Berjuang dalam Senyap

Alhamdulillah Aksi Damai 212 berlangsung dengan lancar dan aman. Meski diikuti jutaan massa namun hingga semua terkendali dan massa dapat menyampaikan tuntutannya dengan tertib.

monas

Walaupun di berbagai media dikatakan bahwa ini ibadah bersama, sholat jumat bersama, doa bersama dan berbagai istilah lainnya, tetap tidak akan mampu menghilangkan inti dari acara ini yaitu tuntutan agar penista agama dipenjara. Continue reading Berjuang dalam Senyap

Ibadah Giat vs Ibadah Cerdas

Secara umum umat Islam sepakat bahwa tujuan hidup di dunia ini adalah untuk mencari bekal di akherat. Meski pada kenyataannya kebanyakan justru mengejar dunia hingga lupa akherat. Tapi tetap ketika bertanya di hati yang terdalam kita semua sadar bahwa kita kelak akan meninggal dan akan dimintai pertanggung jawaban di hari akherat nanti.

Satu-satunya yang bisa menjadi bekal kita di hari akhir ternyata bukanlah harta yang kita tumpuk di dunia. Bukan pula jabatan yang tertinggi dan bukan juga teman-teman hebat yang kita miliki. Yang bisa menjadi bekal kita hanyalah amal ibadah yang kita lakukan selama di dunia.

sujud Continue reading Ibadah Giat vs Ibadah Cerdas

Papua, Bumi Cenderawasih Yang Butuh Perhatian

Tepat di Hari Raya Idul Fitri kemarin, sebuah masjid di Tolikara, Papua dibakar oleh sekelompok Kristen Radikal dengan alasan bahwa sholat Ied-nya mengganggu acara mereka. Wapres JK menyalahkan umat Islam karena memakai speaker, padahal menurut salah satu warga, justru ketika takbiran mereka disumbang 8 buah speaker yang masing-masing nilainya 10jt lebih. Radikalisme Kristen inipun mendapatkan bukti kuat berupa surat edaran yang melarang berbagai kegiatan agama, bukan hanya kegiatan agama Islam, melainkan juga kegiatan agama lain. Termasuk kegiatan dari gereja kristen lain diluar GIDI. Continue reading Papua, Bumi Cenderawasih Yang Butuh Perhatian

Mengenalkan Anak pada Masjid Sedini Mungkin

Masjid adalah central kegiatan umat. Setidaknya itulah fungsi masjid di jaman Rasulullah. Tapi akhir-akhir ini fungsi masjid sudah mirip pura Hindu atau gereja Nasrani atau kuburan keramat. Disaklarkan sedemikian rupa, begitu diagungkan setinggi-tingginya hingga umat sulit mencapainya.

Di jaman Rasulullah saw, segala urusan dibahas di masjid. Mulai urusan rumah tangga, urusan lingkungan hingga mengatur strategi perang semua dilakukan di masjid. Masjid menjadi pusat kegiatan. Di sekeliling masjid ada pasar tempat manusia berdagang mencari nafkah. Tak jauh-jauh dari masjid. Pusat pemerintahan ada di masjid. Dari sini 1/3 dunia dulu diatur. Continue reading Mengenalkan Anak pada Masjid Sedini Mungkin

Antara Bid’ah dan Syiar Agama

Sejak kemarin saya coba memberikan opini terkait maraknya berbagai macam cara umat Islam dalam menyambut Ramadhan dan beredarnya aneka artikel yang menyalahkan cara2 yang dipakai kebanyakan umat Islam. Inilah status facebook saya:

Puasa di bulan Rajab kena bid'ahPuasa di bulan Sya'ban kena bid'ahDoa supaya diberkahi di bula Rajab dan Sya'ban lagi2…

Posted by Bejo Paijo on Monday, June 1, 2015

 

dan dilanjut dengan status kedua

Saya itu udah gak pernah lagi qunut Subuh. Dulu waktu kecil qunut :DSaya juga gak ikut tahlilan klo ada yang meninggal…

Posted by Bejo Paijo on Monday, June 1, 2015

 

Lalu pada hari ini, saya juga post:

Ada tahlilan, ada muludan, ada peringatan Isra' Mi'raj, peringatan Nuzulul Quran, peringatan Muharram, belum lagi Halal…

Posted by Bejo Paijo on Tuesday, June 2, 2015

 

 

Continue reading Antara Bid’ah dan Syiar Agama

Tawaf

kabahManusia hidup itu seperti sedang menjalani tawaf bangun tidur, mengerjakan berbagai aktifitas rutin, hingga tidur lagi. Mereka yang sekolah akan mengerjakann aktifitas sekolahnya lagi dan lagi. Mereka yang bekerja, mengerjakan aktifitas pekerjaannya. Bahkan mereka yang pekerjaannya tidak tetappun menjalani rutinitas ketidaktetapannya. Semua berjalan, berputar seperti orang tawaf. Continue reading Tawaf

Damping putra-putri anda saat nonton “Assalamualaikum Beijing”

Karena heboh di media sosial dan grup-grup Whats App, akhirnya saya bersedia nonton film ini bersama istri. Promonya sih ini film Islami dengan pesan-pesan moral yang baik. Namun menurut saya, orang tua tetap harus mendampingi putra-putrinya saat menonton film ini karena jika dilepas begitu saja akan cukup bahaya juga.

Memang dalam film itu tidak ada adegan ciuman. Bahkan pelukan aja cuma sekali itupun setelah Asma dan Chu Wen menikah. Di awal-awal film-pun si ChuWen ini bertanya apa boleh pegang tangan? boleh cium? boleh pelukan? Dan semua dijawab tidak boleh oleh Asma.

Tapiii… sepanjang film kita bisa melihat kedua insan ini berjalan berduaan di berbagai obyek di Beijing. Bahkan ada adegan boncengan dengan sepeda ontel juga.

Saya coba berikan sinopsis dikit ya. Continue reading Damping putra-putri anda saat nonton “Assalamualaikum Beijing”