Risk and Reward


Sebagai seorang pebisnis dan juga trader, saya selalu memperhitungan risk and reward saat mengambil sebuah keputusan. Baik itu keputusan bisnis maupun keputusan penting dalam hidup. Dan untuk mendapatkan risk and reward ini saya selalu menggunakan patokan yang bisa diukur dan dipantau.

Contohnya ketika anak saya ngambek gak mau sekolah. Keputusan yg harus saya buat adalah menuruti dia gak usah sekolah atau saya paksa sekolah. Saat itu saya mulai memperhitungkan risk dari kedua pilihan itu. Kalau saya paksa sekolah resikonya apa, kalau saya turuti resikonya apa. Lalu reward yg saya dapat apa jika dia sekolah dan jika dia gak sekolah.

Dari keterangan guru2, ngambeknya itu ya cuma pas masuk saja. Ketika di dalam kelas gak ada beda antara saat ngambek maupun saat lagi semangat. Artinya dia hanya malas masuk sekolah, bukan malas sekolah. Maka saat saya paksa dia sekolah dan dengan tatapan tegas saya sampaikan bahwa saya akan meninggalkan dia di sekolah sampai siang nanti.

Resikonya jika keputusan saya salah dan dia berontak lalu minta pulang ya akhirnya harus saya jemput lebih awal. Dijemput di awal maupun akhir sama aja menjemput kan? Jadi resikonya kecil bahkan tanpa resiko sebenarnya. Anggap aja pulang cepat krn guru rapat hehehe…

Dengan cara ini, kita tidak perlu lagi deg-degan saat mengambil keputusan apapun karena resiko sudah diperhitungkan dan sudah dipersiapkan. Jangan sampai anda ambil keputusan penting tanpa mempertimbangkan risk and reward alias hanya berdasarkan perasaan saja.

Biasanya korban2 investasi bodong, terjebak gara2 ini. Tidak memperhitungkan faktor resiko, hanya melihat reward saja.

Dengan memperhatikan risk and reward, maka dalam keputusan apapun anda akan selalu bertanya 2 hal:

  1. Saya untung berapa?
  2. Kalau rugi, rugi berapa?

Dan ada 1 kata kunci penting dalam bisnis yang selalu saya tanyakan yaitu ketika saya tanya, resikonya apa dan dia jawab tidak ada resiko sama sekali sambil jelasin panjang lebar tentang produk dan perusahaan, maka saat itu juga saya akan mundur. Karena bisnis apapun pasti ada resikonya dan kalau dia gak mampu jelasin itu, artinya dia belum paham bisnis tersebut dan gak tahu resiko apa yang menanti di belakang