Curang 1

Curang


Catatan Ramadhan Lutvi Hari Ke-6

Puasa adalah ibadah yang paling mudah dimanipulatif. Di depan orang anda bisa pura-pura berpuasa, pura-pura lemes dan pura-pura tidak berminat makan dan minum. Tapi saat sendiri, anda bisa dengan mudah makan dan minum apapun yang anda mau.

Puasa mengajarkan kepada manusia sebuah kejujuran. Merasa bahwa apapun yang dilakukan senantiasa diawasi oleh Allah. Walaupun sedang sendiri, walaupun makanan apapun bisa kita makan tanpa ketahuan, maka kita tetap berusaha bertahan untuk tetap puasa meskipun lapar dan dahaga sibuk menggoda.

Orang yang terbiasa berpuasa akan terbiasa juga untuk jujur dalam kehidupannya. Karena dia selalu merasa diawasi oleh Allah. Banyak orang berbuat curang, melakukan manipulasi angka dan data karena merasa tidak ada yang tahu. Padahal Allah Maha Tahu dan Maha Teliti PerhitunganNya.

Ada sebuah kisah yang sering diceritakan di ceramah-ceramah. Tentang 3 orang santri yang masing2 diberi seekor ayam dan pisau yang tajam. Sang Kyai menyuruh santri2 itu untuk menyembelih ayam tersebut di tempat yang paling tersembunyi dan tak boleh ada melihat sama sekali.

Santri pertama langsung naik ke atas gunung. Di tengah rimba belantara dia yakin tak ada yang melihat lalu disembelihnya ayam tersebut.

Santri kedua mencari goa di tengah hutan. Dia masuk jauuh ke dalam hingga tak seorangpun ada di sana kecuali dia sendiri. Setelah yakin tak ada yang melihat, dia sembelih ayam tersebut.

Santri ketiga setelah lama pergi akhirnya kembali dan ayam yg dia bawa masih hidup. Sang Kyai bertanya kenapa ayam itu masih hidup? Apakah kauu tak mampu menemukan tempat paling sepi sehingga tak ada yang melihat?

“Maaf Kyai, saya sudah mencari kemana-mana. Mulai puncak gunung, di tengah hutan sampai di tempat paling tersembunyi sekalipun. Tapi Allah selalu bisa melihat saya”.

Inilah buah puasa, sebuah kejujuran, sebuah perasaan selalu diawasi yang ujungnya adalah Taqwa. Bukan sekedar percaya Allah itu ada, tapi sudah merasakan kalau Allah selalu mengawasinya. Bahkan di tingkat tertentu seseorang sudah tak lagi khawatir akan dunia ini karena yakin Allah ada, melihatnya dan jika memang berkehendak, maka pasti akan memberikan pertolongan.

Masihkah kita suka berbuat curang? Jangan-jangan puasa kita hanya sekedar tidak makan dan minum saja, bukan karena merasa diawasi Allah.