Cara Melihat Performa Kinerja Portofolio


Di grup-grup dan channel telegram sering kita lihat para analis memberikan berbagai macam rekomendasi saham dan juga menunjukkan saham-saham yang naik setelah dia rekomendasikan.

Cara ini sebenarnya kurang transparan, dan tidak bisa secara jelas menunjukkan bahwa sistem trading yang dia pakai mampu menghasilkan pertumbuhan modal kita.

Bukankah kita berbisnis saham itu ingin mendapatkan keuntungan? Dan arti dari keuntungan adalah kita mendapatkan hasil dari modal yang sudah kita keluarkan.

Misalnya anda modal 10 juta, tentu berharap di akhir tahun modalnya bisa jadi paling tidak 12 juta atau naik 20%. Nah, masalahnya anda kan juga terkadang top up dan withdrawl dana. Misalnya Januari kemarin anda setor 10 juta, lalu sepanjang tahun beberapa kali anda top up dan beberapa kali withdrawl hingga dana terakhir di equity anda di akhir tahun sebesar 30 juta. Pertanyaannya, berapa keuntungan trading anda? hehehe….

Kalau anda langsung mengurangi nilai akhir dengan nilai awal yaitu 30 juta – 10 juta = 20 juta. Apakah berarti kinerja trading anda mampu menghasilkan 200%? Jelas bukan. Boleh jadi malah minus tapi tidak ketahuan karena beberapa kali top up dan withdrawl.

Maka, cara terbaiknya adalah dengan menggunakan system unit. Misalnya 1 unit anda hargai 10.000 (selanjutnya kita sebut nilai unit) maka jika modal anda 10 juta, berarti anda punya 1000 unit yaitu 10.000.000 / 10.000 = 1.000 unit.

Jika sistemnya benar, maka walaupun kita top up dan withdrawl berkali-kali sepanjang tahun, maka nilai unitnya akan tetap 10.000. Silahkan perhatikan tabel berikut ini:

Di sana terlihat bahwa trader melakukan deposit dan withdrawl beberapa kali. Tapi bisa anda lihat nilai unit masih tetap 10.000 hingga bulan Mei. Hal ini karena trader tidak melakukan trading apapun sehingga nilai stock-nya masih nol alias belum beli saham apapun

Maka, walaupun jumlah akhir uangnya mencapai 23 juta, tapi secara kinerja masih nol karena memang belum melakukan apapun.

Bagaimana jika dia sudah beli beberapa saham? Maka mari kita lihat tabelnya seperti apa. Saya akan menambahkan kolom equity dan prosentase YTD-nya sekalian, silahkan perhatikan gambar berikut

Anda bisa melihat bahwa ketika tanggal 2, trader membeli saham senilai 6 juta. Perhatikan bahwa nilai unitnya tidak berubah karena saat penutupan ternyata tidak ada perubahan harga saham dan growth-nya pun 0% alias tidak ada pertumbuhan.

Tanggal 3 Januari, harga saham secara keseluruhan menjadi 6.210.000, jumlah cash tetap karena tidak ada saham baru yang dibeli. Anda perhatikan bahwa nilai unit bertambah menjadi 10.210. Artinya unitnya semakin mahal karena ada peningkatan kinerja saham. Dan bisa dilihat di prosentase growth-nya hari itu adalah 2,10%

Tanggal 4 Januari, trader membeli saham baru. Bisa dilihat cash-nya berkurang dan total harga sahamnya saat ini adalah 8,1 juta. Eh ternyata kalau ditotal cuma 10,1 juta saja alias turun 1,08 dari hari sebelumnya. Maka nilai unitpun ikut turun mengikuti penurunan kinerja sahamnya.

Dengan begini anda bisa dengan mudah memantau pergerakan kinerja sistem anda. Jika kinerjanya mampu mengalahkan prosentase IHSG, maka boleh dibilang sistem anda cukup handal, namun jika tidak mampu ya berarti perlu dievaluasi kembali.

Hanya dengan menggunakan tabel ini, anda tinggal memasukkan total harga saham dan total cash yang saat ini anda pegang. Jika deposit atau withdrawl-pun, tinggal memasukkan angkanya di kolom yang disediakan. Mudah sekali bukan?