Siapa kita 67 tahun mendatang?

Tanggal 10 November 67 tahun yang lalu arek-arek Suroboyo membawa apapun yang bisa digunakan untuk melawan penjajah Belanda yang hendak kembali ke Indonesia. Tak kurang 100.000 lebih pemuda Indonesia gugur dalam pertempuran tersebut. Begitu dahsyatnya pertempuran itu hingga kemudian tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Dan kota perjuangan arek-arek Suroboyo kemudian mendapatkan julukan sebagai KOTA PAHLAWAN.

Itu dulu… 67 tahun yang lalu, dan mungkin tak banyak saksi sejarah yang masih hidup untuk menceritakan detilnya kepada kita. Pertanyaan terbesar kita saat ini adalah kira-kira 67 tahun mendatang, anak cucu kita akan mengenal kita sebagai apa?

Apakah kita menanam benih-benih kebanggaan bagi generasi yang akan datang sehingga mereka bisa dengan lantang menyebut, Aku adalah anak seorang PAHLAWAN. Ataukah kita akan menanam benih-benih kerusakan sehingga anak cucu kita di masa mendatang justru berkata, “Huh.. gara-gara orang jaman dulu sekarang sungai kotor, hewan-hewan hanya tinggal gambar, ozon berlubang, ancaman banjir bandang, dll”

Atau bahkan mungkin kita tak menyisakan dunia ini bagi mereka karena begitu rusaknya akibat perbuatan kita?

Saat kita membuang sampah sembarang, walau itu hanya bungkus snack, pernahkah terpikir bahwa tindakan kita akan ditiru oleh orang yang kebetulan melihat. Pernahkah kita berpikir bahwa dia akan berkata pada anaknya, “Buang situ aja, tuh mas itu juga buang sembarangan kok. Gpp”.

Pernahkah kita berpikir, bahwa apapun yang kita kerjakan, pasti akan ada satu dua orang yang akan meniru. Dan itu jadi amal jariyah kita di masa mendatang? Perbuatan baik akan mendatangkan amalan baik di masa depan. Perbuatan buruk akan menghasilkan kerusakan di periode yang akan datang.

Mungkin bisalah kita bilang, “Ah.. ngapain ngurusi orang lain. Ngurus diri sendiri aja repot”. Hei.. kalau ente mati, mau ente disuruh ke kuburan sendiri, atau dibuang di got karena nggak ada yang mau ngurus? Apa mau saat kita kecelakaan di tengah jalan lalu orang2 hanya lalu lalang saja enggan mengurusmu? Apa mau saat kita kesulitan keuangan, anak istri terancam mati kelaparan dan orang2 justru makan sendiri2 karena nggak mau ngurus?

Setiap perbuatan pasti akan terbalaskan. Jangan marah-marah kalau orang tak mau peduli dengan kita. Boleh jadi karena kita juga tak pernah peduli sama orang lain. Jangan sedih kalau anak-anak gak mau nurut, barangkali memang kita tak pernah mempersiapkan dunia yang baik bagi mereka? Jangan stress ketika orang lain menzalimi kita, karena boleh jadi keangkuhan dan ketidak pedulian kita yang menjadi sebabnya.

DIRIMU DI MASA DEPAN ADALAH BUAH PERBUATANMU DI MASA SEKARANG

3 Comments