Festival Ramadhan


Catatan Ramadhan Lutvi Hari Ke-3…

Jika boleh digambarkan, Ramadhan itu seperti sebuah festival akbar. Ada banyak penawaran asyik dan seru di sana. Mulai pahala yang berlipat ganda, ampunan, rahmat hingga pembebasan dari api neraka. Dan jangan lupa, di salah satu malamnya Allah sisipkan malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Namun, semua tawaran itu harus diraih dengan amalan kita. Tentu amalan paling utama adalah puasa Ramadhan. Kemudian diikuti dengan sunnah2 yang hanya ada di bulan Ramadhan seperti sholat Tarawih.

Sebagaimana perlombaan pada umumnya, di awal-awal tentu banyak sekali peserta yang ingin ikut menguji kemampuannya. Babak pertama mulai banyak yg berguguran. Babak kedua makin berkurang. Hingga di babak terakhir hanya mereka yang benar2 mempersiapkan diri secara maksimal yang akan sampai di finish penuh kemenangan.

Pertanyaannya kemudian… Kita ini ada di posisi mana?

Menilai orang lain tentu akan banyak tertipu. Mereka yang kelihatan rajin ke masjid, boleh jadi malah gak puasa. Mereka yang kelihatan segar-segar saja, boleh jadi justru berpuasa dan banyak bangun malam.

Paling tepat adalah menilai diri kita sendiri. Dimana posisi kita? Apakah kita ini cuma sebagai peserta ikut-ikutan? Yang hanya daftar doang dan lari sekedarnya. Atau kita benar-benar seorang pejuang, seorang juara yang akan terus berlari hingga sampai ke garis finish.

Seorang juara tidak akan sempat lihat2 lawan tandingnya. Dia hanya fokus pada dirinya sendiri dan fokus pada tujuannya yaitu garis finish. Maka seorang mukmin selama Ramadhan akan menyibukkan dirinya dengan ibadah, berbuat amal kebajikan sebanyak mungkin. Tak ada waktu bagi dia untuk menilai orang lain. Apalagi yang dia tak tahu duduk persoalan sebenarnya.

Ketika target amaliyah sudah dicanangkan maka fokus utama adalah bagaimana mencapai target tersebut. Memanfaatkan waktu dan tenaga sebaik-baiknya agar jangan sampai semangat di awal-awal namun loyo di akhirnya.

Ramadhan ini datang hanya setahun sekali, maka pastikan segala aktifitas kita bernilai ibadah. Pastikan tidak ada satu detik pun yang tersia-siakan. Semoga Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan kita yang terbaik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Aaamiin