Kerja Keras Mengembalikan Jati Diri Bangsa


Semangat, kerja keras dan pengabdian seluruh elemen bangsa kini sangat diperlukan. Apalagi setelah saudara-saudara kita di Padang Sumatera Barat dan Jambi diguncang dengan gempa yang memporak porandakan seluruh tatanan masyarakat yang ada. Segalanya harus dimulai dari nol lagi. Membangun dari dasar lagi. Mewujudkan bangunan baru yang lebih kokoh dan lebih tahan terhadap gempa. Mengembalikan jati diri bangsa kita.

Ujian dan musibah seringkali datang mengiringi cerita hidup kita. Tapi sebagai seorang muslim, putus asa dan menyerah bukanlah pilihan. Seorang muslim akan berusaha, bekerja keras mengembalikan jati dirinya. Beruntunglah negeri ini dihuni oleh mayoritas muslim. Dengan demikian kerja keras sudah menjadi energi bangsa ini. Kalau slogan Pertamina Kerja keras adalah kita.

Tahu tidak, kalau rasa malas itu justru menghabiskan energi. Tung Desem Waringin salah satu guru motivasi saya mengatakan kalau kita sedang malas, sel-sel otak dan otot kita akan berhenti bekerja dan beristirahat. Akibatnya, saat kita hendak melakukan sesuatu, kita melakukannnya secara setengah-setengah.

Tapi saat kita bersemangat, seluruh sel otak dan otot hidup dan siap bekerja. Ibarat pasukan tempur, maka pasukannya ini sudah tidak sabar lagi untuk maju ke medan perang. Pekerjaan apapun dapat dilakukan dengan mudah seolah-olah kita punya energi yang luar biasa dahsyat.

Untuk menumbuhkan semangat kerja keras ini, ada banyak cara. Salah satu cara termudah adalah dengan menegakkan tubuh dan wajah, memasang senyum selebar mungkin dan melompat-lompat sambil berteriak “YEAAAH !!” Tentu saja anda harus lakukan ini di tempat pribadi. Kalau di kantor bisa-bisa dibentak sama atasan.. hehehee..

Nah, mari kita bekerja dengan penuh semengat, penuh energi. Bekerja keras mengembalikan jati diri bangsa ini. GO..GO..GOOO!!