membuat trading rule

Cara Membuat Trading Rule


Membuat Trading Rule sebenarnya mudah. Karena tinggal anda tentukan sendiri rule-nya seperti apa. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat anda membuat trading rule agar tidak gampang terpengaruh emosi saat trading.

Kondisi Saham sebelum Beli

Anda perlu menentukan aturan kondisi saham yang akan anda pilih sebelum beli. Kondisi-kondisi ini harus dipenuhi oleh saham itu barulah anda mau beli.

Misalnya anda pakai analisa fundamental, maka boleh jadi anda tentukan bahwa sahamnya harus memiliki syarat sebagai berikut:

  1. Harus terdaftar di ISSI
  2. DER harus di bawah 1
  3. PBV juga harus di bawah 1

Itu contohnya. Gak harus anda tiru persis sebab itu saya hanya mengarang saja angka-angkanya hehehe..

Untuk yang pakai analisa teknikal, boleh jadi syaratnya seperti ini:

  1. Harga harus di atas 60, sebab kalau di bawah 60 kecenderungan untuk parkir di 50 lebih gede 🙂
  2. Harga harus di atas MA200 untuk mengonfirmasi bahwa saham sedang uptrend.
  3. Volume harus di atas 1 juta dan harus di atas VMA 30

Indikator lain silahkan ditambahkan atau digunakan. Yang di atas hanya contoh dan asal mengarang saja jadi tidak perlu ditiru mentah-mentah.

Intinya anda harus punya dulu kriteria saham yang bisa dan boleh anda beli. Dengan kriteria ini, anda akan mengeliminasi saham-saham yang beresiko menurut anda. Sehingga potensi kesalahan juga akan semakin berkurang.

Kondisi Saham Saat Beli

Setelah melakukan penyaringan saham yang sesuai syarat, selanjutnya adalah menentukan aturan pembelian saham. Anda akan beli saham saat apa?

Jangan sampai anda gak punya aturan ini, sebab pasti akan ikut-ikutan. Berarti aturan anda mengatakan bahwa saya beli saham ABCD kalau direkomendasikan oleh si Anu.

Dari semua saham yang sudah masuk kriteria sebelum beli, sekarang menentukan kapan belinya. Gak mungkin dong semua saham yg masuk kriteria anda beli semua. Disamping terlalu banyak, untung yang dihasilkan juga pasti jadi kecil sebab dibagi terlalu banyak saham.

Beda lagi kalau dari saringan pertama aja udah dikit ya okelah ambil semua. Artinya saringan pertama sudah cukup ketat.

Misalnya saya beli saham ini jika harga sudah memotong MA30. Misalnya saat ini harga sudah di atas MA200 seperti aturan di atas, lalu masih di bawah MA30, maka anda akan menunggu harganya naik dulu ke MA30 dan berhasil menembusnya.

atau malah dibalik anda baru akan beli saat harga gagal menembus MA30. Misalnya harga saat ini sudah di atas MA30 dan cenderung turun, maka saat dia sudah mepet di MA30 dan menunjukkan candle rebound anda baru beli.

Kondisi Saat Saham Turun

Jika anda sudah memiliki saham, anda juga harus punya aturan apa yang akan anda lakukan jika harga saham turun setelah anda membelinya.

Apakah anda akan jual?
Apakah anda akan hold?
Apakah anda average down?

Jika anda jual, anda akan jual di harga berapa dan dalam kondisi seperti apa?

Misalnya anda jual sahamnya jika sudah turun 5%. Atau anda jual sahamnya jika menembus support bawah yang anda tentukan. atau alasan lain.

Jika anda hold, anda hold sampai kapan?

Apakah akan hold selamanya sebab anda hanya mengharap deviden saja. Atau anda hold sebab menurut anda harga beli anda sudah sangat wajar dan kebetulan saja kondisi market lagi buruk sehingga ada kemungkinan akan rebound.

Jika anda average up, bagaimana perencanaannya?

Berapa lot yang akan anda beli lagi saat harga saham turun?
Di harga berapa anda akan beli lagi?
Anda akan rencanakan melakukan average down berapa kali?

Jika merencanakan untuk average down, maka rencana anda harus matang dan sesuai dengan situasi pergerakan saham. Jangan sampai anda kehabisan dana duluan sementara penurunan saham masih terus berlangsung.

Kondisi Saat Saham Naik

Anda harus tetapkan juga aturan, apa yang akan anda lakukan jika saham naik setelah anda beli.

Apakah anda akan jual sahamnya? Jika dijual, di kondisi seperti apa jualnya? Apakah setelah naik sekian persen baru jual, atau jika mencapai titik resisten baru dijual atau seperti apa?

Apakah akan hold saja dan menempatkan auto sell di bawah harga saat ini, sehingga bisa mengikuti terus pertumbuhan harga dan baru keluar jika harga tiba-tiba turun.

Atau anda justru akan average up sebab anda menilai potensi kenaikannya masih sangat besar sehingga perlu tambah porsi saham untuk memperbesar keuntungan.

Tulis Semua dalam Jurnal dan Disiplin

Setelah semua kondisi telah anda tentukan, maka tuliskan semua dan disiplin dalam menjalankannya. Sebab percuma saja anda susah-susah bikin rule trading kalau ujung-ujungnya ya ngikut arus opini di grup saham.

Jika anda masih belum yakin dengan rule yang sudah anda buat, maka uji dulu rulenya di google sheet sehingga anda tidak perlu keluar uang dulu. Kalaupun rule anda gagal memberikan profit ya gak masalah toh cuma angka-angka di google sheet saja.

Saya sendiri, sudah 2 tahun ini menguji rule trading saya sendiri di google sheet. Alhamdulillah sudah menghasilkan profit. Tapi ya profit di atas kertas, gak ada duitnya hehehe…

Aktifitas menguji rule trading ini bisa dilakukan sambil terus menabung untuk investasi. Jadi ketika uangnya sudah cukup banyak dan cukup luwes dipakai beli-beli saham potensial, rule-nya juga sudah teruji dengan baik.

Evaluasi Berkala

Tak ada system sempurna, ada kalanya anda perlu melakukan upgrade terhadap rule anda. Saran saya, lakukan evaluasi berkala setidaknya setahun sekali. Jangan terlalu sering juga, apalagi setiap loss evaluasi.

Anda mungkin bisa kasih catatan-catatan di sepanjang jurnal trading kenapa kok loss, ada faktor apa, kenapa kok profit, ada faktor apa.

trading jurnal
Trading Jurnal di Google Sheet

Setelah setahun anda tinggal review kembali faktor apa yang paling banyak menghasilkan loss dan faktor apa yang paling banyak menghasilkan profit.

Misalnya anda tetapkan kalau turun 5% anda cutloss atau jual. Eh ternyata ada banyak trading yang berakhir cutloss tapi kemudian memantul. Misalnya setelah turun 8% dia memantul dan naik kencang.

Maka berarti titik cutloss anda terlalu dekat, tinggal diubah misalnya ke 10%.

Atau mungkin anda terlalu fokus di teknikal sehingga kurang memperhatikan fundamental, maka bisa ditambah lagi aturan sebelum beli sahamnya dengan memasukkan unsur-unsur fundamental.

Dengan terus menerus mengevaluasi rule trading, maka anda akan segera mendapatkan sebuah rule trading yang paling cocok dengan gaya trading anda sendiri.

Masukkan alamat email anda untuk mendapat update terbaru:

One thought on “Cara Membuat Trading Rule”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.