Sedekah Rombongan

Sejak 2 hari lalu saya cukup disibukkan dengan urusan pindahan server cafebisnis ke server yang lebih besar. Memorinya meningkat 50%, space dan bandwidth bertambah 100% dan port-nya juga makin lebar sehingga aksesnya bisa makin cepat. Tapi perpindahan itu juga membawa banyak masalah yang jadi pelajaran juga buat saya tentang cara mengelola server.

Kesibukan lainnya adalah mengurus web SedekahRombongan.com. Sebuah program sedekah jalanan yang digagas pertama kali oleh mas Saptuari lewat twitternya @saptuari. Ini adalah sedekah jalanan. Ini adalah tentang beras dan susu yang akan habis esok sementara tak ada uang untuk membelinya. Ini tentang panti yang kehabisan dana untuk makan anak-anak asuhnya. Ini tentang pondok yang sudah miring bangunannya. SedekahRombongan adalah upaya menyalurkan sedekah tanpa ribet dan berbelit-belit.

Saat ini sedekahrombongan baru bisa menyalurkan dana sedekahnya ke masyarakat Jogjakarta saja. Mudah-mudahan ke depan bisa bertambah dan melebar.

Lha kenapa saya ikutan, wong saya sendiri di Sidoarjo?

Sejak awal saya memang ingin ikut andil dalam kegiatan amil. Namun sayang, tenaga ini belum banyak yang mau memanfaatkannya hehehe… Ya maklumlah, namanya juga webmaster kacangan, jadi kemampuannya bakal kalah jauh dengan webmaster2 kawakan yang dimiliki amil-amil zakat profesional. Dan alhamdulillah mas Saptuari menerima saya, akhirnya disitu deh ngurus web.

Terus terang saya kalau disuruh nyari orang miskin gak sanggup. Lha semua yang saya lihat selalu kelihatan lebih baik dari saya. Pernah saya ngobrol dengan tukang tambal ban, eh datang anaknya cewek pakai motor yang lebih bagus dari saya. Udah gitu dia cerita punya tanah di sebuah pemukiman elit di Sidoarjo. Walaah…

Mungkin memang udah tanda-tanda akhir jaman ya? Nyari orang susah itu susah sekarang. Atau jangan-jangan hati saya ini yang udah ketutup sehingga tidak bisa melihat orang-orang yang susah. Yah, kalau memang demikian, mudah-mudahan Allah mau menunjuki orang-orang yang layak saya bantu. Dan mudah-mudahan hati ini diberi kepekaan oleh Allah… Aamiin…

Published by

Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia

13 thoughts on “Sedekah Rombongan”

  1. sukses selalu buat sedekahrombongan.com om.. aku juga di jogja om..ada yang bisa dibantu.. 🙂
    eeem,,nyari orang yang bener-bener susah emang susah om, tapi nyari orang yang ngaku susah gampang om..hiehie.. 😀

  2. wah mas, sekarang tuh malah banyak yang kerjaannya kayaknya “kelas bawah” tapi pendapatannya melebihi “kelas menengah”.
    anyway, keren juga idenya. sukses selalu buat kegiatan bersedekahnya.

    1. Bener tuh. Warung Kopi depan rumah mertua saya contohnya. Warungnya jelek, yang datang kesana juga mahasiswa, tukang becak, tukang ojek, dll. Tapi omsetnya 2 juta per hari lho hehehe… Kalah cafebisnis wkwkwk…

  3. ide yg keren mas, tp maaf menurut saya foto dan tulisan total sedekah membuat ini terkesan pamer dan dibuat-buat,,

    1. Emang ada ya lembaga infaq yang menyembunyikan total sedekah yang sudah disalurkannya? Wah makin gawat tuh, bisa-bisa masuk kantong pengurusnya sendiri. Gak ada pertanggung jawaban apapun. Kalau yang sedekah yang nyampaikan, itu bisa deh disebut pamer. Lha ini lembaga kok ya wajib ngasih tahu dong uang yang didapat dikemanain aja

        1. hehehe…. bukan. Itu foto kru #SedekahRombongan sebagai bukti kalau sumbangannya sudah disampaikan. 🙂 Nama-nama penyumbang dan besar sumbangannya sengaja tidak ditampilkan soalnya kuatir jadi adu gengsi 😀

  4. memang benar kata ust yusuf mansur tentang keajaiban sedekah karena saya mengalaminya sendiri alhamdulillah sekarang saya bisa punya rumah sendiri itu juga karena sedekah, txs mas udah mau berbagi dengan sedekahrombangan-nya salam kenal

Comments are closed.