Membangun Sistem Trading Sendiri


Semua trader profesional, pasti memiliki sistem trading sendiri yang sesuai dengan karakteristiknya. Ada trader yang bergerak cepat sehingga bisa mendapatkan keuntungan dari menit ke menit. Ada juga yang bergerak sedikit moderat dimana dia bisa hold saham hingga beberapa bulan. Namun, ada juga yang geraknya sangat lambat sehingga dia bisa menahan sebuah saham dalam beberapa tahun.

Saya sendiri termasuk trader yang moderat dan lebih suka menggunakan sistem trend follower. Sistem ini adalah sistem dimana kita mengikuti kemana arah trend. Jika trend-nya sedang naik, maka kita ikut menumpang di sana. Jika turun ya kita keluar dulu dan menunggu dia kembali naik.

Ada banyak indikator yang biasa dipergunakan dalam menentukan entry point dan exit point-nya. Sebagai contoh, ada trader yang memanfaatkan MACD untuk menentukan entry dan exit. Ada juga yang menggunakan Moving Average dan banyak indikator lainnya.

Tentunya sistem itu sudah diuji oleh pemiliknya di berbagai kondisi pasar. 

Nah, saat ini kondisi pasar masih kurang stabil. Saya pikir ini justru saat yang tepat untuk menguji sebuah sistem. Jika dalam kondiri tidak stabil saja bisa mendatangkan profit, maka tentu di kondisi pasar yang stabil akan mampu memberikan profit lebih besar.

Saya masih belum memberi nama sistem ini, karena baru hari ini juga saya menemukannya dan mengujinya lewat aplikasi yang saya buat. Dalam uji back test, sistem ini cukup lumayan memberikan profit. Apakah ke depan sistem ini akan mampu berjalan dengan baik di real market? Kita lihat nanti.

Andapun saya ajak untuk ikut menguji. Terserah mau mengujinya menggunakan paper trade alias hanya ditulis saja angka-angkanya dengan uang virtual. Atau bisa langsung menggunakan uang beneran. Namun perlu saya ingatkan bahwa sistem ini belum teruji di real market. Karena kondisi market benar-benar berbeda dengan kondisi di atas kertas.

InsyaaLlah setiap malam ketika pasar sudah tutup, saya akan berikan incaran-incaran saham lengkap dengan harga buy dan harga stoplose-nya. Anda tinggal memasukkan angka-angka itu di auto buy aplikasi online trading anda.

Jika mau mengujinya menggunakan paper trade, maka anda bisa menentukan berapa modal awalnya dan berapa risk per trade per saham. Atau jika anda lebih nyaman menggunakan sistem bagi hasil silahkan. Intinya gunakan sistem keuangan yang biasanya anda pakai.

Nanti setiap bulan tinggal dicocokkan berapa pertumbuhan equity bulan ini dan berapa pertumbuhannya tahun ini.