Memburu Teroris


Pagi tadi Densus 88 berhasil menyergap seseorang yang diduga kuat sebagai Noordin M Top. Saya sendiri sudah mengikuti beritanya sejak tadi malam karena gak bisa tidur. Aksi tembak-tembakanpun terjadi di rumah yang diapit bukit dan areal persawahan itu.

Sampai akhirnya kira-kira pukul 10.00 tadi pagi Noordin berhasil dibunuh oleh pasukan densus 88 setelah mengirim 5 bom dan rentetan tembakan. Dari aksinya, nampak sekali tidak ada keinginan dari polisi untuk menangkap hidup-hidup teroris paling dicari itu.

Sebenarnya ada banyak keanehan dalam penggerebekan ini. Pertama, katanya sempat ada komunikasi antara Noordin dan polisi. Ini yang bikin aneh, masak dia ngaku-ngaku sebagai Noordin M Top. Jika anda buronan nomor 1 negeri ini, lalu anda dikepung polisi, apa anda akan mengatakan, “Whoii.. saya noordin”.

Keanehan kedua adalah saat Noordin berhasil dilumpuhkan, kok membawanya keluar pakai peti mati. Hal yang sangat tidak biasa dalam perburuan teroris seperti ini.

Tapi apakah pembunuhan ini sudah menyelesaikan cerita terorisme di negeri ini? Saya pikir tidak. Karena hal mendasar dibalik kegiatan terorisme ini belum selesai. Yaitu keberpihakan Amerika pada Israel. Obama memang getol mengajak dunia Arab untuk berdamai. Tapi selama tidak ada aktifitas berarti dari Paman Sam, maka omongan tetap omongan.

Ya, kita semua berdoa, agar terorisme berakhir. Saya yakin juga perdamaian itu bisa terwujud. Tapi tentunya membutuhkan kesabaran dan dukungan dari semua pihak

<object width=”425″ height=”344″><param name=”movie” value=”http://www.youtube.com/v/gIHzrtxJkWc&hl=en&fs=1&”></param><param name=”allowFullScreen” value=”true”></param><param name=”allowscriptaccess” value=”always”></param><embed src=”http://www.youtube.com/v/gIHzrtxJkWc&hl=en&fs=1&” type=”application/x-shockwave-flash” allowscriptaccess=”always” allowfullscreen=”true” width=”425″ height=”344″></embed></object>