lakukan adalah sebuah benih yang akan kita tunai di masa depan.

Jika saat ini anda menanam benih kebaikan, maka kelak di masa depan anda akan panen buah kebaikan yang berlipat-lipat banyaknya.

Sayangnya, banyak orang mengartikan kebaikan di masa depan itu dalam urusan yang sempit yaitu uang. Sehingga ketika dia telah berbuat baik, suka menolong orang, bahkan saking baiknya sampai gampang ditipu. Eh tetep aja rejekinya cuma segitu-gitu saja.

Diapun menganggap bahwa kebaikan berbuah kebaikan itu cuma omong kosong, toh dia udah berbuat baik tetep aja miskin.

Well.. kalau mau benar-benar menyadari, justru sebenarnya kekayaan atau uang itu bukanlah kebaikan yang besar. Itu sekedar hal remeh temeh yang akan lenyap dalam waktu singkat.

Kebaikan yang besar justru pada hal-hal di luar materi. Budi baik, tabungan emosi yang tertanam pada diri orang lain, itu tak ternilai harganya. Kesehatan, anak-anak sholeh, tetangga dan orang2 yang baik pada kita, itu semua tak bisa dinilai dengan uang. Bahkan sekaya apapun anda, membeli tetangga yang baik yang mau membantu tanpa mengharap imbalan apapun, itu sangat mahal.

Kita menanam kebaikan di masa kini, kita pasti akan menuinya di masa mendatang. Tak peduli kita melakukannya secara sadar ataupun tanpa sadar.

Kesibukan pagi saya sekarang, menanam sayur di pinggir sungai 😀

Bahkan, banyak lho dari kita ini tak sadar telah menanamkan keburukan. Ketika melihat seseorang melakukan sesuatu atau bahkan menonton sinetron tanpa sadar kita mengatakan hal-hal buruk.

Contohnya ketika nonton sinetron tentang pasangan yg laki-laki selingkuh, tiba2 kita nyeletuk waaah kalau terjadi pada saya, udah tak ulek tuh cowok. Dan tiap lihat sinetron, komennya kalau terjadi pada saya udah tak giniin.

Kalau terjadi pada saya….
Kalau terjadi pada saya….

Hingga akhirnya kejadian beneran pada dirinya.

Penyanyi juga sama, membawakan lagu2 sedih dengan begitu menghayati berulang-ulang di berbagai panggung pentas hingga akhirnya lagu sedihnya itu terjadi pada kehidupan pribadinya.

So, ini pola yang harusnya sudah bisa kita ubah dengan mudah. Islam sendiri mengajarkan kalau melihat sesuatu yang buruk, kita ucapkan doa Na’udzubillah min Dzalik (Aku berlindung pada Allah dari hal yang demikian itu).

Dan kalau melihat yang baik kita ucapkan MasyaaLlah (Apa yang dikehendaki oleh Allah).

Seolah kita berlindung di balik Allah atas kejadian-kejadian yang buruk dan kita berharap Allah menghendaki hal-hal yang baik terjadi atas diri kita.

Lagu juga gitu, cari aja lagu2 yang indah-indah, enak dan menyenangkan. Contohnya lagu Cuma Khayalan yg dipopulerkan Oppie Andaresta dulu

Nyanyikan tiap hari dan jangan kaget kalau jadi kaya beneran

Hal-hal buruk itu berpola dan selalu terpenuhi polanya. Berawal dari pikiran, lalu jadi kepercayaan, lalu mulai melihat bukti2 dan akhirnya kejadian beneran pada diri kita.

Maka mulai saat ini ayo menanam hal-hal baik agar terjadi juga hal-hal baik pada diri kita.