Beli Emas pake Duit Orang Lain

Kapan lagi bisa beli emas, dengan harga sekarang tapi pakai duit orang lain dulu hehehe…

Kalau kita beli emas tiap bulan misalnya 1 gram gitu, maka jika harga emas sedang uptrend, maka biaya yang kita keluarkan jadi makin banyak toh. Namun, saat harga emas lagi downtrend, jelas sistem beli dikit2 tiap bulan adalah opsi yang maknyuss banget.

Nah, kalau kita memanfaatkan program cicilan emas dari Pluang ini, maka kita bisa lock di harga sekarang.

Continue reading Beli Emas pake Duit Orang Lain

Menjadi pelajar seumur hidup

Saya mempelajari pada diri orang² sukses adalah bahwa kita harus terus belajar. Apalagi di jaman modern seperti sekarang ini, segala sesuatu bisa berubah dg sangat cepat.

Tidak ada lagi yg namanya kondisi ideal dan stabil. Semua lini harus terus mengikuti perkembangan jaman.

Kita harus mau terbuka pada segala kemungkinan baru. Pengalaman tidak dapat dijadikan patokan utama. Kita harus mampu melihat kemana arah pasar.

Di dunia pemasaran digital, saat ini anak² muda sudah mulai meninggalkan instagram. Penghuni instagram adalah anak² muda yg saat ini sudah dewasa bahkan sudah memiliki anak.

Sementara tiktok jadi tren baru anak² remaja jaman sekarang. Boleh jadi saat generasi tiktok ini sudah dewasa juga, sdh menikah dan punya anak, maka tiktok akan kembali membosankan dan entah aplikasi baru apa lagi yg akan datang.

Jika sasaran pasar anda adalah anak² muda, maka mau tak mau anda harus mulai penetrasi pasar tiktok sekarang.

Tapi jika market anda adalah keluarga muda yg masih memiliki orang tua maka instagram dan Facebook masih bisa jadi andalan.

Tapi jangan abaikan tiktok yg saat ini digandrungi anak muda. Karena beberapa tahun mendatang mereka akan jadi market anda.

Maka, sdh waktunya juga utk mulai membangun aset jangka panjang di tiktok.

Bisa berisi edukasi terhadap topik yg sesuai produk atau sekedar lucu²an utk menambah follower.

Intinya sih kita harus selalu tanggap pada perubahan dan perubahan di jaman sekarang jauh lebih cepat daripada jaman dahulu

Nulis dari HP

Seringkali saya itu ada di posisi lagi menunggu, entah itu nunggu istri belanja atau nunggu beliau selesai acara atau saat mendampingi ngantar untuk suatu urusan lain.

Nah, seringkali saya bingung tuh mau ngapaain sekarang.

Biasanya sih buka HP lalu lihat² postingan di facebook atau lihat² foto di instagram. Tapi kalau gak ada hal menarik akhirnya ya bosen juga.

Lalu coba iseng² cari di google play store aplikasi utk editing WordPress. Eh ternyata ada. Dan kerennya fitur² di editor yg baru juga ada.

Yaaa seperti ngatur kolom, nambah gambar, ngatur pembatas page, dll.

Jadi… Sepertinya saya punya kesibukan baru nih yg bisa dikerjakan saat lagi bersama HP doang yaitu nulis sesuatu di blog ini ?

8 Langkah Mudah Berkebun di Rumah

Selama pandemi covid-19 ini ada sebuah hobby baru yang dilakukan oleh masyarakat terutama masyarakat perkotaan yaitu berkebun di rumah. Ya daripada gak ada kerjaan, mending melakukan sesuatu yang bermanfat dan tetap membuat badan sehat. Salah satunya ya berkebun.

Ada banyak metode untuk berkebun di rumah, dari yang sekedar pakai polybag, pakai hidroponik hingga yang menggabungkan dengan kolam lele atau berkebun di ember berisi lele yang dikenal dengan nama Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember).

Tentunya masing-masing metode punya kekurangan dan keunggulan masing-masing dan terserah kita mau memilih metode yang mana. Yang penting jangan sampai lupa pada tujuan semula yaitu mengisi waktu dan bersenang-senang.

Langkah-langkah berkebun dengan media tanam polybag menurut saya paling sederhana. Polybag sendiri dapat diganti dengan botol plastik bekas atau gelas air mineral.

Step by Step Berkebun di Rumah

Yang harus kita perhatikan dalam berkebun di rumah ada memilih bibit tanaman. Tidak semua tanaman cocok ditanam di dataran rendah perkotaan. Anda harus perhatikan label kemasan benihnya atau tanya ke penjualnya apakah benihnya bisa untuk dataran rendah.

Pastikan juga benih yang anda beli belum expired karena pengalaman saya beli di online shop ternyata benihnya sudah expired sehingga ketika ditanam tidak juga tumbuh. Kalau bisa, dapatkan benih yang masih 1 tahun lagi expired-nya.

Pelajari waktu sprout dan jarak tanam. Waktu sprout adalah waktu ketika anda menyemai benih hingga muncul akar pertama kali. Beda jenis tanaman, beda waktu sproutnya. Contohnya kangkung, sprout-nya biasanya 1 hari bahkan untuk benih-benih yang bagus bisa cuma 12 jam saja.

Kalau sudah tahu waktu sprout-nya anda bisa rendam benih selama 1-2 jam atau lebih dari itu jika waktu sprout memang lama. Contohnya Terong itu sprout sekitar 3 hari, maka merendamnya bisa 5-8 jam.

Setelah direndam, tebarkan benih ke media tanam yang telah dibasahi lalu tutup dengan plastik hitam dan letakkan di tempat yang gelap. Penutupan ini diperlukan untuk merangsang benih agar cepat sprout dan untuk menjaga kelembaban media tanam.

Kira-kira benih sudah sprout barulah anda buka dan kenalkan dengan sinar matahari. Itulah kenapa anda harus tahu berapa lama benih akan sprout. Bisa juga sih anda intip dulu sebelum benar-benar di buka. Namun jangan terlalu sering.

Waktu memindah dari gelap ke terang ini sangat penting. Tidak boleh terlalu cepat dan tidak boleh terlalu lambat juga. Kalau terlalu lambat, benih bisa tumbuh tinggi dan kurang bagus. Kalau terlalu cepat membuka, benihnya jadi makin lama sprout-nya.

Saat mengenalkan dengan sinar matahari, jangan langsung kena matahari, cukup di teras atau di bawah pohon yang terang tapi tidak panas.

berkebun di rumah
Berkebun di rumah tanaman kangkung umur 2 HST

Untuk tanaman yg butuh jarak tanam seperti sawi, selada, pakcoy maka anda harus memindahkan jarak tanamnya minimal 20 cm antar tanaman.

Jika berkebun di rumah yang sempit, saya sarankan tanam sayuran yg rimbun saja seperti kangkung dan bayam.

Manfaat Berkebun di Rumah

Berkebun di rumah selain merupakan kegiatan positif selama pandemi juga memberikan manfaat lain.

Pertama akan membuat anda paham dan mampu menyukuri setiap makanan yang kita makan. Karena kita jadi ikut merasakan bagaimana para petani berusaha menjadi tanaman tetap hidup hingga panen. Bagaimana hujan begitu diharapkan dan betapa matahari yang cerah juga sangat membawa keberkahan.

Kita yang hidup di kota lebih banyak mengeluhnya daripada syukur. Saat hujan ngomel kok hujan, saat cerah ya ngomel karena kepanasan. Sementara para petani ketika hujan bersyukur karena kebunnya mendapatkan air dan saat cerah juga bersyukur karena tanaman mendapatkan cahaya yang cukup untuk berfotosintesis.

langkah berkebun di rumah

Berkebun di rumah juga dapat menjadi sarana olah raga yang murah meriah. Mengangkuti air dari kamar mandi untuk menyiram tanaman. Mencangkul tanah untuk dipersiapkan sebagai lahan. Dan tentunya sambil berjemur yang membuat tubuh jadi sehat dan bugar.

Sebuah penelitian juga membuktikan bahwa mereka yang merawat tanaman akan terhindar dari kepikunan. Makanya mereka yang akan purna jabatan, sangat disarankan untuk berkebun baik kebun sayuran atau kebuh bunga.

Dan sudah menjadi pengetahuan bersama jika tanaman sangat bermanfat dalam pemenuhan kebutuhan oksigen di udara terutama di wilayah perkotaan. Walaupun anda tidak punya lahan berhektar-hektar, tapi dengan menanam kangkung di beberapa polybag, akan memiliki andil dalam memberikan oksigen kepada udara.

Berkebun juga akan menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak agar mereka tahu darimana makanan mereka berasal. Karena kita tak pernah tahu seperti apa kondisi masa depan, maka penting menanamkan hal dasar pada anak-anak salah satunya adalah berkebun di rumah.

Menanam Masa Depan

Pada dasarnya, kita ini hidup untuk masa depan. Apapun yang kita lakukan adalah sebuah benih yang akan kita tunai di masa depan.

Jika saat ini anda menanam benih kebaikan, maka kelak di masa depan anda akan panen buah kebaikan yang berlipat-lipat banyaknya.

Sayangnya, banyak orang mengartikan kebaikan di masa depan itu dalam urusan yang sempit yaitu uang. Sehingga ketika dia telah berbuat baik, suka menolong orang, bahkan saking baiknya sampai gampang ditipu. Eh tetep aja rejekinya cuma segitu-gitu saja.

Diapun menganggap bahwa kebaikan berbuah kebaikan itu cuma omong kosong, toh dia udah berbuat baik tetep aja miskin.

Well.. kalau mau benar-benar menyadari, justru sebenarnya kekayaan atau uang itu bukanlah kebaikan yang besar. Itu sekedar hal remeh temeh yang akan lenyap dalam waktu singkat.

Kebaikan yang besar justru pada hal-hal di luar materi. Budi baik, tabungan emosi yang tertanam pada diri orang lain, itu tak ternilai harganya. Kesehatan, anak-anak sholeh, tetangga dan orang2 yang baik pada kita, itu semua tak bisa dinilai dengan uang. Bahkan sekaya apapun anda, membeli tetangga yang baik yang mau membantu tanpa mengharap imbalan apapun, itu sangat mahal.

Kita menanam kebaikan di masa kini, kita pasti akan menuinya di masa mendatang. Tak peduli kita melakukannya secara sadar ataupun tanpa sadar.

Kesibukan pagi saya sekarang, menanam sayur di pinggir sungai 😀

Bahkan, banyak lho dari kita ini tak sadar telah menanamkan keburukan. Ketika melihat seseorang melakukan sesuatu atau bahkan menonton sinetron tanpa sadar kita mengatakan hal-hal buruk.

Contohnya ketika nonton sinetron tentang pasangan yg laki-laki selingkuh, tiba2 kita nyeletuk waaah kalau terjadi pada saya, udah tak ulek tuh cowok. Dan tiap lihat sinetron, komennya kalau terjadi pada saya udah tak giniin.

Kalau terjadi pada saya….
Kalau terjadi pada saya….

Hingga akhirnya kejadian beneran pada dirinya.

Penyanyi juga sama, membawakan lagu2 sedih dengan begitu menghayati berulang-ulang di berbagai panggung pentas hingga akhirnya lagu sedihnya itu terjadi pada kehidupan pribadinya.

So, ini pola yang harusnya sudah bisa kita ubah dengan mudah. Islam sendiri mengajarkan kalau melihat sesuatu yang buruk, kita ucapkan doa Na’udzubillah min Dzalik (Aku berlindung pada Allah dari hal yang demikian itu).

Dan kalau melihat yang baik kita ucapkan MasyaaLlah (Apa yang dikehendaki oleh Allah).

Seolah kita berlindung di balik Allah atas kejadian-kejadian yang buruk dan kita berharap Allah menghendaki hal-hal yang baik terjadi atas diri kita.

Lagu juga gitu, cari aja lagu2 yang indah-indah, enak dan menyenangkan. Contohnya lagu Cuma Khayalan yg dipopulerkan Oppie Andaresta dulu

Nyanyikan tiap hari dan jangan kaget kalau jadi kaya beneran

Hal-hal buruk itu berpola dan selalu terpenuhi polanya. Berawal dari pikiran, lalu jadi kepercayaan, lalu mulai melihat bukti2 dan akhirnya kejadian beneran pada diri kita.

Maka mulai saat ini ayo menanam hal-hal baik agar terjadi juga hal-hal baik pada diri kita.

Harta itu Rejeki Receh

Di berbagai ayat, Allah selalu memakai kata “kami” saat menyampaikan proses pemberian rejeki. Itu menunjukkan bahwa Allah tak pernah memberikan rejeki one on one alias selalu ada perantara.

Perantara ini bukan hanya person tapi juga proses dan waktu.

Rejeki makanan misalnya, betapa banyaknya orang, kerja keras, sumber daya dan waktu yang dikerahkan untuk menjadikan seporsi makanan di piring kita.

Dari mulai nasi aja udah melibatkan begitu banyak pihak. Mulai pengadaan benihnya, mengolah tanahnya, pembibitan, penanaman, perawatan sampai panen lalu masih ada lagi proses pengolahan hingga jadi beras siap masak, belum lagi proses distribusi yg melibatkan bagian transportasi, kuli-kuli panggul, hingga pedagang kecil tempat kita membeli beras.

Makanya Rasulullah melarang kita mencaci makanan walaupun mungkin makanan itu tak sesuai selera kita. Karena ketika kita mencaci makanan, pada hakikatnya kita mencaci semua proses panjang terwujudnya makanan itu.

Akibatnya ketika udah dicaci maki eh kok dimakan juga, makanan itu jadi racun dalam tubuh. Jadi penyakit.

Itu baru rejeki makanan ya gaes yang insyaaLlah semua orang baik kafir maupun mukmin pasti dapat. Bahkan hewan yg tinggal di bawah batu di dasar lautan pun dapat.

Maka kalau bicara soal urusan dunia, sebenarnya kan sama aja toh antara punya mobil mewah harga milyaran dengan hanya punya kaki aja?

Boleh jadi yg kemana2 jalan kepanasan justru jarang banget sakit, umurnya lebih lama dan selalu bahagia. Udah banyak toh contoh orang2 desa yg hidupnya jauh dari kemewahan eh umurnya panjang2 karena rajin jalan kaki dan panas-panasan.

Bahkan sekarang banyak training2 kesehatan menyuruh membernya jalan kaki dan berjemur wkwkwk…

Para kuli tiap hari workout angkat bata, angkut semen, aduk semen, naik turun tangga workout tiap hari malah dibayar. Sementara orang kaya mau angkat beban, jalan kaki, senam harus bayar club gym jutaan.

So, jangan mempersempit arti rejeki hanya pada perkara dunia saja. Dibanding rejeki lain, harta itu sebenarnya paling murah dan paling kecil.

Betapa banyaknya manusia mendapatkan kesehatan gratis, anak2 yg sehat dan kuat gratis sementara sebagian lain harus bayar jutaan bahkan ratusan juta hanya biar bisa kentut.

Mereka yang pemasukannya besar, pengeluarannyapun besar dan lucunya sebagian besar hartanya dinikmati oleh pembantu-pembantunya.

Rumahnya gedeee banget, tapi sibuk kerja dan sering ke luar kota. Pembantunya nyantai di rumah, menikmati TV ukuran raksasa, menikmati makanan enak di kulkas, menikmati rumah yang megah. Nyantai di pinggir kolam dan menikmati gemulai ikan hias berharga jutaan.

Anak sholeh misalnya… nilainya takkan sebanding dengan kekayaan Bill Gates sekalipun. Bahkan andai ada 7 orang Bill Gates mau menyerahkan semua hartanya untuk ditukar dengan 1 anak sholeh pun takkan cukup. Lha dia sholat sunnah fajar doang aja udah setara dunia seisinya kok, apalagi cuma secuil Bill Gates.

Jantung anda misalnya, jantung sehat anda jika ditawarkan ada begitu banyak orang yang siap bayar milyaran. Mahal banget.

Jadi.. untuk apa kemrungsung hanya gara2 gak punya mobil? Kenapa sedih hanya gara2 tetangga baru beli mobil bagus. Padahal Allah beri kamu banyak hal yang mungkin orang lain gak punya.

Defensive Mode

Kondisi IHSG beberapa bulan terakhir ini memang cukup memprihatinkan. Naik turun gak jelas seperti menanti sesuatu. Bagi trend follower, kondisi seperti ini memang bikin puyeng karena saham akan sering kena cutlose dan setelah cutlose malah naik lagi.

Ada beberapa cara mengatasi ini yaitu mulai mengurangi RPT ketika kondisi IHSG sedang downtrend. Menguranginya bisa bertahap. Misalnya di kondisi normal menggunakan RPT 0,7% maka saat IHSG downtrend, bisa pakai RPT 0,5% dan jika terkonfirmasi downtrend, langsung ubah jadi RPT 0,3%.

Saya sendiri menggunakan semacam metode pembelian bertingkat di tiap trading, sehingga dalam kondisi IHSG seperti apapun tidak masalah. Namun, metode ini baru saya uji secara serius 3 bulan terakhir saja dan alhamdulillah hasilnya lumayan bagus jika dibandingkan dengan system Tapak Naga yang saya ikuti.

Jadi, system Tapak Naga itu memberikan laporan bulanan berapa pertumbuhan kinerja Equity. Laporan inilah yang kita gunakan untuk menilai apakah kinerja kita sudah on the track atau malah melenceng jauh.

Jika selisih dikit-dikit sih boleh dibilang masih on the track. Tapi kalau terlalu jauh, artinya ada masalah dengan cara trading kita.

Selama 3 bulan terakhir, inilah perbandingan kinerja bulanan saya vs Tapak Naga

BulanMy Equity (%)Tapak Naga (%)IHSG (%)
Agustus9.052.862.16
September-1.89-6.85-0.41
Oktober-1.231.250.55

Apakah ini berarti metode saya terbukti lebih bagus? Dalam 3 bulan terakhir iya, tapi ini gak bisa dijadikan patokan mengingat datanya hanya 3 bulan saja.

Kalau dibuat setahun juga gak bisa mengingat beberapa bulan sebelumnya saya masih tambal sulam sistem tradingnya sehingga tidak sepenuhnya menggunakan sistem TN. hehehe…

System yang saya pakai 3 bulan ini adalah dengan cara membeli saham dalam 2x trading. RPT yang saya pakai adalah 1% tapi belinya dalam 2 tahap.

Tahap pertama hanya 0,3% saja. Jika emiten bergerak sesuai kriteria yg saya tentukan, maka baru saya tambahkan lagi dengan RPT 0,7%.

Namun, di saham-saham tertentu dimana false TB-nya terlalu banyak, saya hanya pakai 0,3% saja dan baru nambah lagi jika saham itu muncul di incaran kembali.

Kekurangan metode ini adalah jika saham ditarik tinggi saat TB sehingga secara kriteria termasuk strong TB. Namun ketika saya tambah porsi justru dibanting hehehe…

Itulah yang terjadi di bulan ini dimana beberapa emiten menunjukkan TB yang bagus tapi beberapa hari setelahnya dibanting sehingga floating profit yang sudah ijo berubah jadi mines dalam.

Mengatasi Kecanduan Gadget

Beberapa waktu lalu ada seseorang yang menghubungi saya mengeluhkan tentang anaknya yang kecanduan game online. Katanya, anaknya bisa seharian main game online.

Alih-alih ngurusi anaknya, saya justru bertanya pada beliau. Kira-kira kalau anak bapak gak main game, terus pengennya seperti apa?

Beliau jawab pake jawaban standart ortu ya belajar, olah raga atau apapun yang bermanfaat gitu.

Lalu saya tanya, bapak siap mendampingi dia belajar, olah raga atau apapun yang bermanfaat?

Bapak mau 6 jam bersama dia, mengajari dia, mengajaknya olah raga bareng atau melakukan hal-hal bermanfaat bareng?

Sayangnya beliau gak menjawab

Mengenalkan anak pada teknologi itu kayak ngasih pisau.

Sisi positifnya, anak akan sangat lihai memainkannya kelak ketika dewasa.

Sisi negatifnya, anak bisa terluka.

Solusinya bukan menjauhkan anak dari teknologi, tapi mendampingi dan mengenalkan teknologi dengan baik.

Repotnya kan motivasi ortu ngasih gadget ke anak itu bukan untuk mengenalkan teknologi tapi lebih kepada membuat anak agar gak rewel atau minta yg aneh-aneh atau mengganggu ortu yg lagi kerja.

Akhirnya tujuan “agar anak menguasai teknologi” hanya sekedar alasan klise saat ditanya tetangga 😀

Siapa yang mengenalkan anak pada gadget? Siapa yang membelikan gadget? Siapa yang membelikan pulsa? Orang tuanya toh?

Lalu ketika anak tak terkendali karena asyik memainkan gadget kenapa menyalahkan anak? Bukankah orang tua sendiri yang pertama kali memberikan “pisau” itu pada si anak tanpa mau mengajari cara menggunakannya dengan lebih bermanfaat.

Anak saya hampir sehari-hari pake gadget. Nonton youtube. Tapi ketika ada temannya main dia lebih senang main.

Youtube yg ditonton juga sekarang ini mulai video2 aplikatif.

Sempat suka DIY. Bikin ini dan itu. Yang terbaru dia lagi demennya sama video pembuatan flip book. Bikin beberapa flip book sendiri. Lucu wkwkwk…

Pernah bisnis jualan sticker. Gambarnya ambil dari google lalu dicetak. Saya ajari cara nyari gambar di google gimana, cara save sampai melihat ukuran gambar yang bisa dicetak itu seberapa.

Itu baru namanya mengenalkan anak pada teknologi. Kalau cuma dibelikan HP lalu diawasipun nggak ya jangan ngaku2 mengenalkan anak pada teknologi. Itu namanya menyerahkan anak pada teknologi.

Dan kalau anak sampai kecanduan sampai terjadi hal negatif, maka sebelum menyalahkan anak, goblok-goblokin diri sendiri dulu.

Minta maaf ke anak, maaf ya nak, bapak goblok banget, tolol banget udah ngasih kamu gadget dan males mendampingi kamu.

Wahai orang tua, andalah yang mengendalikan anak sejak awal. Andalah yang mencetak mereka menjadi apapun mereka saat ini. Menyalahkan orang lain, menyalahkan anak, itu sih bukan sikap seorang ayah. Itu sikap PENGECUT !!