Mempertahankan lebih sulit dari Membangun

Nov 18th, 2010 | By Lutvi Avandi | Category: Sharing

Anda pernah membangun? saya yakin pernah walaupun itu cuma membangun bangunan balok waktu TK dulu. Kita telah diajari bagaimana membangun dan menciptakan sesuatu. Kreatifitas kita senantiasa dipupuk dengan berbagai motivasi dan artikel-artikel di berbagai media. Dan kita juga melihat bagaimana pembangunan itu benar-benar menjadi bagian dari hidup kita.

Mulai dari membangun rumah sendiri, membangun jalan kampung, membangun mushola, membangun masjid sampai membangun jalan raya, jalan tol hingga membangun gedung-gedung pencakar langit. Manusia adalah makhluk yang paling hebat dalam membangun.

Tapi ada satu hal yang selalu menyertai dalam setiap pembangunan yaitu perawatan atau penjagaan. Kalau jaman orde baru dulu istilahnya mengisi kemerdekaan.. hehehe. Banyak kita jumpai masjid-masjid di bangun begitu megah dan indah. Menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah. Tapi bangunan itu baru terpakai maksimal saat sholat Ied saja. Bahkan untuk sholat jumat masih ada saja ruang kosong yang tersisa. Apalagi sholat rawatib-nya. Yang terpakai cuma beberapa shaf saja.

Dalam dunia blogging, banyak sudah diantara kita yang membangun blog dengan penuh keringat dan susah payah. Mencoba mengais se-sen demi se-sen pendapatan dari bisnis online. Tapi ternyata kemudian langkah itu berhenti hanya gara-gara dapat iming-iming penghasilan dari lahan lain yang katanya lebih mudah dan lebih cepat menghasilkan.

Dalam membangun moral akhlak pun seringkali kita begitu semangat saat pertama kali membangun. Saat anak-anak masih playgroup atau TK kita ajari mereka Alfatihah, doa-doa sebelum makan, sebelum tidur. Kita ajari mereka membaca Al-Quran, dll. Tapi tatkala mereka beranjak dewasa, kita malah lupa mempertahankan tradisi mulia ini. Akibatnya, banyak anak-anak yang waktu TK-nya pintar mengaji, saat besar sholatnya lobang-lobang. Kalau jaman saya dulu, anak yang sholatnya bolong akan malu banget mengatakannya. Tapi anak sekarang malah bangga.. hmm..

Membangun sesuatu yang tidak ada menjadi ada memang bukan perkara mudah. Tapi mempertahankan apa yang sudah kita bangun ternyata jauh lebih sulit lagi. Maka solusinya adalah jangan terlalu memforsir energi dan sumber daya saat membangun agar kita punya cukup power saat mempertahankannya.

Waktu membangun masjid hendaknya ada dana setidaknya 30% yang dipergunakan untuk memberdayakan jamaah sehingga bangunan luas itu terpenuhi semuanya. Saat membangun akhlak anak-anak kita, kita juga perlu menyisihkan energi dan waktu karena pembangunan akhlak akan terus berkembang dengan tantangan yang jauh lebih besar.

So, mari kita membangun dan bersama-sama kita pertahankan bangunan yang sudah susah payah kita diriikan.

(Artikel khusus untuk para panitia pembangunan masjid dan para ibu-ibu rumah tangga)

Diakses dengan kata kunci:

TWEET THIS!

6 Responses to Mempertahankan lebih sulit dari Membangun