Ke Perpus Yuk!


Artikel ini saya tulis di perpustakaan Kota Surabaya. Ada 6 unit komputer disini yang bisa kita manfaatkan untuk browsing atau sekedar ketik-ketuk. Tapi jangan harap bisa twitteran disini. Situs itu diblockir gan hehehe.. Dan tempat komputernya ada di tengah-tengah ruangan sehingga tak ada kesempatan sedikitpun untuk buka situs-situs gituan hehehe…

Saya kurang tahu apakah tiap kota punya perpustakaan daerah. Tapi beruntunglah saya di Surabaya ini ada 2 perpustakaan daerah yaitu Perpustakaan Daerah Kota Surabaya dan Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Timur. Kebetulan saya baru punya keanggotaan di perpus kota. Yang provinsi masih belum punya soalnya kejauhan tempatnya.

Keberadaan internet khususnya Google memang cukup menyedot perhatian pada perpustakaan. Bagaimana tidak lha cari artikel aja tinggal ketik kata kunci sudah dapat. Bandingkan kalau nyari di perpustakaan. Tapi bagaimanapun, artikel di internet musti disaring dulu sebelum dijadikan sebuah pedoman. Mengingat biasanya artikel-artikel itu (termasuk yang ini) ditulis oleh blogger dan tanpa melalui proses penelitian yang ilmiah. Jadi sangat subyektif sekali.

Waktu hebohnya kampanye membersihkan google.co.id dari web AGC, saya termasuk yang tidak mendukung kegiatan itu. Bahkan kalau bisa kita isi aja google.co.id dengan sampah-sampah AGC. Khususnya untuk kata kunci yang ada hubunganya dengan hal-hal ilmiah. Kenapa?

Agar tiap orang mencari di perpustakaan.

Perpustakaan bagaimanapun juga memiliki kekayaan pengetahuan yang tidak bisa disaingi oleh internet. Setidaknya tidak sekarang. Ada begitu banyak buku yang belum dikonversi ke bentuk digital sehingga sangat sulit bagi mbah google untuk mengendusnya.

Lagipula, buku biasanya ditulis dengan lebih serius. Butuh penelitian yang ilmiah dan tentu aja dilengkapi dengan daftar pustaka yang lebih cermat.

Namun, memang perpus punya kelemahan besar yaitu dalam hal kecepatan pencarian suatu materi. Ya, mungkin kalau pemerintah mau meminta softcopy dari semua buku di negeri ini dan dimasukkan dalam sebuah server yang cukup besar, hal tersebut akan sangat membantu. Kemudian untuk buku-buku baru, wajib menyertakan softcopy-nya untuk mendapatkan nomor ISBN.

Jika sudah ada database buku-buku, maka dengan mudah tinggal dibuatkan system pencariannya aja. Mesin akan mencari di setiap lembar buku dengan cepat sebagaimana robot google. Kemudian tinggal klik dan terbuka deh bukunya tepat di halaman dimana kata kunci itu berada.

Kalau sudah gitu, maka perpustakaan akan lebih dijadikan rujukan daripada google hehehe.. Tapi entah kapan itu terjadi. Tapi yang jelas mumpung jarang ada yang kesini, kenapa bukan kita aja. Pinjem buku gratis, internetan gratis, kalau laper ada kantin di depan (tapi hari ini tutup dan saya lagi laper hiks..).

Ya udah deh, saya mau pulang dulu. Udah siang… byee… 😀